Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
Ana bersedih


__ADS_3

Gladys baru saja pulang dari rumah. Sesampainya di rumah dia ditatap oleh Ana sang kakak. Tatapan sang kakak sangat berbeda dari biasanya,tatapannya dingin dan tajam.


Gladys merasa tidak melakukan kesalahan hari ini tapi entah kenapa hatinya merasa ada yang tidak enak. Dia merasa akan terjadi letusan api hebat di dalam rumahnya.


"Darimana kamu?"tanya Ana kepada adiknya.


"Biasa dari rumah Yuni."


"jangan bohong kamu, ada hubungan apa kamu dengan Si Farhan?"tanya anak kepada adiknya.


Gladys kaget ketika kakaknya menyebut nama Farhan. Ia juga bingung dari mana sang kakak tahu bahwa dia habis bertemu Farhan mantan kekasih kakaknya. Gladys juga tidak tahu apa yang harus dia jawab.

__ADS_1


"Kakak tau darimana?"tanya Gladys dengan gugup.


"Tidak penting aku tahu dari mana, tapi kakak tanya ada urusan apa kamu dengan dia?"tanya Ana dengan galak.


"Apa urusan Kakak dengan aku pergi ke tempat Kak Farhan, toh Kakak juga sudah putus dengan dia, jadi buat apa halangin aku buat berkomunikasi dengan Kak Farhan, jangan bilang kakak cemburu, terlambat untuk cemburu toh Kak Farhan juga tidak ada hati dengan kakak." jawab Gladys membuat Ana semakin marah.


"Cemburu kamu bilang? siapa yang cemburu melihat kamu dengan dia, kakak hanya tidak suka kamu berdekatan dengan dia, itu saja." jawab Ana meninggalkan Gladys di ruang tamu.


Sedangkan di dalam kamar berukuran besar, seorang gadis nampak duduk bersedih. Ucapan adiknya membuat ia sadar bahwa Farhan tidak akan mungkin lagi menerimanya. Dia tau kesalahannya tidak bisa dimaafkan oleh siapapun termasuk Farhan.


"Mungkin dia bukan jodoh aku, mungkin ada wanita terbaik untuk dia." gumamnya.

__ADS_1


Ana menghapus air mata yang meleleh begitu saja. Dia tidak ingin terlihat cengeng hanya karena cinta. Ana masih punya tanggung jawab besar yang harus dipikulnya. Dia tidak boleh cengeng sebagai seorang pimpinan dan kakak.


Ana mengambil laptopnya untuk mengerjakan pekerjaan yang belum selesai. Bagi Ana dengan bekerja dia bisa melupakan semuanya. Apalagi kondisi perusahaan sedang tidak bagus. Papanya pergi begitu cepat sehingga ia belum siap untuk menyiapkan diri menanggung beban yang ada.


Saat ini keuangan perusahaan Ana sedang tidak baik. Dia sudah berusaha untuk mencoba menutupi kekurangan keuangan di perusahaan. Kegagalan proyek besar perusahaan membuat perusahaan rugi besar.


Ana tidak bisa berunding dengan sang adik. Dia juga tidak bisa memberitahu hal ini kepada adiknya. Dia tahu bahwa adiknya tidak akan terima jika hidup mereka berubah drastis.


Ana memikirkan cara agar ada investor yang mau menanamkan modal untuk perusahaannya. Jika. tidak maka perusahaannya akan pailit beberapa bulan kemudian.


Ana menangis lagi memikirkan semua yang terjadi padanya. Ia bahkan tidak punya saudara untuk diminta bantuannya.Ana ingat seseorang yang bisa membantunya mengatasi semua ini. Dia

__ADS_1


harus bisa membuat proposal untuk diajukan ke perusahaan ternama di negaranya. Tapi ia yakin bahwa itu akan sulit. Tapi Ana tidak mau menyerah begitu saja. Dia ingin mencoba agar perusahaan sebesar Arkarna Group mau memberinya kesempatan. Hanya itu keinginan Ana saat ini.


__ADS_2