Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
BAB 8 Fina


__ADS_3

Aldo sudah duduk dibangku kebesarannya dengan senyum –senyum. Karyawan juga heran kenapa Aldo pagi ini banyak tersenyum dan datangnya kepagian.


Aldo melihat keluar, meja sekretarisnya masih kosong pertanda orangnya belum datang. Tidak lama kemudian sang sekretaris pun datang. Aldo sengaja mencuri pandang diam – diam.


Aldo lansung memanggil sekretarisnya kedalam ruangannya. Sekretarisnya pun masuk kedalam ruangannya.


“ Ya pak, ada yang bisa saya bantu?” Tanya sekretaris.


“ Fin tolong buatkan saya kopi” Aldo tersenyum kearah Fina.


Ya Fina adalah nama sekretaris baru Aldo. Aldo lansung kesemsem ketika pertama kali berjumpa dengan Fina ketika interview kerja. Fina gadis yang cantik, pintar dan humble.


Hari ini Fina memakai blazer merah dan rok span hitam tiga per empat dan sepatu heels setinggi 15 cm membuat dia makin keliatan cantik.


“ baik pak” Fina tersenyum lalu berlalu meninggalkan ruangan kerja Aldo.


“ Manis sekali senyumnya” gumam Aldo sambil tersenyum – senyum.


Tidak lama kemudian Fina masuk kedalam ruangan dengan membawa segelas kopi.


“ Ini pak, silahkan diminum, ada lagi yang bisa saya bantu pak?” Tanya Fina masih berdiri didepan meja Aldo.

__ADS_1


“ Kamu siapkan dokumen untuk presentasi meeting nanti, dan siang nanti kita makan diluar sambil meeting dengan pak Farhan”


“ Baik pak, permisi pak”


Aldo masih melihat Fina keluar dari ruangannya sampai sekretarisnya itu duduk di mejanya.


Lalu Aldo meminum kopi buatan Fina.


“ rasa kopinya enak, tapi kenapa rasanya masih enakan kopi buatan Karin.” tiba – tiba Aldo teringat kopi buatan Karin.


“ Apa kabarnya anak itu ya?” gumamnya.


Aldo terkenang saat dia masih bersama Karin. Selama dekat dengan Karin ia tidak pernah jalan berdua dengan Karin. Ia terlalu sering melihat Karin termenung bahkan menangis ketika bersamanya.


Aldo berharap setelah lepas darinya Karin bisa menemukan kebahagiannya. Aldo kembali mengedarkan pandangan ke meja Fina yang berada diluar ruangannya. Fina tampak sibuk mengerjakan pekerjaannya sehingga ia tidak sadar bahwa ia tengah diperhatikan Aldo.


Aldo kembali mengerjakan pekerjaannya dengan focus. Sesekali ia mengedarkan pandangannya kembali kemeja Fina. Aldo rasanya bahagia sekali hari ini. Ia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya meski dengan mantan – mantan sebelumnya.


Tidak terasa karena saking fokusnya jam makan siang telah tiba. Aldo memakai blazer hitamnya lalu berjalan keluar ruangannya.


“ Fin udah siap, ayok kita jalan”

__ADS_1


“ Baik pak” Fina memberikan senyum terbaiknya lalu berjalan disebelah Aldo.


Semua mata tertuju kepada mereka berdua. Aldo memang baik kepada bawahannya, namun Aldo sangat jarang menerima sekretaris wanita bekerja padanya. Dan anehnya semenjak Fina masuk Aldo makin ramah kepada karyawannya. Mereka berbisik – bisik bahwa atasannya mulai suka pada Fina.


Dan banyak yang bilang bahwa mereka adalah pasangan serasi. Aldo memarkir mobilnya di restoran ternama. Ia berjalan masuk kedalam restoran dengan Fina disampingnya. Banyak pengunjung restoran yang berpikir bahwa mereka adalah pasangan serasi bukan atasan dan bawahan. Aldo menuju salah satu ruang VIP dimana Farhan sudah menunggunya disana.


“ Selamat siang bro” tegur Aldo


“ Ini kunjungan bisnis panggil saya pak Farhan” ejek Farhan.


“ Baik lah bapak – bapak” Aldo mengejek kembali sambil tertawa.


“ Pak Farhan ini sekretaris saya Fina, Fina ini pak Farhan partner kita sekaligus sahabat saya”


Fina mengulurkan tangannya kearah Farhan.


“ Fina pak”


“ Farhan “ sambut Farhan


Merekapun mulai membicarakan bisnis mereka yang sudah dua tahun ini mereka rancang. Yah perusahaan Farhan mulai bekerja sama dengan papa Aldo sejak dua tahun yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2