Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 104


__ADS_3

Tiga berlalu, dan Ana membutikan kepada semua orang, dia bisa membanggakan orang tuanya, terbukti selama sekolah di sekolah swasta bertaraf inter national itu, Ana sering mewakili sekolahnya dalam berbagai ke juaraan, bahkan Ana menjadi pertukaran pelajar ke jepang, hati orang tua mana tidak bangga kepada anaknya, termasuk Kardi.


Hari ini adalah hari kelulusan Ana, dia di dampingi oleh Ibunya Siti, Ayahnya Kardi, tentu saja tidak lupa calon Ayahnya juga ikut, Malika dan Refandi pun juga ikut ke sekolah Ana, Refandi rela mengundur meetingnya demi melihat Ana wisuda.


"Kak Ana cantik," puji Rayyan bocah laki laki yang berusia tiga tahun itu, dengan menatap kagum Ana.


"Makasih adik ganteng, sini kakak kasih hadiah." ujar Ana dengan gemas, memang Malika sudah kembali tinggal di kota lagi, karena dia tidak mau membuat suaminya susah, pekerjaan suaminya ada di kota yang lumayan jauh dari desa, klau ada pekerjaan di kota Refandi selalu memaksa pulang kerumah, tidak perduli itu tengah malam, atau dini hari sekalipun, dia ingin bersama anak istrinya, melihat itu semua Malika jadi tidak tega, dan memutuskan untuk pulang ke kota.


Cup...


Cup...


Cup...


"Hahahaha..... geyi kak." pekik Rayyan, terkekeh ke gelian ulah Ana.


"Iiihhh.... Gitu ya, bercanda hanya berdua, dedek ngak di ajak." cibik gadis kecil yang sudah rapi dengan dandanan ala ala princess.


"Hahaha... Dedek cantik kakak cemburu ya, sini sini, kakak cium." ujar Ana merentangkan ke sebelah tangannya, agar bisa memeluk bocah cantik yang sedang merajuk itu.


"Adiknya kakak sudah wangi dan cantik sekali." puji Ana.


"Iya dong, kan tadi di mandikan ibu Siti." angguknya lucu.


"Ayo, kita berangkat, nanti telat." ajak Maliaka, semua orang sudah rapi untuk ke tempat Wisuda Ana.


"Ana, adeknya ngak usah kamu gendong, nanti pakaian kamu kusut, kasih ke sus aja." ujar Refandi.


"Iya bang," ujar Ana patuh.


"Iihhh... Ayah ngak asik, kita ngak boleh peluk peluk kak Ana." cemberut Raya.


"Haiii... Sayang, kak Ana sudah cantik, nanti mau naik panggung, masa bajunya kusut, kan malu kakaknya." ujar Refandi lembut.


"Aahhh... Iya kah, ya sudah kak, jangan gendong kami, kami sama sus aja." ujar Raya patuh dan berjalan ke arah suster mereka berdua.


Refandi terkekeh melihat sang anak, yang tadi sewot, tiba tiba lansung diam, takut kak Ana nya jelek.

__ADS_1


"Lihat Yang, mereka sayang banget sama Ana, heran Mas, klau kita pergi berdua kemana mana, mereka cuek aja, ngak ada merengek nanyain kita, coba klau Ana yang pergi sekolah pulanh telat lima menit saja lansung di cari, mas cemburu." cibik Refandi.


"Haiii... ingat, saat mereka masih di dalam perut, yang selalu nemanin bundanya ada lah Ana, sampai mereka lahir tetap anak yang jagain mereka, ya wajar mereka dekat." kekeh Malika.


"Maaf Yang." ujar Refandi dengan lirih, rasa bersalahnya kembali datang, kalau mengingat apa yang terjadi waktu itu.


"Sudah, ngak usah sedih, kan sekarang sudah jadi Ayah dan suami siaga, dan mereka ngak pernah kurang perhatian dari mas, dan sekarang Mas kan sudah membayar lewat yang di dalam sini." ujar Malika menunjuk perut buncitnya, Malika lagi hamil tiga bulan dan di nyatakan bayinya kembali kembar, makanya kehamilan Malika seperti orang hamil enam bulan.


"Ahh... Tetap saja mas menyesal, tidak bisa memenuhi ngidam kamu, dan menemani kamu melahirkan," cicit Refandi.


"Tidak apa, sekarang kan bisa nemenin aku lahiran." bujuk Malika.


"Ayo, kenapa masih mesla mesla aja Yah, sudah tau kak Ana mau wisuda, undul saja mesla meslanya." sewot Raya, kesal dari tadi menunggu ke dua orang tuanya, tapi tidak keluar keluar dari dalam rumah.


"Iya saya Ayah lupa." kekeh Refandi, mengakat anaknya yang lagi merajuk itu.


Cup...


"Jangan marah marah, nanti cantiknya ilang." kekeh Refandi.


