Setulus Cinta Karin

Setulus Cinta Karin
kecelakaan


__ADS_3

Sejak malam itu Karin tidak pernah muncul lagi di restoran itu. Bahkan besoknya ketika restoran sudah berpindah tangan, Karin tidak datang untuk bekerja.


Karena Karin tidak muncul lagi membuat Frans sangat sibuk mencarinya. Dia tau bahwa Karin menghilang ada sebabnya. Frans juga mencari Karin di kelasnya. Akan tetapi dia selalu tidak menemukan wanita itu.


Ketika di pinggir jalan ia melihat Karin sedang berjalan. Frans tau bahwa wanita itu sedang menjauhinya.


"Karin tunggu." ucap Frans menghentikan langkah Karin.


"Kemana aja kamu Karin?"


"Aku sibuk." jawab Karin seadanya.


"Kamu kenapa tidak datang bekerja?" tanya Frans.


"Maaf aku dapat tawaran pekerjaan yang gajinya lebih besar dari restoran itu." ucap Karin.


"Apa ini kelakuan bang Farhan?" tanya Frans yang tau bahwa abangnya itu tidak menyukai Karin.


"Tidak ada hubungannya dengan siapapun, aku berhenti atas inisiatif aku sendiri." jawab Karin.


"Frans." panggil Farhan bersama dengan Wina.


Karin yang melihat Farhan agak ketakutan. Ia sudah tidak tahan bertemu lelaki ini. Ia tidak tahan dengan perkataan pedas lelaki ini.

__ADS_1


"Karin, kemana kamu pergi." teriak lelaki yang tidak jauh dari mereka semua.


Karin yang melihat pamannya saat itu juga semakin panik. Ia tidak peduli dengan Farhan lagi. Baginya pamannya lebih menakutkan dari segalanya.


Karin tidak melihat kiri kanan. Karin berlari dengan cepat. Dan tanpa dia sadari sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


Semua orang berteriak saat tubuh Karin terpental. Frans segera mengejar Karin yang tergeletak di atas aspal. Wina juga begitu kaget melihat kejadian itu begitu cepat.


Farhan hanya memperhatikan wajah orang yang mengejar Karin. Tiba - tiba dia merasa pernah melihat wajah lelaki itu. Dia berpikir dimana ia melihat lelaki ini.


Frans dan Wina dengan cepat membawa Karin kerumah sakit. Sedangkan Farhan mencoba mengejar lelaki tua itu. Dia meminta warga menangkap lelaki itu.


Lelaki itu di tangkap lalu Farhan membawanya ke kantor polisi terdekat. Farhan mengatakan bahwa lelaki ini penyebab kecelakaan itu terjadi.


"Bagaimana?" tanya Farhan setiba di ruang UGD.


"Karin kekurangan darah, golongan darahnya sedang kosong." jawab Frans.


"Dia golongan darah apa?"


"AB - bang."


"Abang AB-, silahkan di ambil darah Abang."

__ADS_1


"Abang serius?" tanya Frans


"Iya."


"Ayo bang." ucap Frans semangat membawa Farhan.


Sambil berjalan Farhan mencoba mengingat siapa lelaki itu. Bayangan lelaki itu tidak bisa ia temukan.


Saat pemeriksaan, ternyata kondisi Farhan dalam keadaan baik. Transfusi darah berjalan dengan lancar. Karena kepalanya yang kena aspal membuat darah susah berhenti.


Farhan mengingat semua yang terjadi di depan matanya. Ia berpikir bahwa lelaki tua itu penyebab Karin hidup menderita.


Saat Farhan memejamkan matanya tiba-tiba bayangan masa lalu kembali menghantuinya. Bayangan wajah lelaki itu terlihat jelas saat ia melarikan adiknya.


"Fanya." teriak Farhan.


"Kenapa mas?" tanya perawat yang juga kaget.


Farhan mengingat kejadian waktu ia kecil. Ia sangat bahwa lelaki yang sama melarikan adiknya bersama beberapa lelaki lainnya.


"Lelaki itu yang mencuri adikku, aku harus menemui lelaki itu." ucap Farhan dengan yakin.


Setelah selesai melakukan transfusi darah, Farhan mengajak Wina untuk pulang kerumah. Ia beralasan sedikit capek.

__ADS_1


__ADS_2