
Karin sedang duduk di kampusnya Sudah beberapa hari menyandang status sebagai istri Aldo namun Aldo masih saja tidak peduli dengan kehadirannya.
Karin berjalan di koridor kampus. Saat dia berjalan semua orang berbisik - bisik sambil menatap dirinya.
"Coba liat pelacur itu ternyata kuliah di sini." ucap salah satu.
"Iya, ternyata selama ini dia kuliah dari uang hasil menjual tubuhnya."
"Hati - hati sama pacar kalian, jangan sampai dekat sama dia."
Karin hanya berjalan tanpa mendengarkan apa yang di dengarnya. Ia hanya ingin menyelesaikan kuliahnya dengan aman dan nyaman.
Setelah selesai kuliah, dia berjalan menuju sebuah kafe. Karin berpikir bahwa ia harus mencari pekerjaan paruh waktu. Dia tidak mungkin bergantung uang kepada Farhan ataupun Aldo.
"Saya hanya butuh pekerja paruh waktu untuk mencuci piring." jawab pemilik kafe tersebut.
"Baik pak tidak apa - apa."
"Baik, kamu bisa mulai hari ini, kamu saya gaji 8 ribu perjam, gaji hanya boleh diambil sekali sebulan,kamu boleh mulai dari jam berapa dan selesai jam berapa."
__ADS_1
"Baiklah,apakah nggak bisa di naikin lagi pak?"
"Nggak bisa, kecuali kamu tidak part time, saya gaji satu juta lima ratus ribu rupiah."
"Saya ambil part time aja pak." jawab Karin memikirkan agar tidak pulang malam hari.
Karin memulai pekerjaannya sebagai pencuci piring. Karin menyelesaikan cucian piring dengan bersemangat.Ia tidak boleh bermalas-malas Demi mengumpulkan sedikit demi sedikit.
Karin percaya bahwa ia akan bisa mengumpulkan uang untuk biaya hidupnya sehari-hari. Dia tidak ingin merepotkan Farhan ataupun Aldo suaminya. Lelah di tubuhnya masih bisa ditahannya.
Karin hanya berencana mengambil pekerjaan part time sampai jam 06.00 sore. Ketika jam 07.00 malam dia harus berada di rumah.
Karin menuju halte menunggu bis untuk pulang. dengan uang seadanya ia tidak sanggup untuk naik taksi atau taksi online sekalipun.
Bis telah sampai di dekat perumahan rumah Aldo. iya berjalan menuju rumah Aldo kurang lebih 500 meter. Walaupun lelah Ia tetap bersemangat.
Karin telah sampai di rumah Aldo. saat ia masuk sebuah mobil juga memasuki pagar rumah. Ia melihat dua orang perempuan turun dari mobilnya.
"Waduh mah lihat deh ada istri pelacurnya bang Aldo."ucap Rere.
__ADS_1
"Iya kamu jangan terlalu dekat sama dia nanti ketularan loh."
"Idiwww mana Sudi mah deket-deket sama dia."
Saat Karin melewati keduanya tiba-tiba langkah Karin terhenti.
"Hei kamu, emang kamu bangga ya jadi pelakor."tanya nila dengan sombongnya.
"Pelakor murahan, hati kamu busuk banget ya masak calon suami kakakmu juga Kamu rebut." ucap Rere anaknya Mila yang berumur 21 tahun.
"Maaf Saya rasa saya tidak merebut siapa-siapa dan saya juga tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan kalian berdua." jawab Karin sambil berjalan meninggalkan keduanya.
"Awas aja kamu nanti." ucap Nila tersulut emosi.
Saat itu tiba-tiba mereka mendengar mobil Aldo memasuki garasi. mereka menunggu Aldo menghampiri mereka.
"Ngapain di sini Tan?"tanya Aldo.
"Ini nungguin kamu, istri kamu itu kurang ajar ya Al masak tadi tante di kata-katain sama dia." jawab Nila pura - pura bersedih.
__ADS_1
"Ada masalah apa Tante?"tanya Aldo.
"Tante tahu kalau Tante ini menumpang tapi Tante rasa Karin tidak perlu menghina Tante."