"Ayah sih, lama." kesal Raya menekuk wajahnya.


"Ayah, yang bikin lama, kenapa ayah juga yang takut telat." lagi lagi Refandi kena omel oleh si kembar, sekarang yang ngomel Rayyan.


"Iya sayang, maafin Ayah." kekeh Refandi.


Semua hanya terkekeh melihat refandi kena omel oleh twins.


"Bapak, sama Ayah kok belum sampai ya Bu?" Tanya Ana yang celingak celinguk mencari Bapak dan calon Ayahnya.


"Mungkin sebentar lagi," ujar Bu Siti yang semakin cantik dan putih, memang dasar kulit Bu Siti itu dulu putih, namun karena sering kena sinar matahari jadi gosong.


"Ana... Sini." teriak teman teman seangkatan Ana.


"Ana ke sana dulu ya bu." ujar Ana.


"Iya pergi lah." ujar Bu Siti mengelus lembut pipi Ana.

__ADS_1


"Kak Ana, ngak boleh dekat dekat sama cowok, jangan centil." sungut Rayyan.


"Emang kenapa Kak Ana ngak boleh dekat dekat sama cowok, kan Kak Ana sudah gede." kekeh Refandi.


"Ngak boleh, soalnya Kak Ana cuma milik om Dion, kata Om Dion dia suka kak Ana, jadi Kami di suruh jagain kak Ana, biar Kak Ana ngak di ambil cowok lain." sewot Raya yang ikut ikutan.


Refandi hanya bisa menepuk jidatnya, kenapa anaknya itu malah ikut ikutan si Dion gesrek itu.


"Astaga kalian ini, biarkan mbak Ana cari pacar sendiri, jangan jodoh jodohin." keluh Malika.


"Ndak bisa bunda, Om Dion itu cinta sama kak Ana, trus Om Dion itu kaya, mampu bikin kak Ana bahagia, kak Ana bisa beli apa aja, shoping kaya Bunda." tutur Anak itu.


"Haii... kalian tau dari mana kata kata begituan." kaget Malika.


"Om Dion yang bilang, dia janji ngak akan sakitin kak Ana, dia bilang akan selalu jaga dan sayangi kak Ana, trus kasih kak Ana uang yang banyak, biar bisa traktir kami makan es krim dan coklat." jujur Anak itu.


"Astaga, lihat Yah, kamu selalu biarkan mereka main sama Dion, anak anak malah di doktrin sama kulkas tiga pintu itu, heran aku, di kasih yang sepantaran ngak mau, banyak cewek yang dekatin dia, di cuekin sama bocah itu, ini Anak malah di kejar kejar sama dia, sampai sampai si kembar di jadiin penjaga Ana." kesal Malika.


Dion Ceo muda, yang tidak lain saudara jauh Refandi, dia terlibat kerjasama dengan Refandi, dan karena masih saudara sering main ke rumah, dan pernah ke temu Ana, dia lansung jatuh hati sama Ana, padahal selama ini banyak wanita yang menyodorkan diri menjadi pemuas ranjang, bahkan jadi selingkuhannya Dion tidak tertarik sama sekali, namun sama Ana dia lansung jatuh hati, padahal gadis cantik itu selalu menghindar klau ada Dion.


Malika hanya mendengus kesal mendengar ucapan sang anak, semakin dilarang semakin ada aja jawabnya membuat Malika diam saat ini.


"Biarin aja yang, klau dia suka sama Ana, ngak pa apa kok, bagus malah, nanti dia ngak kesepian, kalau ibunya menikah, kapan perlu pernikahan mereka di gabung." kekeh Refandi.


Puk....


"Ngaco, mbak Siti nikah minggu depan, masa Ana di suruh nikah muda, biarin dia ngejar cita citanya dulu." kesal Malika.


"Haiii... kamu lupa, saat kamu nikah sama mas, kamu juga masih sangat muda dan masih kuliah, apa yang salah coba." mengingatkan kisah mereka.


"Ihhh... itu beda kasusnya." elak Malika.


"Sudah sudah kalian ini kenapa jadi ributin si kanebo itu sih, biarin aja jadi urusannya, kita lihat saja nanti endingnya," tegur Mami Refandi yang dari tadi mendengar anak dan menantunya jadi membicarakan sang keponakan.


"Loh, Mami kok ada di sini, dan dari kapan datangnya." kaget Malika.


"Iya iya lah Mami ada di sini, Mamikan juga mau lihat gadis cantik Mami di wisuda, kami datang dari tadi, saat kalian meributkan si kanebo kering itu, heran Mami, noh Siti hanya diam saja, kalian yang ribut," kekeh sang Mami.

__ADS_1


Bersambung...


Haiii... sayang sayang ku, maaf ya, tadi sampai gagal fokus pas up, maklum lagi benar bener lieur jadi salah masuk lapak😥😥😥


__ADS_2