Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 44


__ADS_3

"Ya.... Sialan, apa yang kau lakukan" Bentak Refandi lansung menarik sang istri dari pelukan Tomy, dan menutup sang istri di balik punggungnya.


"Ncek... Dia adik aku bodoh, sini aku mau memeluknya sebentar saja, laki laki posesif" ujar Tomy. Tentu saja Refandi tidak percaya begitu saja, sementara Malika di belakang suaminya juga kaget setengah mati di peluk dan di cium oleh Tomy dengan tiba tiba.


"Kamu ini mengagetkan mereka saja" ujar Sang Ibu menjewer kuping Tomy.


"Aduh... Aduh, sakit Mi" ujar Tomy meringis menahan sakit di kupingnya.


Refandi kaget karena banyak tamu di apartemennya. gara gara dari tadi fokusnya hanya kepada Tomy yang memeluk sang istri dengan tiba tiba, membuat dia kebakaran jenggot.


"Eh... Ada tante sama Om. Saya tidak melihat kalian" ujar Refandi menyalami ke dua orang tua Tomy, dan memukul pelan bahu Tama adik Tomy.


"Mari duduk tante, Om" ujar Refandi memperailahkan tamunya masuk, sementara Malika hanya dia seolah olah dia pernah merasa dekat dengan orang orang itu.


"Sayang, sini. Kenalin, ini orang tua Kak Tomy. dan itu adiknya. Tama klau ngak salah dia satu kampus sama kamu, beda satu tingkat doang" tutur Refandi.


"Hallo tante, om, kak" ujar Malika menyalami satu persatu tamunya.


Tante Tania memeluk Malika dengan erat, Malika malah nyaman dalam pelukan itu, serasa pernah merasakan pelukan seperti ini, tapi entah dimana dia tidak tau.


Setelah melepas pelukannya Malika ikut duduk di sofa tersebut di sebelah sang suami.


"Tumben tante dan Om datang ke sini?" Tanya Refandi penasaran.

__ADS_1


"Begini nak, ini tentang Malika, tante rasa Malika adalah keponakan yang tante cari selama ini" ujar Tanta Tania.


"Dari mana tante tau?" tanya Refandi kaget. begitupun Malika.


Mami Tani beralih melihat Malika dan tersenyum lembut.


"Sayang, boleh tante tanya sesuatu?" tanya tante tania kepada Malika.


"Boleh" angguk Malika.


"Apakah kamu punya tanda di paha kiri kamu, sebuah tahi lalat besar?" tanya tante Tania, tentu saja Malik kaget mendengar ucapan sang tante, begitu pun Refandi dia tau betul letak tahi lalat itu.


"B- bagaimana tante tau?" tanya Malika malu sekaligus bingung.


Tanpa ba bi bu. Tante Tania lansung memeluk Malika dengan sangat erat. "Huaaa..... gadis kecil tante hiks... hiks...." pecah sudah tangisnya memeluk Malika dengan erat.


"Kamu kemana saja nak, kami mencari kamu kemana mana, tapi kamu ngak ketemu hiks... hiks..."


"Abang mu itu, sampai jadi bujang lapuk demi mencari kamu, hiks... hiks..." sedang sedih sedihnya, Mami Tania masih sempat sempatnya mengatai Tomy.


Tomy yang tadinya hampir menangis kini berubah kesal dengan ucapan sang Mami.


Papi Indra dan Tama tersenyum di sela sela tangisnya. Istrinya itu selalu saja begitu, tidak pernah bisa klau tidak membuli putra sulungnya itu.

__ADS_1


Refandi ikut haru, dan juga berfikir, pantas kelakuan sang istri seperti itu, sedang suasana romantis romantisnya lansung ambyar dengan kekonyolan sang istri, rupanya turunan istrinya memang seperti itu.


"Emang tante kenal sama Aku" ujar Malika, tuh kan, lagi haru harusnya dia lansung bikin ulah.


"Sayang. Kamu itu keponakan kesayangan tante, kamu itu pergi sama orang tuamu ke suatu tempat, dan orang tua kamu kecelakaan, ke dua orang tua kamu meninggal, dan kamu di bawa sama orang ke rumah sakit, karena kami sedang mengurus jenazah orang tua kamu, besok harinya kami mencari kamu di rumah sakit tempat kamu di rawat, tapi kami sudah tidak menemukan kamu" ujar Mami Tania penuh sesal.


"Iya nak, kami bahkan sudah mengerahkan orang untuk mencari kamu kemana mana, tapi kami tidak menemukan kamu, kamu tinggal di nak" ujar Papi indra.


"Aku di besar kan sama Pak Bayu" ujar Malika.


"Apaaaa....." pekik ke dua orang tua Tomy kaget


"Kurang ajar orang itu sangat keterlaluan" marah Mami Tania.


"Sabar Mi. Nanti Mami sakit lagi" ujar Papi Indra menenangkan Mami Tania.


"Bagaiman Mami mau sabar Pi. Orang itu sudah menipu kita" pekik Mami Tania.


"Ada apa memang tante?" ujar Refandi ikut penasaran.


"Begini....."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2