
Sejak kejadian itu Frans tidak menemukan Karin di kampus. Dia sudah mencarinya kesana sini. Frans juga sudah berusaha mencari ke kelasnya. Akan tetapi Wanita itu tidak pernah keluar.
Frans sengaja menunggu wanita itu. Dia tau setelah selesai kuliah wanita itu akan sibuk bekerja di restoran.
Ketika kelas Karin bubar, ia segara mencari keberadaan Karin. Karin keluar dari kelasnya. Dia seolah tidak melihat kehadiran Frans.
"Karin tunggu, aku mau kita bicara." ucap Frans.
"Maaf aku sibuk." ucap Karin dengan wajah datar.
Karin memang sengaja untuk menghindari Frans. Ia melakukan bukan karena di suruh oleh Aldo. Ia cukup tau diri dengan dirinya.
Ia tidak ingin Frans kecewa dengan dirinya.Meskipun hanya berteman akan tetapi ia tidak ingin temannya malu jika tau siapa dirinya di masa lalu.
Ia juga tidak ingin aibnya di masa lalu terbongkar karena kedekatan mereka. Dia tau bahwa Aldo dan Farhan sangat menentang pertemanan mereka.
"Kamu ini kenapa Karin? kenapa kamu marah?" tanya Frans kepada Karin yang terus berjalan.
"Aku tidak kenapa - napa, aku hanya sibuk."jawab Karin mencoba berhenti.
Ia juga lelah di kejar bagai hantu oleh Frans.
__ADS_1
"Kenapa kamu menjauhi aku? apa karena ucapan Abang aku? aku minta maaf." ucap Frans mencoba menenangkan Karin.
"Emang apa ucapan Abang kamu sehingga kamu yakin sekali itu penyebabnya?" tanya Karin sambil tertawa.
"Aku tau bahwa kamu nggak sehina itu, aku tidak percaya dengan ucapan Abang aku, maaf dia salah menilai kamu."
"Lalu bagaimana jika Abang kamu benar?" tanya Karin dengan tersenyum mengejek.
"Aku tidak peduli, kita ini berteman harus menerima kekurangan masing-masing." jawab Frans membuat hati Karin terenyuh.
Akan tetapi Karin cepat sadar. Ia tidak ingin ucapan lelaki itu membuatnya membuat hatinya lemah. Baginya ia hina cukup tau diri saja.
"Nggak Karin, apapun yang terjadi dengan kamu tidak akan menghalangi untuk bkita berteman."
"Aku ini nggak bisa bang." jawab Karin.
"Kenapa?" tanya Frans menatap wanita itu.
Entah kenapa Frans tidak bisa menjauh dari wanita itu. Wanita yang memancarkan butuh perlindungan. Wanita yang matanya selalu menangisi hidupnya yang keras.
"Aku ini hina, aku cukup tau diri." ucap Karin emosi.
__ADS_1
"Sehina apa kamu? siapa yang peduli dengan itu semua, bagi aku kamu tidak hina, kamu wanita baik." ucap Frans meyakinkan wanita itu.
"Frans menjauhlah dari aku, aku mohon sekali." mohon Karin.
"Aku tidak akan menjauh, tidak akan ada yang bisa memutuskan pertemanan kita."
"Jangan berteman dengan aku Frans, kamu bisa mengerti nggak."
"Nggak, aku nggak peduli dengan larangan abangku, toh aku dan dia baru kenal beberapa hari, aku lebih lama mengenal kamu." ucap Frans lagi.
"Jika kamu nggak mau ikut ucapan Abang kamu maka jangan pernah temui aku lagi." ancam Karin.
"Ya udah, aku akan ikut ucapan dia, tapi kita tetap berteman, oke." ucap Frans keras keras kepala.
"Kamu keras kepala bang."
"Biarin, kamu akan menjadi adik yang patuh buat aku, aku selalu ingin menjaga kamu." ucap Frans tersenyum.
"Kamu nggak suka sama aku kan?" tanya Karin memastikan semuanya.
"Mana mungkin aku bisa suka kamu, kan kamu tau siapa yang aku suka." ucapnya tersenyum mengejek.
__ADS_1