
Karin merasakan kenyamanan di dalam pelukan Aldo. Ia rasanya enggan untuk melepaskan pelukan Aldo. Ia ingin merasakan pelukan ini setiap harinya. Namun Karin sadar bahwa bukan dia yang di cintai Aldo.
Aldo melepaskan pelukannya dengan Karin. Ia menghapus air mata wanita itu dengan tangannya. Jika Karin tidak tau siapa wanita yang di sukai Aldo maka hatinya akan berbunga-bunga saya lelaki itu menghapus air matanya.
kriuk kriuk kriuk.
Aldo tertawa saat mendengar suara yang berasal dari perut Karin. Sedangkan Karin sangat merasa malu saat ini juga. Wajahnya lansung memerah saat itu juga.
"Kamu lapar?" tanya Aldo tersenyum.
"Hmmmm." jawab Karin.
"Ya sudah ayo turun, kita cari makan." ujar Aldo turun dari mobil berbarengan dengan Karin.
Mereka masuk kedalam warung bubur ayam. Setelah bubur ayamnya datang, Karin hanya diam menatap bubur ayam miliknya.
"Kenapa nggak di makan?" tanya Aldo menatap wanita itu.
"Aku nggak suka kacangnya tapi lupa bilang, terus ini sambelnya banyak kali." ujar Karin ingin membuang kacangnya.
Tapi tangan Aldo lebih cepat mengambil mangkok Karin. Ia memindahkan kacang tanah ke dalam mangkok miliknya. Lalu ia juga mengurangi sambel milik Karin.
"Udah cukup segitu sambelnya?" tanya Aldo.
__ADS_1
"Kurangi lagi, aku maunya banyakin kecap aja."
"Mana enak jika sambalnya sedikit." ujar Aldo
"Tapi aku nggak kuat makan pedas." protesnya.
Also mengurangi sambel milik Karin. Setelah di rasa cukup, ia menaruh kembali mangkok Karin ke tempat semula.
"Ayo makan."
"Kamu kapan urus surat perceraian kita?"Tanya Karin ketika menyuap bubur ayam pertama.
Aldo meletakkan sendoknya dalam mangkuk bubur miliknya. Tiba - tiba ia tidak berselera untuk melanjutkan makannya.
Karin merasakan perubahan ekspresi di wajah Aldo. Karin hanya mengangguk karena dia tau Aldo juga tidak menyukai kehadiran dirinya di sisinya.
"Apakah ada lelaki lain selain aku?" tanya Aldo begitu kesal.
"Karena kita tidak saling mencintai, kita hanya terjebak pernikahan konyol ini."
" pernikahan konyol?" tanya Aldo.
"Ini semua agar kamu bahagia Aldo."
__ADS_1
"Sudah cepat habiskan makanannya nanti kita bahas di rumah, jangan merusak nafsu makan
" ucap Aldo tidak bernafsu lagi untuk makan.
Sedangkan Karin menghabiskan buburnya dengan cepat. Aldo salut dengan selera makan Karin. Dalam kondisi apapun dia bisa makan dengan lahap.
Setelah selesai makan Aldo memutuskan untuk membawa Karin ke apartemennya.Ia tahu Karin tidak akan nyaman di rumahnya saat ini.
Saat memasuki apartemen Karin merasakan Dejavu. Ia kembali mengingat memori lama tentang dia dan Aldo di sana.
"malam ini kita nginap di sini saja dulu, kamu nggak apa-apa kan?"tanya Aldo ketika turun dari mobil.
"aku di mana saja enggak masalah, aku bisa tidur di mana kamu tidak usah khawatir." jawab Karin berjalan di samping Aldo.
Mereka berjalan menuju apartemen milik Aldo. saat pintu dibuka ordo langsung menuju kamarnya. Also hanya ingin membaringkan tubuhnya di ranjang miliknya.
"Ayo temani aku tidur." ujar Aldo ketika melihat Karin menghentikan langkahnya.
"Tapi aku..."
"Nggak usah banyak protes, menemani suami itu pahala." ujar Aldo menarik tangan Karin lalu membawanya kekamar milik mereka dulu.
Aldo membaringkan Karin tepat di sebelahnya. Ia juga membawa Karin untuk tidur di dadanya. Ketika tidur dalam pelukan Aldo membuat mereka teringat masa bersama dulu. Aldo tersenyum sambil memejamkan matanya.
__ADS_1