Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
cara Aldo menyelesaikan masalah


__ADS_3

Tidak butuh lama asisten Aldo masuk kedalam toko buku. Elda kaget saat melihat bos suaminya masuk kedalam toko. Begitu juga dengan asistennya Aldo, dia juga nampak kaget melihat istri manajer tempatnya bekerja bersama lelaki lain.


"eh pak bos ngapain di sini? mau cari buku juga?"tanya Elda kepada asisten yang Aldo.


"Kamu ngapain di sini? aku ada kepentingan." jawab asisten.


"Kebetulan kamu kenal, tahan wanita ini sampai Eric datang." ujar Aldo membawa Karin duduk di sebuah kursi. Dia lansung membawa Karin dalam pelukannya.


"Baik tuan."


"Tuan?" tanya Elda masih bingung.


Tidak butuh waktu yang lama karena jarak kantor dan toko buku tidak jauh. Sang suami Elda datang dengan terburu-buru.


Ketika sampai di sana dia kaget melihat ada istrinya bersama dengan bosnya. Dia merasa ada yang janggal dengan kejadian ini. Dia tidak tahu kesalahan apa yang diperbuat oleh istrinya sehingga bosnya memanggilnya seperti ini.


Eric paham bahwa saat ini bosnya sedang marah. Karena sudah bekerja cukup lama membuat Erik paham watak dari bosnya.


Begitu juga dengan Elda, di sana kaget dengan kedatangan suaminya saat ini. Dia segera melepaskan rangkulannya kepada Bian.Dia panas dingin takut ketahuan sedang selingkuh bersama laki-laki lain.


Sedangkan Karin menatap suami perempuan itu dari atas sampai bawah. Karin heran apa penyebab wanita itu bisa berselingku bahkan membayar seseorang untuk memuaskan dirinya.


"Maaf tuan, ada apa gerangan memanggil saya?"tanya Erik si akad tidak peduli dengan istrinya.


"Kamu kenal wanita ini?" tanya Aldo.


"Sayang, untung kamu datang, dia telah semena - mena sama saya, dia juga telah mencuri kalung saya."ucap Elda langsung mendekati suaminya.


"Itu tidak mungkin terjadi, apa kesalahan kamu sehingga aku di panggil oleh tuan Aldo pemilik perusahaan aku bekerja."Erik dengan marah kepada istrinya.


Elda sangat kaget saat suaminya memanggil lelaki itu sebutan pemilik tempatnya bekerja. Iansung paham situasi apa yang ia hadapi saat ini.

__ADS_1


Elda mencoba untuk melarikan diri secara diam-diam. Akan tetapi segera menahannya. Sedangkan Bian yang merasa situasinya sedang buruk langsung meninggalkan ruangan dengan terburu-buru.


Asisten Aldo hendak mengejarnya namun di cegat oleh Aldo


"Biarkan dia pergi." perintah Aldo kepada sang asisten.


"Baik tuan." jawab sang asisten.


"Gini rik, kamu udah selidiki siapa istri kamu ini?" tanya Aldo kepada Erik.


"Maksudnya tuan?" tanya Erik masih saja belum mengerti.


"Saran saya lebih baik kamu ceraikan saja dia dan cari pengganti yang lebih baik." ujar Aldo kepada Erik sang bawahannya.


"Maaf tuan, apa kesalahannya sama tuan?" tanya Erik bertanya agar lebih tau.


"Saya tidak ingin di bilang Cepu, tapi istri anda ini tadi menghina istri saya dengan sebutan *****, bahkan dia menawarkan istri saya melayani om om hidung belang, lalu dia menawarkan saya mau melayani teman - teman sosialitanya dengan menjadikan saya selingkuhan atau gigolo."cerita Aldo membuat Erik sangat kaget.


"Dia bohong."jawab istrinya.


"Ternyata kamu masih menyangkal, lelaki tadi adalah selingkuhan dia yang dia bayar, kamu udah selidiki kemana uang kamu selama ini?" tanya Aldo kepada Erik yang memang lebih tua secara umur daripada dirinya beberapa tahun.


"Ini mungkin atas kebodohan saya tuan, saya akan menyelesaikan sendiri tuan, maaf merepotkan dan menyinggung Tian dan nyonya." jawabnya dengan sopan.


"Dia tadi mengancam saya akan mengadu dengan kamu, katanya kamu bisa menghilangkan nyawa saya besok." cerita Aldo lagi.


Erik kaget mendengar cerita bosnya. Sedangkan Elda semakin panik. Dia paham situasi apa yang sedang dia hadapi.


"Maafkan saya tuan, saya tidak bisa .


melihat anda dengan jelas, maafkan saya yang tidak berdaya ini." ujar Elda berlutut di kaki Aldo.

__ADS_1


Aldo tidak menanggapi perempuan itu. Dia memohon kepada sang istri atasan suaminya.


"Maaf nyonya saya lancang dengan anda." ujarnya merasa bersalah.


"Sekarang tinggal kamu pilih Rik, serahkan surat pengunduran diri kamu atau ceraikan dia." ucap Aldo dengan tegas.


Karin, Elda dan Erik kaget mendengar perkataan yang keluar dari mulut Aldo. Sedangkan asistennya merasa biasa saja karena sudah tahu apa yang akan terjadi berikutnya.


"Baik tuan, akan saya pertimbangkan, besok pagi saya akan menghadap kepada Tuan di kantor." ucap Erik.


"Saya tunggu secepatnya." ucap Aldo lansung meninggalkan toko buku tersebut.


Semua orang yang melihat menyoraki Elda. Perempuan itu di tarik dengan paksa oleh suaminya keluar dari tokoh tersebut.


Sedangkan Aldo membawa karir ke dalam mobilnya. Tangannya tidak lepas dari sang istri seperti orang yang ketakutan kehilangan Karin. Semua orang terharu melihat betapa bucinnya sang suami kepada sang istri.


Ketika di dalam mobil Aldo lansung menyentil kening Karin.


"Aww, sakit mas." Karin mengadu kesakitan.


"Apa yang kamu liat dari Erik itu? sampai kamu memperhatikan dia dari atas sampai ke bawah." tanya Aldo masih tidak rela melihat istrinya memandang laki-laki lain dengan lama.


"Aku cuma heran aja apalagi yang cari wanita itu, padahal lelaki itu nggak tua dan akunya juga ya masih sehat dan bugar." jawab Karin mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.


"Lain kali kamu akan mas hukum jika melihat lelaki lain seperti itu." ujar Aldo kesal.


"Hey cinta aku dari dulu hanya untuk kamu, percaya aku tidak sama seperti wanita itu." ucapkan belum protes cemburu yang tidak beralasan.


"Aku tau itu,mana bisa kamu berselingkuh dari aku lelaki sempurna seperti ini." ucapnya tersenyum bangga.


"Sok ganteng tapi emang ganteng." ujar Karin tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di bahu Aldo.

__ADS_1


__ADS_2