Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 60


__ADS_3

"Cieee... Pengantin baru muka kok kuyu banget sih?" goda sepupu Lisa yang masih berada di rumah Lisa.


"Ya iyalah, kan semalaman begadang." goda Ardi.


Tomy melihat masih ada orang orang yang membuat dia murka saat di cafe, ada di rumah sang istri lansung saja dia menarik Lisa ke belakang tubuhnya.


"Santai bro.... ngak usah takut, Lisa itu sepupu kami, bukan orang lain" kekeh Ardi melihat tingkah Tomy tersebut.


"Ncek... Bucin kelewat, tapi di ajak nikah, tar sok tar sok, giliran di ancam ceweknya mau di nikahin orang lain, kalang kabut" cibir Reno yang kemaren sempat di pukul oleh Tomy itu.


Tomy hanya mendengus kesal dengan ledekat orang orang di sana, memang dia belum begitu kenal dengan para sepupu Lisa itu, karena mereka memang berbeda kota, dan mereka berada di sini selain liburan, juga ada pekerjaan yang sedang mereka lakukan, dan kesempatan itu di pergunakan dengan baik Oleh pak Gunawan untuk mengerjai Tomy.


"Ncek... Kalian, kebiasaan deh, bikin orang kesal mulu" kesel Lisa, dia tau para sepupunya itu masih saja ingin mengerjai Tomy.


"Eeehhh... Anak sama mantu mama sudah datang, kalian sudah makan siang?" tanya mama Rika.


"Ma..." panggil Tomy dan lansung menyalami mertuanya itu dan juga mencium tangan mama Rika, karena sifat Tomy yang sopan itu lah, mama Rika sangat menyukai menantunya itu dari dulu.


Sepupu Lisa melihat kesopanan Tomy ikut tersenyum, ternyata om dan tantenya tidak salah mencarikan jodoh untuk sepupunya itu.


"Sudah ma, tadi kami mampir makan siang di restoran tadi." sahut Lisa.


"Ya sudah, klau gitu, sini Tom. Mama kenalin sama sepupu sepupu Lisa yang rese ini." kekeh Mama Rika yang tau cerita anak mantunya itu habis manghajar Reno.


Tomy mau tidak mau mengikuti mama mertuanya itu.


"Ini Ardi, dan ini Reno, dia kan kemaren yang kamu pukul, tapi ngak pa apa." kekeh Mama Rika.


"Tente...." kesal Reno, bagaimana tidak, dia di hajar menantu sang tante, tapi bukan di obati, malah di tertawai semalam,melihat mukanya bonyok.


Dan Tomy hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena malu.


"Assalamualaikum..." salam pak Gunawan dari luar rumah.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam..." sahut mereka serempak.


"Papa dari mana, kok baru pulang?" tanya mama Rika.


"Noh, dari kantor menantu kesayangan kamu itu." oceh pak Gunawan, dan Tomy yang tau artinya itu hanya jadi salah tingkah sendiri dan merasa bersalah, gara gara terlalu percaya sama teman, dan kurang peka terhadap perasaan temannya itu, yang ada di otak Tomy kerja uang dan ke untungan, namun dia tidak tau klau ambisinya itu di mamfaatkan oleh orang lain.


Karena bagi Tomy, secinta dan sesuka apa pun perempuan lain kepadanya, itu tidak ada artinya bagi Tomy, karena hatinya sudah di penuhi oleh Lisa semenjak sekolah, jadi tidak ada ruang untuk wanita lain di hatinya.


"Emang ada apa sih Pap?" tanya Lisa ikut nimbrung, yang lain pun ikut kepo dengan ucapan omnya itu, apa lagi melihat gelagat Tomy yang tidak biasa itu.


"Habis mengusir ular sawah" ucap Pak Gunawan santai.


"Haaa... emang papa sudah jadi pawang ular sekarang?" tanya polos Lisa.


"Ncek... anak sama menantu sama oonnya" ujar Pak Gunawan menepuk jidatnya.


"Dih... Di tanya malah sewot, emang benar ada ular sawah di kantor Mas Tomy, kan kantor Mas Tomy ngak di dekat sawah, kok bisa ada ular sawah datang kesana, trus ularnya udah ketangkap?" bingung serta panik karena ada ular di kantor suaminya itu.


"Astagfirullah.... Ma... dulu kamu ngidam apa sih, kok punya anak gini amat." kesal Pak Gunawan.


Yang lain hanya terkekeh melihat kelakuan keluarga om mereka itu, dan Lisa dengan kebingungannya, Tomy dengan rasa malunya.


