Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Kembali kerumah


__ADS_3

Setelah dari rumah Farhan, Aldo membawa Karin pulang ke rumahnya.Ia ingin memperbaiki semuanya dari keluarganya. Ia tidak ingin Karin tidak disukai oleh kakeknya.


pada awalnya Karin ragu untuk ikut pulang akan tetapi Aldo terus meyakinkannya. setelah melihat perubahan sikap Aldo selama beberapa hari, Karin yakin bahwa ia juga harus memperjuangkan cintanya.


Mobil sudah terparkir dengan rapi di garasi rumah Aldo. Aldo menuntun istrinya ketika masuk dalam rumah. Mereka disambut hangat oleh kedua orang tua Aldo.


Sedangkan kakek Aldo masih memasang wajah masam. Kakek Aldo masih belum menerima kehadiran Karin di rumah ini.


"Akhirnya kamu pulang juga."ujar kakek dengan ekspresi datar.


"kakek nggak kangen sama kami? kok ekspresinya kayak gitu?"tanya Aldo dengan tersenyum.


nenek Aldo yang selama ini diam tiba-tiba berbicara.


"Giliran cucu nggak di rumah ditanyain eh udah pulang dicuekin."ujar sang nenek kesel dengan suaminya.


"Udahlah udah tua itu ngikut aja sama keinginan cucu jangan macam-macam lagi ntar penyakit kumat repot."omel neneknya


"Iya pa, insyaallah ini terbaik buat kita semua, Papa harus bisa menerima Karin sebagai cucu menantu di rumah ini." bujuk papa Aldo.

__ADS_1


"Jika memang itu yang Aldo inginkan ya sudah, saya bisa apa." ucap sang kakek.


"Tapi apakah oom yakin? bagaimana jika Dia mempermalukan keluarga kita?"tante Nila masih tidak terima dengan ucapan si Kakek Aldo.


"Kamu sebaiknya tidak usah ikut campur urusan rumah tangga aldo, Kamu itu orang luar." tegur nenek Aldo menegur Nila.


"Jadi saya orang luar nih Om?"


"jelas Kamu orang luar, ini urusan Aldo dengan istrinya, jika Aldo menerima Karin sebagai Istrinya kenapa kamu yang melarang, Jika kamu mengganggu keluarga ini lagi kamu kembali aja asalmu." nenek Aldo ngomel.


"Iya Nila, kita sebagai orang dewasa cukup memperhatikan saja, Aldo sudah dewasa dia bisa menentukan mana yang terbaik untuk hidupnya." tegur papa Aldo.


"Bukan menyalahkan tante, tapi tante mungkin memang salah." jawab Aldo ceplas-ceplos.


"Kok kamu ngomong gitu Aldo? coba lihat cucumu sudah tidak menghormati aku lagi." adunya kepada kakek Aldo.


"Sudahlah nila, kepalaku pusing kamu jangan menambah pikiranku lagi."jawab kakek Aldo juga mulai kesal.


Tante Nila semakin kesal karena tidak ada yang membelanya lagi. Dia tidak terima dengan kehadiran Karin. Tante Nila bahkan sangat dendam dengan Karin.

__ADS_1


"awas aja kamu akan aku buat hidupmu menderita tinggal di sini."ucap tante Nila dalam hatinya.


Sama dengan Rere, dia juga tidak terima ibunya dipermalukan seperti ini. Hatinya begitu sakit saat diperlakukan seperti ini oleh keluarga Aldo.


"Kamu liat aja Karin, sejauh mana kamu bisa bertahan." ucapnya dalam hati.


ketika semuanya terdiam, Aldo menuntun Karin berjalan menuju kakeknya. Aldo menyalami kakeknya meminta maaf apa yang terjadi kemarin. setelah Aldo berdiri Karin juga menyalami sang kakek. awalnya Karin ragu karena takut sang kakek akan menolak.Akan tetapi ternyata sang kakek tidak menolak ketika disalimin oleh Karin.


"Sekarang kamu cucu menantuku, cepat-cepat kamu berikan aku cicit biar aku masih menikmati suara tangis bayi dalam rumah ini." ujar sang kakek sambil tersenyum.


"hei Dia baru saja menikah masa sudah disuruh buat cicit, nanti dia semakin takut sama kamu."ujar sang nenek kepada sang kakek.


"Tujuan menikah untuk buat anakan?" tanya kakek.


"Emang kamu pikir kami wanita ini produk anak."jawab nenek Aldo.


"Sudah - sudah tidak usah bertengkar seperti itu kakek dan nenek, tenang Aku akan memberi cucu secepatnya, oleh karena itu jangan ada yang mengganggu ya." ucap Aldo lansung memboyong Karin kedalam kamarnya.


Melihat Aldo membawa karir ke dalam kamar membuat para ketua tertawa sedangkan tante Nila dan Rere semakin sakit hati.

__ADS_1


__ADS_2