
Karin hanya mengamati wajah Aldo yang sedang tidur. Wajah lelaki itu harus di akui Karin memang gagah. Karin menatap wajahnya dalam waktu lama.
Walaupun lelaki ini belum mencintainya tapi hati Karin masih menjadi milik lelaki ini. Dia belum melupakan lelaki ini. Lelaki yang pertama baginya.
"Kenapa nasibku tidak pernah bahagia?" gumam Karin.
"Bahkan ketika aku mencintai dia, kenapa dia tidak pernah mencintai aku? apakah orang miskin kayak kamu merasakan kebahagiaan? Apakah kebahagiaan hanya milik orang kaya?" lanjutnya.
Air mata Karin menetes kembali mengingat dirinya yang belum pernah merasakan kebahagiaan. Dia menjadi pesimis untuk berharap saat ini. Bahkan untuk hidup sehari - hari aja dari dulu dia sudah susah.
Walaupun dia adik Farhan Dinata, akan tetapi lelaki itu tidak pernah memberikannya uang semenjak menikah. Bahkan Aldo baru saja kemaren mentransfer dia uang.
"Sampai kapan hubungan kita akan begini? apakah aku pergi saja dari hidup kamu selamanya? tapi aku harus pergi kemana sedangkan aku yakin bahwa kalian bisa mencariku kemana saja." gumam Karin.
Karin mencoba untuk melepaskan pelukan Aldo. Akan tetapi Aldo malah mengeratkan pelukannya. Karin mencoba menghapus air matanya sebelum air mata itu jatuh mengenai tubuh Aldo.
Ia mencoba dengan perlahan membalikkan badannya agar bisa membelakangi Aldo. Akan tetapi Aldo sama sekali tidak memberinya cela untuk bergerak.
__ADS_1
Sedangkan Aldo mendengar semua ucapan wanita itu. Dia tidak menyangka bahwa wanita yang di peluknya itu begitu menderita. Meski sudah tau bahwa ia adiknya Farhan Dinata, tetapi tetap saja wanita ini menyebutnya wanita miskin.
"Apa sebegitu menyakitkan kata - kata Farhan bagi dirinya sehingga dia masih belum mau mengakui bahwa Farhan adalah kakaknya, kenapa dia tidak bahagia mempunyai kakak kaya raya? apa yang akan aku lakukan untuk dia? bisakah aku membahagiakan dia?"
Banyak kata - kata yang berkecamuk di pikiran Aldo. Akan tetapi ia mengantuk sekali siang ini. Ia harus tidur sebelum memikirkan semua ini.
...****************...
Farhan kaget mengetahui video yang viral tentang adiknya. Ia semakin kesal karena Aldo tidak bisa di hubunginya.
Farhan hanya menggerutu diruangannya. Ia melewatkan berita penting tentang adiknya. Lagi ia tidak bisa melindungi adiknya dari kejahatan orang lain.
"Ini seperti suara seseorang yang pernah aku kenal." gumamnya mencoba mengingat - ingat kembali.
"Ini seperti suara Rara, ya ini pasti Rara, saya yakin ini Rara karena teman Karin ya Rara." ucapnya dengan yakin.
"Segera kamu selidiki siapa orang di balik wanita ini, setelah tau lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan." perintah Farhan kepada asistennya.
__ADS_1
"Baik tuan."
Tok tok tok
"Suruh masuk."perintah Farhan.
Asisten Farhan berjalan membuka pintu. Ia melihat ada seseorang wanita yang belum di kenalnya.
Farhan kaget melihat Ana wanita yang ia benci. Wanita ini yang membuatnya terjerumus kedalam dunia pergaulan bebas. Wanita ini yang membuatnya pernah patah hati sedalam - dalamnya.
"Bawa dia keluar." perintah Farhan.
"Kamu tidak bisa menyuruh dia membawa saya, saya kesini mau bicarakan tentang Karin adik kamu." jawab Ana dengan. cepat sebelum asisten lelaki itu membawanya dengan paksa keluar.
"Saya tidak mau mendengarkan ucapan kamu wanita pengkhianat."
"Kenapa kamu tidak percaya, kenapa kamu semarah ini sama aku? apa kamu masih mencintai aku sehingga kamu tidak bisa melupakan aku?" tanya Ana dengan tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Bahkan dalam mimpi pun aku tidak Sudi jatuh cinta kepadamu, bawa dia keluar." ucapnya dengan ekspresi dingin.