
Aldo dan Karin telah mengantri untuk bertemu dengan dokter kandungan. Nama mereka dipanggil oleh perawat. Saat mereka dipanggil, mereka masuk ke ruang dokter dengan bersemangat.
"Hallo selamat siang, dengan ibu Karin?" tanya dokter dengan lembut lembut.
"Iya dok."
"Apa keluhannya?"
"Istri saya bulan ini belum datang bulan, Saya ingin cek Apakah istri saya hamil atau bagaimana." ucap Aldo dengan semangat.
"Baik, Apakah sebelumnya sudah pernah tes pakai tespek?" tanya sang dokter sambil tersenyum.
"Belum dok, saya ingin cek lansung agar saya tau jawaban yang jelas." jawab Aldo mendominasi.
"Baiklah, apakah ada keluhan seperti mual di pagi hari?" tanya dokter.
"Nggak ada dok." ucap Aldo.
"Boleh yang menjawab ibunya pak, biar saya lebih jelas."
"Apa nggak bisa lansung di cek aja."ucap Aldo tidak sabar. Dia ingin tau secepatnya.
"Maaf dok, suami saya ini memang kelewatan." ucap Karin.
"Nggak apa-apa, ibu mau cek pakai USG atau tespek."
"Tolong si ibu pipis dulu dan melakukan tespek ya Bu."
"Kenapa tidak lansung USG aja dok?" tanya Karin bingung.
"Tadi bapak mengatakan baru mengalami terlambat datang bulan bulan ini, jadi saya sarankan tespek saja dulu, sebab jika lewat USG biasa kantong kehamilan baru terbentuk di Minggu 4 - 7, Nah jika hasil tespek positif Minggu depan kita cek lewat USG." jawab Sang dokter bernama Neli.
"Jika negatif tapi belum juga datang bulan."
"Tetap kita tes Minggu depannya lewat USG." jawab sang dokter.
Karin Mas berjalan masuk ke dalam toilet membawa tempat urine. Dia juga tidak lupa membawa tespek.
__ADS_1
Karin agak cemas karena takut hasilnya mengecewakan semuanya termasuk dirinya. Dia berjalan sambil doa agar kali ini doanya dikabulkan.
Setelah 10 menit barulah Karin keluar dengan wajah yang murung. Aldo paham pasti istrinya kecewa karena negatif. Dia terlalu terburu-buru membawa ke dokter tanpa harus tes di rumah saja.
"Apa hasilnya buk?" tanya dokter.
Karine menyerahkan tespek kepada sang dokter.
"Negatif dok." ucap Karin dengan ekspresi sedih.
Dokter melihat hasil tespek yang memperlihatkan garis samar. Dia tersenyum kepada pasien yang sudah sedih.
"Ini positif Bu, selamat Bu Karin akan menjadi ibu selamat bapak akan menjadi seorang ayah." dokter senyum melihat keduanya.
"Tapi itu dok?" tanya Karin pada sang dokter.
"Itu samar buk, jika ibu tes lagi di Minggu depan pasti jelas garisnya, Minggu depan kita lansung nliat di USG aja ya Bu." ucap dokter Neli.
"Jadi benar saya hamil?"tanya Karin masih tidak percaya.
"Benar Bu." jawab sang dokter.
"Benar pak, selamat ya buat bapak dan ibu." ucap dokter.
Aldo memeluk istrinya dengan senang. Apa yang mereka tunggu akhirnya datang. Mereka akan kedatangan seorang bayi mungil.
"Ini vitaminnya saya buatkan silahkan di tebus di apotik, di minum ya Bu Karin." nasehat dokter.
"Baik dokter." jawab Karin.
"Dok saya mau bertanya, apakah ketika USG jenis kelaminnya lansung tau?". tanya Aldo antusias.
"Belum bisa pak, nanti pas Minggu 18 - 20 ya pak."
"Tanya satu lagi, apakah kami masih boleh berhubungan suami istri?" tanya Aldo membuat Karin mencubit perutnya.
Karin sangat malu dengan pertanyaan sang suami. Saat seperti ini masih bisanya suamimya bertanya hal seperti itu.Sang dokter tersenyum menanggapi pertanyaan seperti itu.
__ADS_1
"Sebenarnya boleh pak, tapi saya sarankan jangan dulu."
Aldo sangat senang bahwa dia akan mendapatkan anak. Akan tetapi mulai hari ini dia harus mulai puasa.
Ketika di perjalanan Aldo lansung protes kepada Karin karena memilih dokter yang ia mau. Aldo inginnya mereka ke dokter langganan mereka. Akan tetapi Karin bersikeras untuk mengganti dokter.
"Kenapa susah kali jika bisa langsung USG kenapa harus tespek dulu." ucap Aldo dengan kesal.
"Udahlah, ikuti saja, ini dokter saran dari temanku, katanya bagus, lagian sudah jelas hamil kenapa masih protes."
"Tau cuma tespek mending di rumah aja."
"Banyak bawel aku ngambek nggak mau makan." ancam Karin.
Aldo terpaksa diam karena Karin sudah mengancamnya. Dia melakukan mobilnya menuju rumah Farhan terlebih dahulu untuk menunaikan nazarnya.
drrrrrrrrr
Ponsel Aldo berbunyi di sakunya. Dia melihat sang Mama sedang menelponnya. Aldo memberikan telepon genggamnya kepada Karin.
"Tolong angkat."
"Halo ma, Assalamualaikum." jawab Karin dengan sumringah.
"waalaikumsalam, gimana hasilnya?"tanya mamanya dengan tidak sabar.
"Alhamdulillah ma positif hamil."jawab Karin dengan senang.
"Alhamdulillah."Jawab Papa Mama, kakek dan nenek berbarengan sambil tertawa senang.
"ayo cepat pulang, Aldo kamu hati-hati bawa mobil." ucap sang kakek.
"Iya kek, tapi kami singgah sebentar di rumah Farhan."
"Farhan biar mama suruh kerumah saja, Karin lebih baik banyak istirahat." ucap mama.
"Tapi Mama jangan cerita dulu bahwa kami hamil." permintaan Aldo.
__ADS_1
"Baik, hati - hati." ucap sang mama.