Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
masa lalu Ana


__ADS_3

Aldo sedang mengerjakan pekerjaannya dengan cepat. Semenjak Karin hamil dia kerap pulang sore. Dia tidak ingin Karin kesepian karena kurang perhatiannya. Dia ingin mendampingi Karin karena dia juga begitu kuatir meninggalkan Karin terlalu lama.


walaupun ada keluarga yang lain di rumah, tetap saja Aldo ingin direpotkan oleh istrinya itu.Aldo ingin menikmati momen-momen saat istrinya hamil.


Tok tok


"Masuk."


Asisten Aldo masuk kedalam ruangannya membawa sebuah berkas. Dia menyerahkan berkas yang ada di tangannya kepada bosnya.Aldo membaca apa yang ada di atas mejanya. Dia sangat kaget saat membaca laporan tentang Ana.


" Ini beneran?" tanya Aldo kaget.


"Iya pak, awalnya saya juga kaget tapi itulah kenyataannya."


"Jadi Ana benaran sakit?"


"Iya pak, ada tumor di otaknya, akan tetapi dia masih belum mau melakukan operasi."


"Kenapa?"


"Dia takut pak, sampai saat ini dia .asih mengabaikannya, dan untuk kesehatan ibu Ana sudah mulai menurun, dia sering pingsan, mual bila kelelahan." lapor Asisten Aldo.


"Selain itu perusahaan Ibu Ana sedang mengalami krisis keuangan Pak, ini terjadi sudah hampir satu tahun sejak gagalnya proyek beliau, ditambah dengan penyakit beliau akhirnya beliau kurang fokus untuk menangani proyek itu."


" Trus.,"


"Ibu Ana berusaha bangkit dari keterpurukan ini, dia bahkan mencoba mengirimkan proposal kerjasama dengan perusahaan raksasa seperti Arkarna Group, selain itu beliau juga menyembunyikan semuanya dari adiknya Gladys."


"Oke, lanjut."


"Ibu Ana juga bertengkar hebat dengan adiknya karena jatah uang bulanan yang diberikan kepada adiknya tidak seperti biasa belakangan ini, Gladys marah karena mengira bahwa Ibu Ana hanya memikirkan dirinya sendiri."

__ADS_1


"Kasian juga Ana."


"Tawarkan tanam modal di perusahaannya agar ia bisa fokus untuk berobat, dan kamu harus pastikan dia harus rutin kontrol."


"Saya rasa ini akan sulit Pak, karena semenjak putus dari Pak Farhan, Ibu Ana sangat begitu cuek dengan kesehatannya, dan beliau juga agak keras kepala."


"Apa lagi yang kamu temukan?" ucap Aldo menatap wajah asistennya.


"perusahaan Ibu Ana bukan hanya kali ini krisis keuangan, akan tetapi juga pernah terjadi 5 tahun yang lalu."


"Pernah terjadi? kapan?"


"Saat sebelum nona Ana putus dengan Pak Farhan, setelah kedua orang tuanya meninggal Ibu Ana sempat mengalami stress, beliau masih tidak paham cara mengolah perusahaan, akhirnya perusahaan tersebut mengalami krisis keuangan, Ibu Ana juga dipaksa oleh seseorang yang berkuasa di perusahaan orang tuanya, jika mau menikahinya maka perusahaan ibu Ana akan kembali stabil, Ibu Ana tidak punya pilihan lain, dia tidak ingin perusahaan keluarganya hancur begitu saja, Dia tidak punya tempat untuk mengadu, pada saat itu dia tidak berani meminta bantuan kepada Pak Farhan sebagai pacarnya karena posisinya Pak Farhan saat itu belum sehebat ini."


"Lalu?"


"Ibu Ana menikah dengan Roy secara diam-diam, dan perselingkuhan yang dikira oleh Pak Farhan selama ini ternyata dibuat sengaja oleh Ibu Ana agar bisa putus dari Farhan, waktu ditemui Pak Farhan saat di hotel, itu posisi Bu Ana sudah menjadi istri Roy, Bu Ana tertekan selama menjadi istri. Dia berusaha mempelajari tentang perusahaan secepat mungkin agar bisa mendapat Roy dari hidupnya. Nasib berpihak kepadanya, saat Bu Ana sudah memegang kendali perusahaan, Dia segera mencampakkan Roy walaupun saat itu pernikahan mereka baru beberapa bulan."


