Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Bertemu teman lama


__ADS_3

Siang ini Karin nampak sedang sibuk mencari beberapa buku untuk tugasnya. Di tengah kehamilannya dia masih sigap untuk menyelesaikan kuliahnya.


Walaupun Aldo menyuruhnya agar cuti terlebih dahulu akan tetapi dia tetap melanjutkan kuliahnya. Dia tidak mau membuang-buang waktunya lagi, apalagi saat ini tinggal setahun lagi perjuangan untuk gelar sarjananya.


Saat mengambil buku, tiba - tiba ia kaget melihat ada yang berdiri di belakangnya. Dia adalah Bian teman lamanya.


Bian dikenal saat ia kabur dari rumah Yadi. Dia tidak menyangka akan bertemu dia saat ini. Apalagi saat ini Bian tidak sendirian tapi bersama seseorang.


"Kamu Karin kan?" tanya Bidan yang juga ragu melihat Karin dari atas sampai bawah.


"Iya, apa kabar yan?" tanya Karin.


"Baik, kamu gimana? apa masih butuh pelanggan? aku masih bisa ngenalin kamu, dia duda kaya, kamu bisa jadi istri sah tanpa kerja jadi simpanan lagi." ceritanya sangat antusias.


"Maaf nggak usah, saya..."


"Kamu tinggalin saja, ada perjanjian kontrak?"


"Bukan begitu, tapi aku sudah menikah." jawab Karin.


Bian seakan tidak percaya dengan ucapan Karin. Sedangkan wanita di sebelahnya Bian nampak meremehkan keberadaan Karin.


"Masih ada yang mau menerima kamu jadi istri?" tanya Bian sangat menyinggung perasaan Karin.


"Pastinya lelaki yang nggak benar juga, tapi kamu aja lelaki bejat masih cari wanita berduit." ucap wanita itu dengan sombong.


"Maaf, aku pergi dulu ada urusan." Karin malas mencari masalah.


"Nggak usah sungkan, jika pekerjaan kamu seperti itu kenapa harus malu." ucap wanita di sebelahnya Bian.


"Dia siapa yan?" tanya Karin tidak suka dengan wanita itu.


"Aku adalah pasangan Bian saat ini."


"Dia banyak duit ya yan? karena biasa kamu mainnya sama Tante - Tante tumben dapat yang muda."


"Kenapa jika aku muda? suamiku orang berpengaruh di kota ini, jangan coba-coba bermasalah dengan aku." ucapnya sombong.


"Ohw jadi Bian penghangat ranjang yang kesepian, kenapa suami kamu? udah nggak sanggup melayani kamu? udah nggak kuat ya karena sudah aki - Aki." Cecar Karin karena kesal dengan wanita itu.


"Jangan keterlaluan Karin." ucap Bian tidak terima dengan ucapan Karin.


"Kamu bisa saya hancurkan lewat suami saya, jadi jangan macam-macam sama saya." ucap wanita itu dengan sombong.

__ADS_1


"Jadi takut." ucap Karin sambil berpura-pura ketakutan.


"Kamu hanya wanita simpanan orang, apa kamu mengambil suami orang makanya bisa dapatkan suami?" ucapnya mengejek.


"Tapi aku tidak mencari lelaki muda untuk memuaskan nafsuku." jawab Karin.


"Kamu bisa aku Carikan lelaki kaya untuk kamu layani, mana tau kamu kekurangan uang." ucap wanita itu.


"Kekurangan uang? haduw gimana ngomongnya ya? aku malah bingung bagaimana cara menghabiskan uang." jawab Karin tersenyum ketika mendengar kesombongan wanita itu.


Dia tidak bisa diam karena kesombongan wanita yang ada di depannya. Karin yakin bahwa wanita ini akan tetap sombong jika tidak dilayani dengan baik.


"Kamu bahkan jika mau menyewa 10 laki daun muda aku masih sanggup bayarin." ujar karir sambil tersenyum.


"Sayang lihat dia menghina aku masa kamu diam aja."ucapnya mengadu kepada Bian.


"Karin sudah ya, aku tau keuangan kamu, kita ini sama, jadi aku mohon jangan memperkeruh suasana." ucap Bian kepada Karin.


"Aku tidak pernah memperkeruh suasana, dia terlalu sombong, kamu jika tinggal dia, aku bisa Carikan kamu pekerjaan yang lebih layak daripada ini."jawab Karin langsung ditertawakan oleh wanita.


