
Karin dan Aldo mendatangi kediaman Farhan. Setelah 3 hari menginap di apartemen baru sekarang mereka menghampiri Farhan.
Karin juga sudah lama tidak menginjakkan kakinya di rumah abangnya. Semenjak menikah dia belum pernah ke sini lagi.
setelah 2 hari menginap di apartemen barulah Aldo bisa dihubungi oleh Farhan. Aldo memang sengaja mematikan ponselnya agar bisa berduaan dengan istrinya tanpa diganggu oleh siapapun. ketika pertama kali Aldo mengangkat teleponnya Farhan langsung mete-mete.
Aldo hanya tertawa melihat tingkah laku sahabat sekaligus kakak iparnya itu. Kakak iparnya itu terlalu mengkhawatirkan adiknya yang sudah lama hilang. Dia bahkan melakukan apa yang Aldo sudah rencanakan dengan asistennya.
Karin saat ini agak terpaksa mengikuti Aldo ke rumah Farhan. Dia masih belum bisa berkomunikasi dengan baik dengan lelaki itu. Awalnya dia memang mengagumi lelaki itu, akan tetapi hatinya menjadi benci karena kata-kata penghinaan yang diberikan oleh lelaki itu.
Karin terpaksa pergi karena dipaksa oleh Aldo suaminya. Dia tidak enak menolak permintaan suaminya. Apalagi Karin juga ingin kembali ke rumah kediaman keluarga Aldo.
Farhan tersenyum saat melihat Karin dan Aldo berada di ruang tamunya. Dia bahagia sekali melihat adik bungsunya berada di hadapannya. begitu juga dengan tante Mirna dan Om Fahri. mereka sangat senang dan antusias menyambut kedatangan Karin dan Aldo.
"Akhirnya kalian berkunjung juga setelah menikah." ucap Tante Mirna.
"Tantemu masak yang banyak untuk menyambut kalian." ujar om Fahri.
"Tenang aja kamu siap menyantap santapan yang disediakan oleh tante." ujar Aldo sambil tertawa.
__ADS_1
"Kamu soal makanmu memang selalu bersemangat."ejek Farhan.
"Emang kamu nggak?" tanya Aldo balik mengejek.
"bang Frans mana?"tanya Karin tidak melihat begitupun dengan kakak perempuannya.
"Frans sedang mengantar Fina untuk belajar keluar kota." jawab Farhan.
"Emang Kak Fina sudah tidak kerja di tempat Aldo lagi?"tanya Karin dengan hati-hati sambil menatap Aldo karena takut Aldo akan marah.
"Nah itu dia,maksud abang memanggil kalian adalah untuk membicarakan mengenai resign Fina." ujar Farhan.
Karin menatap Aldo dengan tatapan yang berbeda. Aldo merasa merinding dengan tatapan yang diberikan oleh Karin. Dia merasa ada yang salah dengan ucapannya.
"Aku tidak masalah jika Fina mengundurkan diri, tapi lain kali harus lewat jalur formal agar tidak ada karyawan lain berpikir yang tidak-tidak." ucap Aldo meluruskan agar Karin tidak salah paham.
Farhan tersenyum melihat Aldo yang salah tingkah karena ditatap horor oleh Karin.
"Karin, Tante tadi dengar kamu masih memanggil nama ke suami kamu, mulai sekarang ubah panggilannya ya sayang." nasehat tantenya.
__ADS_1
"Tenang Tante, itu hanya depan umum, jika berduaan panggilannya mesra kok Tan, Iyakan sayang." ucap Aldo tersenyum kepada Karin.
"Apaan sih." ucap Karin agak malu.
"Jadi kemaren hilang pergi senang - senang sepertinya dan aku di sini yang membereskan semua masalah." ucap Farhan protes kepada Aldo.
"Kakak ipar yang bisa di andalkan, terima kasih kakak ipar, nanti akan aku pertemukan dengan someone." ujar Aldo.
"Someone siapa?" tanya om Fahri yang sedari tadi hanya tersenyum menyaksikan tingkah keponakannya.
"Itu ada Ana pacar pertama dia sekaligus cinta pertama." ujar Aldo tersenyum.
"Sudah ketemu, jangan bahas dia lagi." jawab Farhan kesal.
"Dengarkan dulu penjelasannya dia agar tidak menyesal di kemudian hari."
"Bacot ah."
"Udah, ayo kita makan dulu." ajak Tante Mirna.
__ADS_1