Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Akankah Fina berubah


__ADS_3

Ana di bawa paksa oleh asisten Farhan keluar dari ruangannya. Ana mencoba melepaskan diri dari asisten Farhan.


"Lepas, saya bisa jalan sendiri." ujar Ana kesal sama asisten lelaki itu.


Sedangkan Farhan tidak berkonsentrasi melakukan pekerjaannya. Dia berjalan meninggalkan kantor untuk menuju rumahnya.


Ketika sampai di rumah ia melihat Fina sedang kesal. Wanita itu bahkan nampak menggerutu sendiri. Farhan heran dengan adiknya satu itu. Wanita itu bahkan tidak berangkat ke bekerja hari ini.


Adiknya Fina sudah di suruh resign akan tetapi ia tidak mau keluar dari kantor Aldo. Tapi hari ini dia hanya berdiam diri di rumah.


"Kenapa kamu nggak berangkat kerja?" tanya Farhan.


"Aku lagi bermood, lagi malas." jawabnya.


"Baguslah, sekalian kamu keluar aja dari situ." ujar Farhan meninggalkan Fina yang tambah kesal.


"Jika aku tinggalkan kantor Aldo maka aku tidak akan bisa mendekati Aldo lagi." gumamnya.


"Jadi itu kenapa kamu tidak mau berhenti bekerja di sana?" ujar Tante Mirna dari belakang Fina.

__ADS_1


Fina kaget dan tidak menyangka bahwa Tante nya muncul di belakangnya. Tante Mirna lansung duduk di sebelah Fina.


"Apakah hati kamu sudah dibutakan oleh cinta?" tanya tante Mirna.


"Kenapa Tante bicara begitu? harusnya wanita itu yang Tante marahi karena telah menjual dirinya, lalu dia seenaknya merebut calon suami saya." jawab Fina tidak terima.


"Istighfar, itu artinya dia bukan jodoh kamu."


"Tidak bisa Tante bilang bukan jodoh, karena selama masih hidup bisa jadi nanti kami berjodoh kembali."


"Fina cobalah lapang dada menerima takdir Allah, apa Tante dan oom pernah mengajarkan kamu seperti ini, bagaimanapun Karin itu asik yang terlahir satu rahim dengan kamu, kalian masih satu ibu dan bapak, gimana perasaan orang tua kalian jika tau anak bungsunya teraniaya oleh yang lain."


"Tante belum selesai, jangan di biasakan memotong pembicaraan, menurut cerita Abang kamu, Karin pertama kali di sentuh oleh Aldo saya dia masih remaja. Dia masih labil saat itu menentukan pilihan hidupnya yang sulit, Dia di besarkan oleh orang yang membenci orang tua kamu, coba kamu bayangkan betapa menderitanya dia? lalu saat kamu mencoba memperbaiki semuanya, di mana salahnya? tentu Aldo yang bertanggung jawab atas dirinya karena dia simpanan Aldo, dan Karin juga berhenti ketika tidak bersama Aldo, sekarang kamu lupakan, percaya sama Tante kamu akan dapatkan lelaki yang jauh lebih baik."


"Aku cinta sama Aldo Tante." Fina menangis.


"Belajar untuk melupakan dia, percaya jika kamu baik maka beribu lelaki baik akan datang." nasehat tantenya.


"Saya akan mencoba Tante."

__ADS_1


Tante Mirna memeluk keponakannya saat itu juga. Dia juga agak sedih kenapa kedua keponakannya jatuh hati kepada satu lelaki yang sama.


Fina tidak tau apakah dia bisa melupakan Aldo secepat itu. Ia juga ingat betapa dia kasarnya kepada Karin. Namun wanita itu tidak pernah membalasnya.


Tangis Fina semakin kencang saat mengingat tentang dirinya. Saya menangis datanglah Frans adiknya dari arah kamarnya.


"Kenapa nte?" tanyanya kepo.


"Nggak kenapa - Napa."


"Apa dia belum move on dari adik iparnya? macam tak ada lelaki lain aja di dunia ini." ucapnya dengan kesal.


"Diam kamu jika tidak bisa membantu." jawab Fina makin kesal.


"Udahlah berhenti aja kerja di sana, kerja di restoran aku saja." tawar Frans.


"Punya restoran satu aja belagu." ujar Fina kesal.


"Mending satu daripada Lo nggak punya kak." jawab Frans semakin membuat Fina kesal.

__ADS_1


__ADS_2