"Sok oke banget gaya kamu, coba aja jika bisa." tantang wanita itu.


"Aku hanya takut jika kamu malah tidak bisa melupakan Bian." jawab Karin membuat wanita itu semakin marah.


"Kamu jangan kurang ajar ya *****."


Bian sangat tau siapa Aldo. Dia tidak ingin bermasalah dengan lelaki ini. Tapi tidak dengan wanita yang di sebelahnya. Dia tidak kenal siapa Aldo. Dengan sombong dia menjawab.


"Kamu siapanya dia? salah satu penikmat ranjang dia."


"Jika iya kenapa?" tanya Aldo menahan amarah.


"Kamu jika mau bisa saya bantu berkenalan dengan wanita terhormat , bahkan kamu bisa di bayar oleh mereka."ucapnya dengan nada sombong.


"Udah da, ayo kita pergi."


"Kamu ini kenapa sih? ganggu kesenangan aku aja." jawab wanita yang bernama Elda itu dengan nada tidak suka.


"Kamu mau carikan aku wanita terhormat? apa yang seperti kamu itu adalah wanita terhormat? jika iya lalu apakah aku mau sama wanita seperti kalian yang sudah di gilir sana sini." jawab Aldo membuat wanita itu semakin geram.


"Kamu jangan berani macam-macam sama aku ya jika kamu tidak mau bernasib jelek besok."


"Ohya, aku jadi ingin tau nasib seperti apa." jawab Aldo.

__ADS_1


"Suami aku orang berpengaruh di kota ini, jika kamu menyakiti hati saya maka besok kamu bisa tinggal nama." ujarnya.


"Siapa suami kamu berpengaruh itu, mungkin kamu bisa mempertemukan dengan aku sekarang, untung kamu wanita." ujar Aldo membawa Karin karena kesal dengan wanita itu.


Karin mengikuti langkah suaminya. Kari paham berurusan dengan wanita seperti itu tidak akan pernah selesainya.


"Hey kemana kalian, urusan kita belum selesai." teriak wanita itu.


"Udahlah da, kamu tidak tau siapa lelaki itu?"tanya Bian.


"Siapapun dia tidak akan bisa mengalahkan suami aku, aku tidak suka ada orang menginjak - injak harga diri aku." ucapnya kesal.


"Hey tolong tahan dia, mereka telah mengambil barangku." teriak Elda membuat jadi perhatian orang.


Beberapa orang menghadang langkah Aldo dan Karin. Aldo sudah tidak tahan melihat wanita itu.


"Anda bisa di penjara akibat mencemarkan nama baik." ujar Aldo.


"Silahkan, kamu akan kalah berlawanan dengan orang berkuasa macam kami."


"Apa yang mereka maling buk?"tanya salah satu pengunjung.


"Mereka tadi mengambil kalung aku, tapi mereka pergi seolah-olah aku tidak tau." jawab Elda.


"Hey kembalikan kalung wanita itu." ucap lelaki yang bertanya tadi.


"Trus pak, wanita ini adalah pelakor, dia simpanan lelaki ini padahal lelaki ini telah bersuami." ucap Elda berbohong.


"Eh ada pelakor." ucap wanita yang memang tidak boleh mendengar kata pelakor.


"Hati - hati anda bicara, ini istri saya." ujar Aldo kesal.


Aldo menelpon asistennya agar datang ke tempatnya. Kebetulan asistennya sedang menunggu di mobil.


Setelah itu Aldo mengeluarkan kartu identitasnya.


"Saya Aldo Barreto dan ini istri saya Karin yang merupakan adik Farhan Dinata." ucap Aldo.


Semua orang terdiam mendengar dua nama orang berpengaruh di kota ini. Ada juga yang tidak tau siapa kedua ini. Dan Elda malah tertawa merasa kebohongan Aldo.


"Kamu pandai sekali bohong, sampai mengaku - ngaku dengan kartu pengenal bodong ini." ujarnya tertawa.


"Saya istri dari Eric manager perusahaan Hawai Sinergi." ucapnya dengan sombong.

__ADS_1


"oh ternyata kamu istri Erik, baik mungkin saat ini saya akan buat permainan kamu berakhir." ucap Aldo mengeluarkan ponselnya.


Aldo menelpon Eric yang kebetulan manager di perusahaan dia. Dia tidak bahwa akan bertemu dengan istri karyawannya sedang selingkuh.


__ADS_2