
Karin terbangun jam 6 pagi. Ia tidak menemukan keberadaan Also di sisinya. Karin merasa ada yang ngilu di dadanya. Suaminya saat malam pertama meninggalkannya.
Setelah membersihkan tubuhnya Karin memilih turun mencari sarapan. Perutnya lumayan lapar. Karin berjalan menuju lantai bawah. Karin melihat bahwa semua orang sudah ada di meja makan.
Di sana sudah ada papa Aldo, mama Aldo dan ada 2 perempuan yang tidak di kenal Karin. Karin baru melihatnya ketika resepsi kemaren.
"Ayo sini Karin, sarapan bersama." ucap ibu mertuanya.
"Iya ma." jawab Karin berjalan menuju meja kursi yang kosong.
Karin melihat bahwa pandangan kedua perempuan ini nampak kurang suka melihat Karin.
"Aldo mana Rin?" tanya mamanya.
"Tadi ada.."
"Pasti Aldo ninggalin kamu kan? ya iyalah pasti Aldo nggak Sudi nikahin kamu." ucap wanita yang duduk di hadapan Karin.
"Nila tolong diam." tegur papa Aldo.
"Aldo pasti pergi pagi-pagi, dia sedang banyak kerja." ujar papa Aldo lagi.
Mereka makan dalam diam. Karin agak malu karena dia sendiri tidak tau di mana keberadaan suaminya saat ini.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Karin kembali ke kamarnya. Ia melihat papa mertuanya sudah berangkat kekantor. Sedangkan mama mertuanya sedang berbincang-bincang dengan adik sepupu dari suaminya itu.
Karin hanya berdiam diri didalam kamar itu. Dia tidak tau mau mengerjakan apa-apa.
Ceklek
Dia melihat Aldo masuk kedalam kamar. Aldo hanya memasang wajah dingin ketika berjalan menuju arah ranjang.
"Darimana mas?"tanya Karin dengan lembut.
"Tidak usah bertanya, aku malah jijik saat ini mendengar suara kamu, udah tau dari luar masih aja bertanya." jawab Aldo.
"Maaf." ujar Karin merasakan sakit hati. Ia hanya diam setelah itu.
Karin hanya diam melihat Aldo memejamkan matanya. Hatinya sangat sakit melihat kondisi seperti ini.
"Darimana dia tadi malam? sampai harus tidak tidur begini." ucap Karin dalam hatinya.
Karin mencoba mengambil ponselnya untuk melihat media sosial. Ia ingin tau bagaimana kabar kuliahnya.
Setelah itu Karin membaca buku novel karya Erna Sikumbang. Dia membaca novel yang menceritakan pernikahan kontrak. Tidak terasa air matanya menetes saat membaca novel Siapalah aku.
Saat Aldo terbangun ia segera menghapus air matanya. Ia tidak ingin ada orang lain tau dia menangis.
__ADS_1
"Mau mandi mas?" tanya Karin sambil tersenyum.
"Aku bisa sendiri." jawab Aldo jutek.
"Baiklah." jawab Karin kembali duduk di kursi yang ia duduki sejak tadi.
"Kamu jika didepan orang tuaku harus pandai akting, seolah-olah kita menikah bahagia."
"Baik." jawab Karin.
"Kamu silahkan kuliah lagi, tapi awas jika kamu bertemu atau melakukan kencan dengan lelaki - lelaki tidak jelas dan hidung belang." nasehat Aldo
"Harusnya nasihat itu juga berlaku untuk kamu." ucap Karin masih memberikan senyum manisnya.
"Jika kamu nggak suka silahkan ajukan surat cerai, biar aku antar sekalian ke pengadilan agama." ucap Aldo menambahkan ucapan Karin.
"Baiklah, Jika nanti aku ingin bercerai, tolong antarkan aku dengan selamat, bye." balasan Karin berdiri dari kursinya.
"Mau kemana kamu?' tanya Aldo merasa belum selesai bicara.
"Siap - siap cari suami baru." ucap Karib kesal.
"Coba saja jika kamu benar-benar cari suami baru." ucap Aldo dengan tersenyum dingin.
__ADS_1