Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Dia lagi


__ADS_3

Melihat Aldo di sebelahnya Karin dengan cepat menghapus air matanya. Dia tidak ingin melihat lelaki ini atau sahabatnya. Lelaki ini memang sangat ia cintai. Lelaki ini sempat memberikannya sedikit kebahagiaan. Tapi semua sudah di hancurkan kembali dengan tangannya sendiri.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Karin dengan ketus.


"Ini tempat umum."


"Pergilah, jangan mempersulit hidup aku lagi."


"Aku senang melihat kamu mau bekerja susah seperti ini, bertahanlah."


"Aku tidak butuh belas kasihan dari kamu."


"Aku tau Farhan memang keterlaluan, jika memang kamu tidak boleh kerja di sana,aku siap membantu kamu." ucap Aldo merasa sakit hati saat Farhan menghina wanita ini.


"Aku tidak butuh bantuan apapun dari kamu, cukup jangan muncul lagi di hidupku, aku juga tidak akan muncul di sekitar mu." ucap Karin.


"Kamu kenapa sih keras kepala begini? apa kamu maunya Doni lagi yang mencarikan kamu pekerjaan, melayani lelaki bejat." ucap Aldo mulai emosi juga.


"Doni jauh lebih baik dari kamu, jika dia masih di sini tentu aku akan menghubungi dia."

__ADS_1


"Ohw ternyata dia sudah tidak di sini lagi? jadi itu penyebab kamu tidak menemukan tambang emas kamu?" ucapan Aldo kali ini mulai menyakitkan hatinya.


"Bukan urusan kamu." jawab Karin.


"Baik, jika kamu tidak mau aku bantu, ya sudah, tapi ingat jangan melawan Farhan, dia bisa saja melakukan apapun demi keluarganya." nasehat Aldo.


"Terima kasih tuan." jawab Karin meninggalkan Aldo.


Aldo hanya menatap iba punggung wanita itu. Dia tau bahwa wanita itu cukup rapuh. Wanita ini sama seperti pertama kali bertemu dengannya. Dia adalah wanita paling rapuh ketika ia temukan.


Aldo berjalan menuju mobilnya yang sudah jauh ia parkir. Belum sampai di mobil ia melihat Farhan sedang menunggunya.


"Kamu keterlaluan." ucap Aldo.


"Lalu kamu kasihan sama dia? kenapa nggak kamu nikahin aja dia sekalian." ucap Farhan masih tenang.


"Jika aku jatuh cinta kepadanya mungkin aku nikahi."


"Jatuh cintalah tapi tinggalkan asik aku." ucap Farhan.

__ADS_1


"Kamu jangan coba-coba mengancam aku, kita di masa lalu sama bejatnya, tapi kamu tidak perlu menghina mereka dengan sehina itu, mereka juga punya hati." ucap Aldo emosi tidak terima.


"Bela trus wanita itu, apa kamu mau menjadikan dia simpanan kamu lagi."


"Kenapa kamu sangat membencinya? apa dia punya salah sama kamu?" ucap Aldo menantang Farhan.


Farhan mengingat semuanya. Dia tidak menemukan jawaban Aldo. Karin tidak pernah membuat masalah dengan dirinya. Farhan bahkan tadi sangat sakit hati ketik melihat mata amber Karin meneteskan air matanya.


Farhan tadi sempat mengikuti wanita itu. Setelah mencaci makinya, hatinya juga terasa sakit. Apalagi saat melihat kemarahan Karin yang tertahan.


Tapi ketika melihat Aldo menghampiri wanita itu sedang menangis hatinya mulai marah lagi. Ia hanya takut Jika Aldo memilih Karin dan meninggalkan adiknya.


"Sejak kapan kamu menjadi kejam seperti ini ?" tanya Aldo.


"Aku hanya kuatir jika Frans dekat dia maka masa lalu aku dan kamu akan terekspos.


"Sudahlah,biarkan saja dia bekerja di restoran itu, aku yakin dia tidak akan mungkin membuka aibnya sendiri." ucap Aldo.


"Bagaimana jika dia keceplosan, atau salah tamu yang pernah ia bawa tidur melihatnya di restoran Frans."

__ADS_1


"Aku nggak yakin bahwa dia kembali tidur dengan sembarangan lelaki." Aldo kembali mengingat betapa pemalunya Karin diranjang.


__ADS_2