Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Umpatan Fina


__ADS_3

Aldo kaget saat mendengar informasi dari Ana. Aldo langsung membuka ponselnya dan mencari video yang baru saja viral di dunia maya. Aldo sangat garam membaca komentar yang beredar di video tersebut.


Aldo langsung menghubungi Romi asistennya. Ia tidak ingin berita ini menjadi lebih viral lagi.


"ya bos."


"Saya akan kirim video yang sedang viral dan kamu selidiki, saya maunya video itu hilang hari ini juga." ucap Aldo memerintahkan Romi dari ruang kerjanya.


"Tapi itu sumbernya banyak bos."


"Saya tidak mau tau, blokir semua sumber video itu."


"Baik bos, saya akan usahakan."

__ADS_1


Aldo lansung membuka laptopnya. Ia berusaha menghapus video tersebut. Akan tetapi video itu dengan cepat beredar. Aldo agak sedikit kewalahan.Karena video itu sudah beredar sepuluh ribu padahal baru satu jam yang lalu.


Sedangkan di kamar Karin duduk termenung. Dia masih memikirkan apa yang terjadi satu jam yang lalu. Ia tidak menyangka akan bertemu Rara dan berakhir berantem seperti itu.


"Sepertinya aku hanya akan membuat masalah untuk Aldo, aku hanya akan membuatnya malu." ujarnya dalam hati.


Karin masih memandang ke arah pintu. Dia tidak melihat kedatangan Aldo. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Tertera nama Fina di layar ponselnya.


"Hallo kak." ujar Karin.


"Aku tidak..."


"Jangan banyak ngomong kamu, nyatanya aib kamu memang tidak bisa di tutupi, makanya ketika bertidak itu berpikir, jangan terlalu murahan karena duit, biar hidup susah asal jangan jual diri."

__ADS_1


Air mata Karin akhirnya menetes juga. Baru tadi siang dia di permalukan oleh Rara tapi saat ini dia di kata - Katai oleh orang yang lahir dari rahim yang sama dengannya.


"Kamu selesaikan masalah kamu sebelum membuat kami sekeluarga malu, jika perlu mati saja kamu sekalian, manusia tidak ada guna, sejak kecil kamu hanya masalah dalam keluarga, jika bukan karena kamu yang hilang maka mama dan papa tidak akan sakit - sakitan dan meninggal, semua karena kamu, seharusnya kamu tidak lahir di dunia ini."


Telepon di matikan sepihak oleh Fina..Sedangkan Karin hanya menangis.Dia sadar bahwa dia tidak punya sandaran semenjak kecil. Tidak ada yang peduli terhadap dirinya. Dia memang selalu mendengar umpatan dari orang lain sejak dulu kecil.


Karin menekuk lututnya lalu membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya. Dia menangis sekencang-kencangnya mengingat nasib hidupnya yang tidak pernah manis. Di manapun dia hidup selalu ada orang yang menyakiti hatinya.


Karin semakin menangis ketika Aldo tidak kunjung datang. Ia yakin bahwa Aldo saat ini sedang tidak ingin bersamanya. Ia tau bahwa omongan Aldo kemaren dan tadi siang hanya hoaks segala.


Karin tidak bisa tidur karena menangis. Dia melihat jam sudah jam 2 malam. Tapi Aldo juga belum kembali kekamarnya. Dia berbaring dengan gelisah ke sisi kiri dan kanan.


"Apakah kamu menghindari aku?" gumam Karin.

__ADS_1


"Aku memang wanita hina tapi cintaku tulus untukmu." gumamnya lagi sambil menangis.


"Akan tetapi kamu tidak pernah melihat aku, kamu memang terlalu jauh untuk di gapai."


__ADS_2