Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Wanita istri kedua Aldo


__ADS_3

Karin berjalan dengan lemas menuju kampusnya. Tahun ini tahun terakhir ia di bangku kuliah. Karin sedang sibuk mempersiapkan skripsinya.


Karin tidak mood melakukan apapun. Dia hanya duduk melamun duduk di kantin sambil meminum jus jeruk miliknya. Dia tidak bersemangat mengerjakan skripsinya memikirkan Aldo yang tidak mau menikah lagi.


Entah apa yang ada di dalam diri Karin. Ia sangat ingin Aldo bahagia. Ia bahkan tidak memikirkan sakit hatinya lagi saat ini. Yang ia pikirkan saat ini adalah kebahagiaan Aldo dan keluarganya.


Karin melihat ke arah samping mejanya. Disana dia melihat dia orang wanita yang sedang gembira. Mereka tengah sibuk membahas seorang lelaki.


"Gagah tau lelaki itu."


"Dari gayanya dia seorang pengusaha loh, kamu suka sama dia?" tanya perempuan satu lagi.


"Iya, aku sangat menyukainya, bahkan jika dia sudah beristri aku rela di madu jika menjadi istri dia." jawab wanita itu dengan tersenyum malu-malu.


"Segitunya?" tanya temannya.


"Iya, siapa yang tidak mau menjadi istri lelaki itu, dia gagah, mengingat dia saja sudah membuat hatiku berdebar - debat."

__ADS_1


"Kamu mau menikahinya karena dia kayakan?" tanya temannya.


"Tentu bukanlah, kekayaan itu bonus, dia itu gagah tau, beruntung jadi istri dia."


"Tapi sayang dia tidak mau cari istri kedua, kabarnya dia sangat mencintai istri pertamanya."


"Nah itu masalahnya, padahal aku nggak masalah dia mencintai istri pertamanya, asal dia bisa membagi cintanya denganku." jawab wanita itu.


Karin tidak mengenal kedua wanita itu. Dia hanya tersenyum miris mendengar ucapan kedua wanita itu. Cinta wanita itu sangatlah besar sehingga mau membagi cintanya. Dia rela untuk di madu.


Ada sedikit ilfil juga di wajah Karin karena mendengar wanita itu rela menjadi pelakor. Wanita itu bahkan tidak memikirkan perasaan istri dari lelaki itu.


"kamu Karin kan?" tanya salah satu wanita itu.


"Iya." jawab Karin masih bingung ketika wanita itu mengenalnya.


"Kenalkan aku Gladys, Aku siap untuk menjadi madumu." ucap wanita itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum.

__ADS_1


Karin kaget saat wanita itu dengan pedenya mengatakan bahwa ingin menjadi madunya. Ia masih belum sepenuhnya paham apakah wanita ini bercanda atau serius.


Karin kembali ingat dengan perkataan wanita ini. Wanita ini dengan jelas menyebutkan bahwa ia siap menjadi istri kedua dari lelaki yang dia impikan. Karin menutup mulutnya saking tidak percayanya bahwa lelaki yang diimpikan wanita itu adalah suaminya sendiri.


"Bagaimana apakah kita bisa berbagi suami?" tanya wanita itu menyeringai.


"Jangan mimpi." ucap Karin.


"Aku tidak mimpi, aku selalu mewujudkan apa yang sedang aku inginkan, suamimu juga kayaknya kurang bahagia bersamamu apalagi kabarnya kamu wanita mandul." ucap wanita itu sambil tertawa.


"Hey jangan keterlaluan seperti itu Gladys, kasihan dia sudahlah mendung wajah pas-pasan pula." ucap temannya ikut tertawa.


"Iya aku juga heran kenapa bisa lelaki sekeren Aldo menikahi wanita biasa aja, cantikan siapa sih Yun?" tanya Gladys dengan pongah.


"Jelas cantik kamu ke mana-mana, dari segi gaya pakaian aja dia sudah jauh kalah darimu." jawab Yuni teman Gladys tertawa.


"Kenapa diam aja Karin? kapan kamu membawaku bertemu dengan suami mu? aku tidak sabar bertemu dengannya." ucap wanita itu.

__ADS_1


"Aku datang, siapa yang mau kenalan?" Karin kaget ketika Aldo menjawab pertanyaan wanita itu. Dia tidak menyangka Aldo akan menjemputnya sampai ke kantin.


__ADS_2