Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
BAB 5 Keputusan Farhan


__ADS_3

Farhan masuk ke apartemennya dan melihat Rara sudah duduk di sofa. Wanita yang menemaninya hampir setahun ini tampak bergaya dengan glamornya. Diapun duduk di sebelahnya Rara yang memakai dress seksi berwarna pink.


“kamu sudah datang.” ujar Rara dengan lembut dan senyum menggodanya.


“Sesuai dengan yang gua bahas kemaren, gua pengennya hubungan gelap kita ini berakhir sampai disini aja."


“Yakin? nanti kangen loh ma gue, emang sudah ada yang kasih kepuasan melebihi gua.” Rara mulai melakukan aksinya dengan menempelkan dadanya ke tubuhnya Farhan.


“Yah, gua bakalan kasih loe 200 juta, jika loe macam –macam sama gua, loe bakalan liat akibatnya.” Farhan mendorong tubuh Rara.


“Jika itu maumu baiklah, tapi siang ini bolehlah kita habiskan waktu bersama dulu.”


Rara mendekati Farhan. Ia ingin tidak ingin meninggalkan Farhan begitu saja. Ia tau betul kelemahan Farhan. Ketika menjilat telinga Farhan tangannya juga tidak lupa bergerilya di dadanya Farhan.


Farhan mulai tergoda dengan apa yang dilakukan oleh Rara dan mulai membalasnya. Ia segera ******* bibir Rara dengan lahapnya. Semakin lama ciuman mereka semakin menuntut.

__ADS_1


Rara senang dengan apa yang terjadi sekarang. Dengan ciuman Farhan saat ini, ia tau jika Farhan belum bisa lepas sepenuhnya dari dirinya.


Begitupun sebaliknya Farhan semakin agresif terhadap rangsangan yang diberikan Rara kepadanya.


Tiba – tiba Farhan mendengar ******* yang dikeluarkan Rara semakin membuatnya tergila-gila.Farhan dengan cepat melepaskan Rara.Farhan segera merapikan kemejanya yang sudah terbuka separuh kancingnya.


“Sudahlah ra, jangan coba – coba pancing gua lagi, segera keluar dari sini jika loe masih ingin hidup tenang di kota ini” Ancam Farhan marah.


Rara yang melihat Farhan begitu marah lansung membenarkan bajunya dan pergi keluar dari apartemen Farhan. Ia begitu takut dengan kemarahan Farhan. Siapa yang tidak takut dengan ancaman farhan. Ia tidak pernah main – main dengan ancaman yang keluar dari mulutnya.


Sedangkan Farhan di kamarnya merasa sudah senang bisa lepas dari Rara. Farhan ingin memperbaiki dirinya kearah yang lebih baik. Ia sudah tidak ingin terjerumus pergaulan bebas yang membuat dia menjadi manusia yang paling bejat.


Farhan kaget tiba – tiba Karin sudah masuk ke apartemennya tanpa permisi. Ia bingung darimana Karin tau sandi apartemennya.


“Kamu ngapain masuk ke apartemen saya?”

__ADS_1


“Kamu nggak usah banyak tanya deh bang, harusnya aku yang bertanya kenapa kamu buang Rara begitu aja, apa kami ini sampah bagimu yang habis manis lalu dibuang begitu aja.” Karin mendorong Farhan dengan emosi.


“Bukankah kah kalian sendiri tau bahwa kalian memang sampah masyarakat, bukankah kalian hanya menikmati uang yang kami berikan." ucap Farhan tersenyum mengejek.


“Menikmati, pandangan anda bejat kali, kami ini memang pemuas nafsu bejat kalian tapi kami ini manusia.” Karin berusaha mendorong Farhan sekali lagi.


“Pelacur selamanya tetap pelacur, kalian jual kehormatan kalian demi uang, berapa orang yang sudah kalian layani, nggak usah munafik deh, kamu juga main dengan orang lain kan selain Aldo mungkin bahkan dengan om – om sekalipun.” Farhan menepis Karin.


“Iya aku pelacur, sekarang apa kamu ingin juga saya layani, mungkin anda bosan dengan tubuh Rara butuh variasi lain." Karin tertawa mengejek lalu mendorong Farhan sampai terjatuh di kursi sofa putih dan tubuhnya menindih Farhan.


Karin tidak membuang – buang kesempatan lansung mencium bibir Farhan namun Farhan menolak dengan cara mendorong Karin.Ingin sekali rasanya Farhan memaki wanita yang sudah lancang bersikap murahan padanya tapi ketika bertemu dengan mata Karin amarahnya hilang begitu saja.


Farhan tidak menyangka Karin begitu murahan begitu. Dia tidak tau apa yang bakalan dilakukan Aldo jika tau wanita seksnya mencoba merayunya. Farhan melihat wanita itu yang terdiam ditempat tanpa berani memandangnya lagi. Farhan melihat kearah lain lalu membuang nafas dengan kasar.


Amarahnya yang memuncak tertahan jika ia melihat mata Karin

__ADS_1


“ Mulai detik ini, kamu jangan pernah dekati gua lagi, jika nggak hidup loe gua bikin nggak tenang, loe ambil cek ini dan jauhi Aldo, dan ini keputusan gua tidak bisa dibantah.” Farhan begitu emosi melihat Karin yang baginya begitu ******. Karin gemetar mendengar amarahnya Farhan lansung mengambil cek dan pergi.


__ADS_2