Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
memohon


__ADS_3

Karin duduk termenung di salah satu kamar berukuran besar. Meskipun ia berada di tengah kemewahan tapi Karin merasa tetap hampa. Belakang ini Farhan memperlakukan dia dengan baik. Begitu juga dengan yang lainnya. Kecuali Fina yang selalu memasang wajah jutek kepadanya.


Karin hanya diam di kamar. Ia sedang tidak ingin berbaur dengan siapapun. Karin merasakan sakit hati saat ini. Ia tau bahwa pernikahan Aldo dengan Fina akan berlangsung besok.


Semua persiapan telah di siapkan dengan baik oleh keluarga Aldo dan keluarga Farhan. Mereka begitu bersemangat mempersiapkan pernikahan ini.


Di lantai bawah nampak Aldo dan Farhan sedang berbicara. Farhan merasa bahwa Aldo wajib tau bahwa adanya pergantian pengantin.


"Maaf do, kami semua sepakat bahwa kamu harus menikah dengan Karin bukan dengan Fina." ucap Farhan membuka tujuan di undangnya Aldo kerumahnya.


Aldo begitu kaget mendengar penuturan dari Farhan. Hatinya lansung bergejolak mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Apa maksudnya gan? kamu bercandakan?"


"Aku nggak bercanda, aku serius, kamu harus nikahin Karin adikku yang bungsu." jawab Farhan nampak serius. Tidak ada guratan canda si wajahnya.


"Han kamu tau aku cintanya sama Fina bukan Karin, kamu jangan bercanda de." Aldo mulai emosi.


"Tapi kamu sudah merusak masa depan Karin."

__ADS_1


"Jika sekarang kamu yang saya suruh menikahi pelacur yang kamu bawa tidur, apa kamu mau?" tanya Aldo sudah tidak tahan dengan Farhan.


"Karin bukan pelacur, dia adik saya yang kamu rusak." ucap Farhan dengan emosi. Suaranya kali ini lebih tinggi dari biasanya.


Aldo sangat paham jika Farhan sudah memanggil saya ke dirinya sendiri artinya ia sudah di puncak kemarahan.


Namun Aldo tidak gentar demi cinta." Aku tidak bisa."


"Aku memohon kepada kamu do, Ku tau bahwa Karin hanya tidur dengan kamu, dia tidak pernah tidur dengan lelaki manapun, tolong bantu aku." ucap Farhan turun dari tempat duduknya lalu bersujud di kaki Aldo.


"Hey apa - apaan ini, berdiri Han." ucap Aldo membantu Farhan agar berdiri.


Aldo sudah menganggap Farhan sebagai saudaranya. Ia tidak mungkin menolak permintaan lelaki ini.


Aldo menarik nafas sedalam-dalamnya lalu menghembuskan dengan kasar."Baiklah, tapi aku tidak janji bisa mencintai dia dalam waktu cepat, jika semua ini gagal jangan salahkan saya karena hati saya ada pada Fina."


"Terima kasih, aku yakin bahwa lama kelamaan kamu akan menyukai dia." ucap Farhan memeluk Aldo dengan senang.


Aldo tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Yang ia tau saat ini adalah mencoba mengabulkan permintaan sahabatnya.

__ADS_1


"Apakah Fina sudah tau?" tanya Aldo.


"Sudah, walau dia awalnya menolak tapi dia tidak punya pilihan." jawab Farhan.


"Kenapa kamu memilih menyakiti hati Fina daripada Karin?"


"Karena sebagai penebusan atas semua salah kita berdua, aku yakin dia dulunya terpaksa mengambil pekerjaan seperti itu." jawab Farhan menyakinkan dirinya. Ia sudah terima resiko di diamkan Fina.


"Aku punya syarat, aku tidak mau keluargaku tau masalah ini semua."


"Aku tidak janji bisa menutupi lagi, soalnya om Fahri dan lainnya sudah tau."


"Apa??? kok bisa tau? mau ditaro dimana mukaku?" tanyanya dengan kesal kepada sahabatnya.


"Taro di pantat aja, sok bersih sih." ucap Farhan tersenyum mengejek sahabatnya.


"Hey seluruh orang di negara ini tau jika aku ini anak baik - baik." ujar Aldo semakin kesal.


"Bersiaplah menjadi badboy." ujar Farhan tidak mau kalah.

__ADS_1


__ADS_2