Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Suara Ana


__ADS_3

Ana berjalan menuju panggung dengan gontai. Banyak tepuk tangan mengiringi langkah kakinya menuju panggung. Dia tersenyum sumringah menuju panggung.


Karin pernah mendengar tentang ana sedikit dari Aldo. Aldo pernah bercerita bahwa Ana mempunyai hobi menyanyi. Akan tetapi hobinya tidak bisa disalurkan karena orang tuanya tidak suka jika dia menjadi penyanyi.


Karin juga tahu bahwa Ana akhirnya meninggalkan cita-citanya menjadi penyanyi semenjak meninggalnya orang tuanya. Ana terpaksa banting stir menjalani usaha orang tuanya di bidang konstruksi.


Pada awalnya Ana agak kesulitan bekerja di luar bidangnya. Akan tetapi karena kegigihannya Ana berhasil melewati semuanya.


"Selamat siang semua, semoga yang sedang patah hati segera disembuhkan, yang saat ini sedang berjuang mendapatkan cintanya semoga dilancarkan, dan untuk yang kurang sehat atau sakit semoga disembuhkan, semoga semua yang ada di sini diberikan rezeki baik berupa nafas, keturunan dan keuangan yang melimpah ruah seperti air zam-zam yang mengalir yang tidak pernah habis." ucap Ana.


"Aamiin." ucap para pengunjung berbarengan.


"Baiklah siang ini saya akan membawakan lagu "Sampai menutup mata."


Embun di pagi buta


Menebarkan bau basah


Detik demi detik kuhitung


Inikah saatku pergi?


Oh Tuhan, kucinta dia


Berikanlah aku hidup


Takkan kusakiti dia


Hukum aku bila terjadi


Karin terpana mendengar suara lembut yang dimiliki oleh Ana. Dia melihat betapa menjiwainya perempuan itu. Dia juga melihat bahwa banyak pengunjung yang memperhatikannya saat bernyanyi.


Aku tak mudah untuk mencintai


Aku tak mudah mengaku ku cinta


Aku tak mudah mengatakan


Aku jatuh cinta


Senandungku hanya untuk cinta


Tirakatku hanya untuk engkau


Tiada dusta, sumpah kucinta


Sampai ku menutup mata


Cintaku


Sampai ku menutup mata


Oh Tuhan, kucinta dia


Berikanlah aku hidup


Takkan kusakiti dia

__ADS_1


Hukum aku bila terjadi


Aku tak mudah untuk mencintai


Aku tak mudah mengaku ku cinta


Aku tak mudah mengatakan


Aku jatuh cinta


Senandungku hanya untuk cinta


Tirakatku hanya untuk engkau


Tiada dusta, sumpah kucinta


Sampai ku menutup mata


Cintaku


Sampai ku menutup mata


Suara tepuk tangan sangat gemuruh saat musik dan Ana berhenti bernyanyi.Para pengunjung sangat menyukai suara Ana. Mereka seperti terhipnotis saat mendengar suara wanita itu.


"Lagi, lagi, lagi." ucap Karin.


"Lagi, lagi, lagi." ucap para pengunjung juga mengikuti ucapan Karin.


"Wow gila keren abis, kayaknya penonton mau nambah lagi nih." ucap MC.


"Baik saya akan nyanyikan satu lagu lagi " Cinta di ujung nafas."


Dan kau duduklah disampingku


Ku ingin katakan kau cinta terakhir


Ku sampai hembuskan nafasku


Dalam dadaku pasti ada kamu


Di suaraku ini harapanku


Ku harap kau yang ada di samping


Saat nanti ku tutup usia


Dan kau yang terakhir ku lihat


Sebelum ku menutup mata


Dan ku harap kau yang jadi cinta di ujung nafasku


Sehidup, semati, seduka bahagia


Setangis, setawa, berdua


Ku harap kau yang ada di samping

__ADS_1


Saat nanti ku tutup usia


Dan kau yang terakhir ku lihat


Sebelum ku menutup mata


Dan ku harap kau yang jadi cinta di ujung nafasku


Dalam dadaku pasti ada kamu


Di suaraku ini harapanku


Ku harap kau yang ada di samping


Saat nanti ku tutup usia


Dan kau yang terakhir ku lihat


Sebelum ku menutup mata, ooh


O-oh


(Dan ku harap kau yang jadi) O-oh


Cinta di ujung nafasku


Karin merasa semakin yakin bahwa ada yang tidak beres dengan Ana. Dia yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan wanita itu. Apalagi saat melihat Ana meneteskan air mata saat menyanyikan lagu tersebut.


Suara tepuk tangan sangat meriah saat Ana selesai bernyanyi. Dia memberikan mik kembali kepada MC.


"Wow ternyata suara Ana begitu cantik secantik orangnya, aku penasaran apakah jangan - jangan dia artis." ujar sang MC.


"Saya hanya pegawai biasa." jawab Ana sambil tersenyum.


"Baik, sering - seringlah berkunjung ke sini Ana, dan lebih sering untuk menyumbangkan lagu lagi."


"Jika lain kali saya menyanyi di sini maka saya akan meminta bayaran." ucap Ana tersenyum sambil bercanda.


"Wah bisa di pertimbangkan pak bos pemilik kafe." ucap MC sambil tersenyum.


Ana turun dari panggung dengan sumringah. Dia disambut oleh Karin bangga. Sebagai teman cari merasa bangga dengan suara emas Ana.


"Kamu senang ya ngerjain kakak seperti ini." sambil mendudukkan tubuhnya di kursi.


"Hahahah sorry kak, tapi kakak benaran keren loh, kalah suara artis pendatang baru."


"Kirain kalahin suara Agnes Mo." ucap Ana tertawa.


"Suara Agnes lewat kak."


"Iya lewat di telinga, nah suara kakak entahlah."


"Bagus kok kak." jawab Karin tersenyum.


"Pulang yuk, Kakak capek mau istirahat."


"Ayuk."

__ADS_1


Setelah membayar makanan mereka pergi meninggalkan kafe tersebut. Ana menelpon sopirnya untuk menjemputnya. Akhir - akhir ini Ana memang selalu menggunakan sopir kemanapun.


__ADS_2