
Karin terbaring di ranjang rumah sakit. Dia masih membutuhkan perawatan pemulihan. Doni tidak mau mengambil resiko jika terjadi yang tidak di inginkan.
Awalnya Karin menolak untuk di rawat kembali dengan alasan penghematan. Namun penghematan kali ini tidak di setujui oleh Doni.
"Kamu istirahat dulu, aku mau keluar dulu cari angin."
"Kamu jamin ini nggak akan di temukan oleh Farhan?" tanya Karin memastikan.
"Saya nggak yakin, soalnya Farhan akan dengan mudahnya melacak kita, apalagi jika Aldo ikut campur."
"Semoga aja dia tidak mencari kita?" ucap Karin dengan agak melamun.
"Emang mau sampai kapan bersembunyi seperti ini?" tanya Doni.
"Untuk sementara biarlah seperti ini, kamu tau nggak di mana Rara?" tanya Karin ingat teman sekolah nya dulu.
"Temanmu itu sudah menjadi simpanan sugar Daddy kaya raya, nggak usah deh jumpa dia, kamu lebih baik menghindar."nasihat Doni.
"Aku senang jika kamu sudah sadar Don, semoga Rara juga seperti itu." Doa Karin.
"Aku tidak mungkin seperti dulu selamanya, aku harus mikirin masa depan aku."
"Dean gimana?" tanya Karin.
"Dean sudah kembali ke keluarga kaya rayanya, dia sekarang sudah mulai menjalankan bisnis keluarganya."
" Dean juga baik, tapi hanya dingin dan agak kejam Ja sedikit sama cewek."
__ADS_1
"Itu karena dia pernah di tinggalkan kekasihnya." jawab Doni.
"Masa muda biarlah kelabu yang penting masa depan cemerlang."
"Yupz, semangat ya, aku masih ada urusan."
Karin mencoba memejamkan matanya saat Doni meninggalkannya. Dia harus banyak istirahat agar cepat pulih.
Namun saat memejamkan mata, dia mendengar suara pintu kembali terbuka
"Kok balik lagi Don?" tanya Karin.
"Kamu pilih pulang atau Doni kami penjarakan atas laporan penculikan." ucap Farhan berdiri dengan tatapan tajam menatap Karin.
"Doni tidak bersalah, jangan pernah libatkan dia."
"Jika kamu tidak pulang bukan hanya masuk penjara, tapi saya akan hancurkan karirnya Samapi ke akar - akarnya." ancam Farhan.
"Terserah, aku tidak peduli bahasa mutiara kamu."
"Jangan ganggu hidup Doni."
"Baik jika kamu patuh."
Karin akhirnya terpaksa ikut patuh dengan ucapan Farhan. Doni sangat berjasa bagi hidupnya.Dia tidak mungkin tega Farhan menghancurkan hidup temannya itu.
Farhan bertepuk tiga kali. Lalu datanglah dua beberapa orang berpakaian hitam-hitam. Perempuan itu tampak bukan perempuan biasa. Mereka tampak terlatih.
__ADS_1
Mereka membantu Karin agar memudahkan Karin untuk ikut Farhan. Farhan membawanya pulang dengan rawat jalan.
Ditempat lain keluarga Farhan yang lain tanpa sedang berkumpul. Di ruang tengah nampak om Fahri dan istrinya, lalu Frans dan Fina. Om Fahri ingin memberi tahu kepada Fina apa yang akan terjadi.
"Fina sebelumnya kami mohon maaf, kami akan membatalkan pernikahan kamu."
"Kenapa om?" tanya Fina bingung dengan ucapan omnya.
"Kamu tau Karin?"
"Iya aku kenal, dia teman Franskan?" tanya Fina.
"Ya, ternyata dia simpanan Aldo dulu."
"Simpanan?" tanya Fina masih tidak percaya dengan pendengarannya.
"Iya kak." ucap Frans.
"Kalian tau darimana?"
"Dari abangmu Farhan, selain itu Karin juga ternyata adik kamu." ucap Om Fahri membuat hati Fina seakan di guncang gelombang.
"Lalu apa hubungannya dengan pernikahanku om, aku mencintai Aldo."
"Kak masa kakak tega sama Karin adik kita, masa depan dia hancur jika tidak di nikahi oleh Aldo." ucap Fina.
"Tapi bagaimana dengan aku? mau di mana di tarok wajah kakak Frans?" tanya Fina emosi.
__ADS_1
"Kamu masih bisa cari yang lain." ujar tantenya yang dari tadi diam aja."
"Aku keberatan, aku tidak akan melepaskan Aldo apapun yang terjadi." ucap Fina berdiri meninggalkan ruang tengah.