Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Tuan mulia dan si hina


__ADS_3

Frans dan Karin tetap berteman. Karin juga sebenarnya agak kuatir ketika berjumpa dengan Farhan atau dengan Aldo.


Karin tetap berhati-hati ketika berbarengan dengan Frans. Yang membuat mereka tidak bisa jauh saat ini yaitu mereka bekerja di tempat yang sama.


Meski Frans adalah adik orang kaya, dia tidak terlalu menggantungkan hidupnya kepada Farhan. Frans tetap bekerja paruh waktu di restoran yang sama dengan Karin.


Malam ini restoran nampak agak ramai. Karin nampak sibuk melayani pelanggan. Begitu juga dengan Frans.


"Karin tolong antar menu meja 16." perintah managernya.


"Baik pak." Karin berjalan menuju meja 16 sesuai perintah bosnya.


Setelah semakin dekat wajah Karin memucat. Dia melihat Aldo, Fina, Farhan dan satu perempuan yang tidak di kenal oleh Karin. Ia ragu untuk mendekati meja itu.


Tapi ketika melihat manager memperhatikannya, dia berjalan dengan hati yang ragu - ragu. Ketika sampai di meja itu Karin melihat wajah Farhan dan Aldo nampak agak menegang.


" Mau pesan apa mas, mbak?" tanya Karin siap mencatat apa yang mereka pesan.


"Kamu pesan apa sayang?" tanya Aldo sengaja memperjelas kepada Karin.


"Aku pesan teriaki salmon sama es matcha Boba latte." jawab Fina.


"Aku chicken katsu sama es jeruk melon, kamu apa yang?" tanya Farhan kepada wanita yang tidak di kenal itu.


Sedangkan Karin hanya sibuk mencatat menu yang mereka sebutkan sambil menguatkan hatinya.


"Aku Condense cold brew coffee cuss sama teriaki ayam"jawab perempuan sebelah Farhan.

__ADS_1


"Aku teriaki salmon sama nutello chocolate." ucap Aldo sambil melihat ke arah Karin. Ia tau bahwa minuman yang di pesannya adalah minuman kesukaan Karin.


"Oke saya ulang lagi, teriaki salmon dua, es matcha Boba latte satu, chicken katsu satu, es jeruk melon satu, teriaki ayam satu, condense cold brew coffee cuss satu dan nutello chocolate satu." ucap Karin mengulang pesanan meja 16.


"Tambah pizza nasi satu." ucap Aldo.


"Baik, Mohon di tunggu mas dan mbak." ucap Karin akhirnya bernafas dengan lega.


Karin berjalan dengan cepat meninggalkan meja tersebut. Karin menempel nota pesanan tersebut sesuai di tempatnya.


Setelah 30 menit semua pesanan telah siap. Karin melihat salah temannya telah selesai mengantarkan pesanan ke meja lain. Karin berinisiatif untuk meminta tolong.


"Sus bantu aku dong, tolong antar ini, tiba-tiba perut aku sakit." ucap Karin memegang perutnya.


"Kenapa?"


"Baiklah, minum air hangat di belakang." ucapnya.


Karin berjalan kebelakang dengan senang. Dia berjalan menuju toilet agar tidak mencurigakan.


Susi teman Karin mengantarkan pesanan ke meja 16. Aldo tiba-tiba merasa kurang senang saat ia tidak melihat Karin yang mengantarkannya. Entah kenapa melihat Karin berkerja di sini membuat dia lebih senang.


"Ini pesanan sebelumnya pak." ucap Susi meletakkan di atas meja.


"Kenapa kamu yang mengantarkannya? pelayan yang tadi mana?" tanya Fina karena ia ingin lebih menyapa Karin karena ia tau Karin adalah teman Frans.


"Dia sedang sakit perut mbak, maklumlah mbak sesama cewek suka datang tamu." ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih." jawab Fina.


"Sama - sama, apakah masih ada yang kurang pesanannya?" tanya Susi.


"Sudah cukup." jawab Farhan.


Di toilet Karin merasa sudah cukup lama. Dia merasa sudah waktunya untuk keluar dari persembunyiannya.


"Kayaknya udah aman." jawabnya sambil berkaca.


Karin berjalan meninggalkan toilet. Tiba-tiba dia terkejut ketika ada Aldo berada di depan toilet. Karin berjalan pura - pura tidak melihatnya.


Aldo yang melihat Karin lansung menarik Karin. Karin lansung kaget ketika Aldo menghentikan langkahnya.


"Kamu minum ini dulu." ucapnya memberikan sebuah minuman menggunakan gelas cup.


"Nggak, buat apa?"


"Kamu jika datang bulan suka sakit kan, ayo di minum air hangat gula aren." jawab Aldo.


"Siapa yang sakit perut?" tanya Karin mencoba cuek.


"Kamu jangan Geer, aku hanya membantu kami sesama manusia, tadi teman kamu bilang kamu izin ke toilet karena sakit perut, jika kamu tidak merasa sakit perut, apa ini karena kamu sakit hati melihat saya sama wanita itu?" tanya Aldo sedikit tersenyum.


"Maaf, kenapa saya harus sakit hati, maaf sekali tuan saya tau sekali posisi saya, mana berani saya memikirkan tuan yang mulia ini." jawab Karin mencoba menahan amarahnya.


"Bagus jika kamu tau diri, di antara kita memang jauh berbeda."

__ADS_1


"Yupz anda sangat mulia dan saya sangat hina, permisi tuan." ucap Karin meninggalkan Aldo dengan agak sakit hati.


__ADS_2