Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Karin tidak kunjung hamil


__ADS_3

Sudah 2 tahun berlalu rumah tangga Aldo dan Karin berjalan harmonis.Setiap hari selalu kebahagiaan yang terpancar di wajah keduanya. Aldo sudah mulai menyukai Karin karena setiap hari bersama.


Kebiasaan-kebiasaan kecil yang membuat mereka terkadang semakin romantis. Namun ada hal yang membuat rumah tangganya terkadang goncang. Karin tidak kunjung hamil setelah 2 tahun pernikahannya.


Sang kakek Aldo sudah setiap hari nyinyir soal cicit. Dia bahkan menyalahkan Karin sebagai wanita yang tidak sempurna. Hal ini membuat Karin juga semakin tertekan.


Mereka sudah berkali-kali konsultasi kepada dokter kandungan. Namun ada yang bermasalah dengan rahim Karin. Sehingga ia belum kunjung juga hamil sampai saat ini.


Karin duduk termenung memikirkan semuanya. Ia tau bahwa keluarga Aldo sedang menunggu kehamilannya. Ia tidak tau harus berbuat apa, apalagi jika keluarga Aldo berkumpul. Tante Nila dan Rere akan sengaja membahas soal anak.


Bahkan mereka menyebut bahwa Karin adalah wanita mandul. Ketika ia di panggil mandul hati kecilnya sangat sedih.


"Sudah, tidak usah di pikirkan omongan mereka." ucap Aldo yang baru masuk kekamar.


"Mereka benar mas, aku sampai saat ini aku masih belum bisa hamil."

__ADS_1


"Dokter bilang rahim kamu baik - baik aja, hanya sedikit ada masalah,mungkin Allah ingin kita menikmati masa berdua terlebih dahulu." ucap Aldo membujuk Karin.


"Tapi Kakek sangat ingin cicit, bagaimana jika kamu nikah lagi mas." ucap Karin asal ceplos.


"Kamu jangan bicara sembarangan, mas nggak suka." ujar Aldo kaget dengan istrinya.


Saat ini posisi Aldo sangat mencintai Karin. Dia tidak akan bisa mencari wanita lain untuk kebahagiaannya tapi membuat Karin menderita.


"Mas mungkin ini solusi terbaik."


"Mas dengerin dulu penjelasan aku, ini semua untuk kebahagiaan bersama, Jika kamu punya anak dari wanita itu maka kakek dan semuanya akan bahagia."jelas Karin.


"Mas tetap tidak setuju, kita ini baru menikah 2 tahun sedangkan pasangan lain aja yang sudah puluhan tahun belum di karuniai anak masih setia, Besok kita pergi lagi cari dokter kandungan yang hebat dan jangan lupa berdoa kepada Allah, Jika Allah belum memberi kita kepercayaan maka tunggulah dengan sabar, jika belum juga mungkin memang bukan rezeki kita." jawab Aldo.


"Tapi sampai kapan? dengan begitu sama saja aku menghambat proses keturunan kamu, kamu masih bisa mendapatkan keturunan dari wanita lain." jawab Karin.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku menikah lalu wanita itu juga tidak kunjung hamil seperti kamu?"


"Ya nggak mungkin begitu mas."


"Apa yang tidak mungkin Jika Allah berkehendak, kita bisa proses bayi tabung." ucap Aldo lagi.


"Tapi menurut dokter ada gangguan di rahimku mas."


"Hanya gangguan bukan mandul,jika Allah berkehendak apapun mungkin."


"Mas kamu jangan egois."


"Kamu bilang mas egois, kamu pikir matang - matang lagi, harusnya kamu bersyukur punya mas yang setia sama kamu, dan satu lagi jangan pernah bahas ibu lagi, jika tidak mas tidak akan pulang ke sini." ujar Aldo keluar dari kamar.


Aldo sangat kesal dengan sikap istrinya. Ketika perempuan lain tidak ingin suaminya memadunya akan tetapi wanita ini malah menganjurkan. Aldo bahkan ragu dengan cinta Karin untuk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2