"Itu bukan ular yang sebenarnya, tapi cuma perumpaan saja, Lisaaa...." kesal Mama Rika.


"Loh kok bisa gitu? cerita yang benar dong, ngak ngerti aku." keluh Lisa.


Pak Gunawan meraup wajahnya dengan kasar.


"Kamu tau siapa yang sedang bekerja sama dengan suami kamu itu?" tanya Om Gunawan.


"Tau, sangat tau malah. Dia teman aku sama Mas Tomy." ujar Lisa dengan polosnya.


"Nah. Yang di bilang papa ular sawah itu ya dia." ketus sang Mama.

__ADS_1


"Kok bisa gitu?" bingung Lisa.


"Ya bisa lah. Tuh, buktinya kamu sama Tomy ngak nikah nikah gara gara rubah licik itu." omel mama Rika.


"Aduhhhh... Ngak ngerti deh." keluh Lisa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Astagfirullah..." laki bini sama sama lemotttt...." kesal Reno.


Pak Gunawan dan Mama Rika menatap anaknya dengan pandangan antah barantah, ingin rasanya dia mengarungi anaknya itu, dan membuangnya ke laut, tapi sayangnya Lisa anak mereka satu satunya.


"Melisa yang kamu sebut teman kamu itu adalah pelakor, orang yang mencoba memisahkan kamu dan Tomy secara perlahan, dengan selalu mengiming imingi Tomy dengan proyek proyek baru dengan keuntungan yang cukup banyak, dan Selalu di buat sibuk oleh si ular sawah itu, dan selalu mengulur ulur waktu untuk kalian menikah, karena kamu sudah bosan menunggu Tomy dan Akhirnya kamu menyerah, setelah kamu pergi dia masuk sebagai pengganti kamu, itulah rencananya dari awal, sekarang sudah paham." omel Pak Gunawan.


"Haaa.....serius begitu, waahhh... teman laknat juga dia." kesal Lisa kaget.


"Ncek... selama ini kamu itu ngapain aja sih. sampai sampai kekasih sendiri mau di tikung orang ngak tau!" omel Reno.


"Ya adalah, aku kan di salon, selama ini Melisut itu ngak pernah macam macam selalu baik sama aku, mana ku tau klau dia kaya gitu, di tambah Mas Tomy juga ngak pernah aneh aneh, selalu telpon aku dimana pun berada, walau jarang ketemu ya sudah buat aku biasa aja sih, walau kadang gondok juga, masa punya pacar tapi jarang di apelin, ya udah kemaren aku kesal, dan ribut sama dia, ngak taunya itu ulah si ular kadut." oceh Lisa.


"Lagian, kamu juga salah Tom, masa pacaran sudah lama, trus kamu tetap santai ngak ada rencana untuk nikahin Lisa sih." kesal Ardi.


"Bukan ngak ada, rencananya habis proyek ini aku mau lamar Lisa, aku kerja banting tulang juga buat Lisa kok, aku ingin membangun rumah impian untuk Lisa, itu kan butuh modal besar, jadi saat di bilang ada kerjaan yang untungnya besar, ya aku ambil lah, lumayan kan, buat nambah nambah saldo rekening." jawab Tomy apa adanya.


Lisa jadi terharu dengan ucapan sang suami, dia tidak menyangka Tomy memikirkan rumah impiamnya.


Begitupun dengan mama Rika dan Pak Gunawan, dia ikut senang dengan jawaban sang manantu, menantunya itu banting tulang untuk membahagiakan sang anak, tentu saja dia senang alang kepala, tapi menantunya yang terlalu fokus dengan kerjaan, tidak merasa ada bahaya yang mengintai, itu salah satu kekurangan menantunya itu.


"Aaakkk.... Makin cinta deh..." ujar Lisa memeluk tubuh suaminya itu di depan semua orang, Tomy pun tidak akan menyia nyiakan hal itu, dia juga memeluk hangat sang istri.


"Maaf ya, aku kurang peka, dan aku ngak tau perempuan itu punya niat jahat sama kita." ujar Tomy yang merasa bersalah.


"Ehemmm... hmmm... masih ada jomblo di sini." kesal Ardi dan Reno.


"Papa sama mama ngak liat." ujar Pak Gunawan.

__ADS_1


Tomy dan Lisa melerai pelukanya, dengan pipi yang bersemu merah, karena di ledek oleh keluarganya.


Bersambung....


__ADS_2