Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 45


__ADS_3

"Bayu itu dulu di bantu oleh orang tua Malika, dulu dia tinggal di desa, dengan kehidupan yang sangat memprihatinkan, di tambah mereka mempunya balita yang menderita gizi buruk, orang tua Malika sangat kasihan kepada mereka, dan membawa bayu dan keluarganya ke kota, memberi bayu pekerjaan tetap, dan juga mengobati anak anak Bayu itu sampai sembuh.


"Dengan ke gigihan Bayu, dia berusaha keras agar usahanya semakin maju, dan di sokong dana oleh Ayah Malika, lama kelamaan usaha mereka membuahkan hasil.


"Pada suatu hari, Bayu dan istrinya mengundang orang tua Malika, untuk merayakan ulang tahun anak mereka, dan di sana lah kecelakaan itu terjadi.


"Kami sempat bertanya kepada Bayu dan Sulastri, apa kah mereka yang menemukan Malika, mereka menjawab. Tidak pernah melihat Malika, dan mereka juga sempat datang acara pemakaman orang tua Malika, kami pun percaya bukan meraka yang menyelamatkan Malika, saking pintarnya Sulastri berbicara, kami jadi percaya dengan mudahnya." ujar Mami Tania.


"Waahhh.... Sepertinya ada yang mereka sembunyikan klau begitu, mana mungkin mereka berbohong klau tidak ada sesuatu" ujar Tama dengan wajah marahnya.


"Bisa jadi. Kenapa kita ngak kepikiran ya" ujar Papi Indra.


"Sayang, apa kamu hidup baik baik saja selama ini dengan mereka?" tanya Mami Tania.


Malika menunduk dengan sangat dalam, sungguh hatinya sesak mengingat perlakuan keluarga angkatnya itu.


"Jawab sayang, kami ingin mendengarnya" ujar Mami Tania.


"Kenapa kalian lama menemukan ku hiks... hiks...hiks..." pecah sudah tangis Malika memainkan jarinya saling bertautan.


Refandi melihat sang istri menangis lansung menarik sang istri ke dalam pelukannya, mau meminta sang istri tidak bercerita tentang kisah hidupnya, dia juga penasaran dengan kisah hidup sang istri, yang belum banyak dia tau.

__ADS_1


"Sayang, klau belum sanggup bercerita, tidak usah bercerita dulu nak" ujar Mami Tania.


Malika menggelengkan kepala, dia ingin menceritakan kisah pahit yang dia lalui.


"Lika, hidup bersama mereka sangat menderita, Lika di jadikan babu gratisan, Lika jarang di kasih makan, sehari itu juga sudah bersyukur, Lika kadang ngak tahan menahan lapar, Lika makan sisa makanan mereka yang sudah mereka aduk aduk dan di kasih air hiks.. hiks..."


Sungguh Refandi tidak sanggup mendengar cerita sang istri, apa lagi Mami Tania memukul mukul dadanya menahan sesak.


"Lika selalu di suruh ini dan itu, bahkan pakaian yang sudah bersihpun mereka suruh Lika cuci ulang, dan Lika pernah ngak sengaja menarok setrikaan panas di pakaian yang mau Kak Sabrina pakai, Lika lupa karena di panggil suruh membuatkan susu, tau taunya baju itu gosong, Kak Sabrina dan Ibu marah besar sama Lika, mereka menempelkan setrikaan panas di tangan Lika hiks... hiks..."


Malika memperlihatkan bekas hitam di punggung tangannya.


Papi Indra, Tama, Tomy dan Refandi mengetatkan gerahamnya, dan mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, hingga buku buku tangannya memutih, membayangkan penderitaan gadis yang sangat mereka sayangi itu, jangan di tanya Mami Tania sudah meraung mendengar cerita Malika.


"Kadang seragam Lika sengaja di kotori oleh Ibu dan ke dua kakak kakak Lika, kadang juga di sobek, buku Lika suka hilang" ujar Malika.


Mami Tania geleng geleng kepala menahan sesak, begitu kejamnya manusia yang telah di bantu oleh kakaknya itu, dasar iblis.


"Lika pernah pulang sekolah terlambat, karena Lika lembur, Lika dari duduk di bangku SMP sudah bekerja untuk mencukupi kebutuhan Lika, sampai di rumah, Ibu mau bikin kopi, tapi ngak bisa nyalain gas, karena gas habis, Lika sampai di rumah di pukul dan di jambak, di suruh beliin gas, padahal uang yang Lika dapat mau bayaran ektrakurikuler, ngak enak Lika di gratisan mulu, setelah Lika beli gas, lika masak air sampai mendidih untuk bikin kopi Ibu, saat Lika kasihin gelas kopi panas ke tangan Ibu, ibu lansung menyiramkan kopi panasnya ke tubuh Lika" hiks... hiks... paha sama kaki Lika lansung melepuh hiks... hiks..." memperlihatkan paha dan juga kakinya yang ada bekas luka bakar meski sudah samar tetap saja ada bayangan nya.


"Ya Tuhan..." pekik Mami Tania menahan sesak di dadanya, sungguh dia merasa bersalah terlalu lama menemukan sang keponakan.

__ADS_1


Refandi lansung memeluk tubuh sang istri dengan erat, air matanya ikut menetes mendengarkan cerita hidup sang istri.


Tomy menghampiri sang adik dan memeluk adiknya itu walaupun di dalam pelukan suaminya.


"Maaf kan. Kakak yang terlambat menemukan kamu sayang" lirih Tomy memeluk sang adik.


Malika hanya mengangguk dia juga tidak bisa menyalahkan keluarganya itu, mereka tidak sepenuhnya bersalah.


"Tapi saat Lika di suruh menggantikan pernikahan Kak Sabrina, ada rasa lega di hati Lika, karena bisa bebas dari neraka itu, walau hati lika was was, Lika hanya berdo'a, agar apa yang Lika rasakan bersama keluarga angkat Lika, Lika tidak merasakan di keluarga suami Lika" ujar Malika melihat Refandi dengan sendu.


Cup...


"Itu tidak akan terjadi sayang" ujar Refandi memeluk sang istri.


Sungguh miris hidup Malika di tangan keluarga angkatnya itu, timbul niat jahat di hati Tomy dan Refandi ingin membalas semua kesakitan yang di rasakan sang istri dan adik, kepada manusia manusia iblis tersebut.


"Sudah sayang, jangan cerita lagi, lihat tante sampai sesak sayang" ujar Refandi, yang melihat Mami Tania mengap mengap menahan sesak.


Papi Indra lansung menangkan sang istri dan memberi air minum.


Papi Indra dan Tama sendiri juga tidak baik baik saja setelah mendengar kisah pilu Malika itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2