Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Asal usul Karin


__ADS_3

Farhan mendatangi kantor polisi tempat lelaki itu di tahan. Farhan ingin menyelidiki semuanya dengan jelas.


Ketika lelaki tua itu keluar, dia nampak. ingung melihat Farhan. Paman Karin merasa tidak mengenal Farhan dalam hidupnya.


"Siapa kamu ? dan ada keperluan apa dengan saya?" tanya Lelaki yang bernama Yadi.


"Saya saksi yang melihat anda tadi siang." jawab Farhan.


"Apa mau kamu?"


"Saya tidak menyukai gadis tadi, dan saya bisa saja menjadi saksi anda agar anda bebas." jawab Farhan.


"Wanita itu emang tidak tau diri, bisa - bisanya dia kabur dari saya." ucapnya bersemangat karena mendengar Farhan akan membebaskannya.


"Apakah dia simpanan anda?"


Yadi tertawa mendengar pertanyaan Farhan.


"Maunya begitu, tapi dia selalu menolak." jawab Yadi.


"Mungkin uang yang ada kasih kurang."


"Hey buat apa saya kasih dia yang, harusnya dia berterima kasih karena sudah aku besarkan." jawab Yadi.


"Anda siapa dia?"


"Tentu saja saya pamannya." jawab Yadi.


"Baik, saya akan mengurus anda secepatnya." ucap Farhan meninggalkan Yadi sendirian.

__ADS_1


Farhan masih belum puas dengan jawaban lelaki itu. Dia tau bahwa lelaki itu adalah salah satu yang menculik adiknya. Akan tetapi dia harus mencari bukti.


Farhan lalu menelpon Aldo agar datang menemuinya ke rumah sakit. Farhan juga meminta Doni menjenguk Karin.


"Kenapa sama Karin?" tanya Aldo ketika sampai di rumah sakit.


"Masih peduli?"tanya Farhan.


"Jangan begitulah bro, Karin gadis yang baik selama tinggal bersama aku."


"Nikahi dia tinggalkan adikku."


"Jangan seperti itu, aku mencintai Fina." ucap Aldo.


"Dia tadi di kejar oleh orang yang mengaku pamannya, lalu dia tertabrak mobil." jelas Farhan.


"Hidup Karin tidak pernah bahagia, kasihan dia, dia selalu di siksa oleh pamannya sejak kecil." ujar Doni.


"Kata orang-orang sana, Karin itu bukan anak Yadi, para tetangga nggak tau Karin di bawa darimana." jawab Doni.


"Karin nggak bertanya langsung?" tanya Farhan.


"Mana berani, asal dekat Tadi pasti kena pukul, Yadi sangat membenci Karin, kadang dia ingin melecehkan Karin, itu sebabnya istrinya tidak suka dengan Karin." jawab Doni.


"Aku pikir Karin sudah aman bersama Aldo, aku sengaja mencarikan dia sebagai simpanan Aldo, aku tau Aldo orangnya lebih tenang daripada Farhan, Aldo masih ada hati nuraninya." jelas Doni.


"Kurang ajari." ucap Farhan tidak terima.


"Setelah dia berpisah dari Aldo, dia tidak bekerja sebagai simpanan lagi, dia cari kerja yang baik, aku mencarikan di pekerjaan di kantor Randi salah satu teman, berhubung kerjanya tabrakan dengan jadwal kuliah, dia mundur lalu kerja di restoran." jelas Doni lagi.

__ADS_1


"Karin kuliah?" tanya Aldo sedikit senang.


"Iya, dia kuliah di tempat yang sama dengan aku." jawab Frans yang dari tadi diam.


"Karin kuliah dari uang yang di berikan oleh Aldo, dan dia juga beli rumah dengan uang yang Farhan berikan." jawab Doni.


"Karin anak yang baik, dia hanya salah bergaul dengan Rara dan kami, dia waktu itu masih labil dan butuh uang untuk hidup." ucap Doni lagi.


"Jika Karin bukan anak saudara Yadi apa mungkin dia anak orang lain?" tanya Farhan.


"Yadi tidak punya saudara lagi, begitu juga istrinya." jawab Doni.


"Sebenarnya aku dulu melihat Yadi di masa muda, dia salah satu komplotan menculik adikku Fanya." ucap Farhan.


Semua terdiam dan kaget mendengar cerita Farhan.


"Kamu nggak salah ingat?" tanya Aldo.


"Tidak."


"Dari darah kalian cocok, kamu sadar nggak sih jika warna bola mata kian berdua sama?" tanya Doni.


Semua lansung memandang bola mata Farhan. Ya bola mata Farhan memang berwarna amber berbeda dengan Frans yang coklat sama seperti yang lainnya.


Farhan lansung ingat bahwa pertama kalinya dia bertemu Karin.Dia merasa mengenal bola mata tersebut. Farhan baru ingat bahwa bola mata Karin mirip dengan mamanya.


Yah Karin saat ini adalah bayangan mamanya dulu. Farhan lansung berdiri.


"Aku mau melakukan tes DNA, besar kemungkinan Karin adalah adikku Fanya."

__ADS_1


Semua orang terdiam mendengar kesimpulan yang keluar dari mulut Farhan.


__ADS_2