
Aldo kesal karena Farhan tidak mau mendengarkan pendapatnya. Dia keluar dari perusahaan milik Aldo. Aldo sering menegur Farhan yang kadang dinilainya berlebihan. perusahaan Farhan ataupun perusahaan Aldo bukanlah perusahaan raksasa seperti karena grup.
Mereka memang terdaftar sebagai pengusaha terkenal di negara ini. akan tetapi perusahaan mereka bahkan tidak masuk 5 besar di negaranya. jika diurut berdasarkan harta kekayaan maka Aldo ataupun Farhan tidak berada di urutan 5 besar.
Keluarga Aldo berada di urutan orang terkaya 7 di negaranya. Sedangkan Farhan masih di bawah keluarga Aldo. Farhan sebenarnya anak yang baik akan tetapi pengalamannya yang menyakitkan membuatnya sedikit agak kasar.
Aldo lansung membawa mobilnya menuju kampus. Dia hari ini akan memainkan drama bersama dengan Gladys. Siang ini dia akan membuat Karin lebih cemburu agar istrinya sendiri membatalkan keinginannya.
Aldo juga lelah dengan semua sandiwara yang ia mainkan. Dia ingin hubungan keluarganya harmonis seperti sedia kala walaupun tanpa kehadiran seorang anak.
Aldo memarkir mobilnya di depan gerbang kampus. Ia berdiri di depan mobilnya dengan sekeren mungkin. Para wanita yang melihatnya tersenyum klepek-klepek.
Karin yang melihat pemandangan tersebut menjadi lebih kesal. Dia tahu bahwa Aldo sedang memamerkan ketampanannya. Dia tahu bahwa suaminya itu sedang dalam masa puber kedua.
Buktinya Aldo lebih ngebet ingin menikah dengan Gladys. Dia yakin bahwa Aldo saat ini sedang mencari target baru untuk incarannya.
__ADS_1
" Apa mungkin dia sedang mencari istri ketiga? atau dia sedang mencari wanita yang lebih baik lagi daripada Gladys" gumam Karin berdiri mengamati Aldo dari kejauhan.
Saat Karin sedang memperhatikan album ternyata gladys sedang berjalan mendekati suaminya. Dia tidak terima melihat wanita itu berjalan lebih dahulu pada suaminya. Dia takut para mahasiswa melihat hal tersebut.
Karin kesal melihat sikap suaminya yang tidak bisa menjaga nama baiknya sendiri. Padahal dia pengusaha terkenal akan tetapi dia tidak takut akan masuk berita oleh oknum-oknum yang tidak menyukainya.
Karin melangkahkan kakinya dengan cepat. Ia sampai lebih dahulu daripada Gladys.
"Mas jemput aku?" tanya Karin dengan wajah tersenyum sumringah.
"Hai kak Aldo, kita lansung pergi?" tanya Gladys dengan riang.
"Jadi dong, ini kakak menjemput kamu." jawab Aldo.
"Mas ada baiknya antar aku dulu, kalian belum menikah bagaimana nanti publik melihat kalian." jawab Karin mengingatkan Aldo.
__ADS_1
"Gimana Gladys?"
"Nggak apa mas, nanti Karin kita turunkan di depan."
"Mas harus ya minta pendapat wanita ini?" tanya Karin.
"Gimana ya Karin, karena mas sudah janji mau jalan sama dia, kami ingin menjadi chemistry agar lebih cepat saling mengenal, kamu juga harus belajar adil karena nanti Mas juga akan membagi waktu dengan kamu dan dia." jawab Aldo.
Aldo berharap bahwa ini terakhir kalinya Ia bermain drama di depan Karin. Dia ingin karin membatalkan niatnya untuk mencari kan suaminya istri kedua.
Namun apa yang ada di otak Aldo tidak jalan dengan semestinya. Karin malah menyetujui ide Gladys.
"Baik mas, mas benar kalian harus saling mengenal, nanti turunkan aku di depan aja, biar aku naik taksi aja." ujar Karin lansung masuk kedalam mobil.
Karin tidak ingin wanita itu duduk di depan saat ini. Maka dari itu Karin lansung membuka pintu job depan. Sedangkan Aldo dan Gladys hanya tersenyum hambat ketika melihat Karin masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Gagal lagi." ucap Gladys mengejek Aldo