"Saat perceraian tersebut pak Roy tidak terima, bersekeras mempertahankan rumah tangganya, namun pada akhirnya Bu Ana bisa lepas dari dia Setelah 1 tahun menjalani sidang, setelah lepas dari Roy Bu Ana mencoba mencari kembali Pak Farhan tujuannya hanya ingin meminta maaf."


"Berarti 2 tahun yang lalu?"tanya Aldo kepada asistennya.


"Iya pak, buk Ana awalnya ingin mencoba menjalin hubungan lagi dengan Pak Farhan, akan tetapi dikarenakan Pak Farhan selalu memandangnya dengan jijik maka Bu Ana mundur secara teratur."


Aldo memijit keningnya mendengar cerita Ana yang begitu rumit baginya. Dia tidak menyangka bahwa sahabatnya akan sesusah itu.


"Teruskan." perintah Aldo.


"semenjak mundur mengejar Pak Farhan, Bu Ana tetap bertekad untuk meminta maaf kepada Pak Farhan, akan tetapi Pak Farhan selalu memberinya kata-kata kasar sehingga Bu Ana menjauh dari Pak Farhan, bahkan Bu Ana tidak mau minta bantuan Pak Farhan ataupun Pak Aldo karena bagaimanapun Pak Aldo adalah keluarga Pak Farhan."


"Sial, kenapa dia bodoh sekali."

__ADS_1


"Jadi Saya rasa ini akan repot dan rumit Pak, Saya yakin Bu Ana tidak akan menerima bantuan dari pak Aldo sepersen kecuali Pak Farhan yang melakukannya."


"Kamu yakin?"


"Melihat karakter Ibu Ana saya sangat yakin sekali Pak, dia tidak mau di hina ataupun diinjak-injak oleh Pak Farhan, dia akan selalu mencoba melakukan apa yang dia bisa untuk membuat perusahaannya maju kembali, saran saya daripada dibantu dari segi dana mending dibantu melalui Pak Farhan atau CEO Arkarna grup yaitu Pak Daffin."


"Daffin adalah tipe orang yang susah untuk meloloskan karena campur tangan orang dalam, Saya kenal betul dengan beliau, dia tidak akan mau menerima jika tidak melalui prestasi."


"Berarti pilihan terakhir ada di tangan Pak Farhan."


"Gimana ya, Farhan sangat benci kepada Ana, mana mungkin dia mau membantu Ana." jawab Aldo menganalisis.


"Kita punya nyonya Karin yang bisa membuat Pak Farhan melakukannya, kita bisa manfaatkan nyonya Karin bahkan kehamilannya sekaligus."


"Saya kurang setuju anak saya dijadikan umpan."


"Bukan umpan pak, tapi inilah kesempatan, jika tidak ada dua kemungkinan yang akan terjadi dengan Bu Ana, pertama perusahaannya bangkrut, kedua penyakitnya semakin parah."


"Nanti saya akan bicarakan dengan Karin terlebih dahulu, kamu boleh pergi sekarang."


Ketika asisten Aldo membalikkan badan, ada seseorang yang berjalan di balik pintu ruangan Aldo lebih cepat. Dia tidak ingin Aldo ataupun asisten mengetahui keberadaannya.


Farhan mendengar semua yang disampaikan oleh asisten Aldo kepadanya. Dia tidak menyangka bahwa hasil penyelidikan asisten Aldo akan seperti itu. Farhan berjalan dengan gontai sambil memikirkan kebenaran yang terjadi.


Dia masih tidak percaya dengan hasil penyelidikan asisten Aldo. Dia juga sedang menyelidiki tentang Ana namun asistennya belum juga melaporkan kepadanya.


"Apa benar begitu ceritanya? tapi kenapa dia melakukan semua sendiri? apa gunanya aku jadi pacarnya saat itu."ujar Farhan.


Farhan masuk kembali ke mobilnya. Dia hanya ingin menenangkan diri saat ini untuk memikirkan semuanya.


Farhan mengendarai mobil sambil mengingat apa yang terjadi dengannya. Setelah di ketahui selingkuh, Ana tidak pernah menemuinya, yang membuat Farhan kesal saat itu adalah kenapa wanita itu tidak kunjung meminta maaf setelah kejadian padahal Farhan masih akan memaafkan dia.

__ADS_1


Farhan memukul setirnya karena geram. Ia bingung apa yang akan di lakukan.


__ADS_2