Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 49


__ADS_3

Malika sedang menghabiskan waktu liburnya bersama sang Tante di sebuah Mall, sementara sang suami sedang meeting dengan beberapa klaen di sworoom mobilnya yang sedang membicarakan produk terbaru mereka.


"Sayang, coba lihat ini, ini cocok loh buat kamu" ujar Tante Tania mengambil sebuah dress dan memberikan kepada Malika.


"Bagus banget Tante, aku suka, ujar Malika mematuk dress itu di tubuhnya, namun tiba tiba di rampas oleh seseorang.


"Ini tidak cocok sama kamu yang kampungan!" ujar seseorang itu dengan gaya angkuhnya.


"Haiii.... Apa apaan kamu ini, klau ingin dress cari yang lain, bukan merampas milik orang!" bentak Tante Tania yang kesal melihat ponakannya di orang kasari oleh orang lain.


"Ncek. Ngak usah ikut campur deh tante, kalian kelas rendah ngak cocok belanja di sini" sinisnya.


"Kau.." kesal Tante Tania.


"Sudah, Tante. Ngak usah meladeni manusia ini, kita ikutan stres klau ngikutin dia, mending cari baju lain aja, lagian aku ngak suka, barang yang sudah kena noda di ambil lagi" ujar Malika.


"Ahhh... Kamu benar sayang" ujar Tante Tania mengikuti ucapan Malika, walau sebenarnya dia masih sangat kesal dengan perempuan sombong itu, dan entah ada hubungan apa dengan Malika sampai sampai dia begitu membenci keponakannya, biarlah nanti dia tanyakan kepada Malika.


"Ya... apa maksud loe, gue bukan noda ya, loe pikir gue uni sampah!" kesal Maya, ternyata Maya lah orang yang mencari gara gara dengan Malika, dia dari tadi memang melihat Malika. Dia mengikuti kemana Malika pergi, sungguh dia sangat membenci Malika, gara gara Malika dia tidak bisa lagi kembali mendekati Refandi, di tambah rasa malunya di saat reuni sampai sekarang masih terbayang di matanya, betapa dia di permalukan oleh Malika itu sangat merendahkan harga dirinya.


"Aku ngak bilang ya tante, tapi tante sendiri yang bilang klau tante itu sampah" ujar Malika dengan santainya.


"Gue bukan tante loe, bocah sialan! pelakor, perebut tunangan orang!!" pekik Maya. Memancing orang orang medatangi mereka.


"Waahhh... Kecil kecil sudah gatal"


"Ncek... Ncek... Sekolah yang benar dek. Masa masih mudah sudah jadi pelakor.

__ADS_1


"Kasian orang tua kamu dek"


Banyak ucapan ucapan pedas yang mereka lontarkan kepada Malika, mereka percaya dengan ucapan Maya itu, maklum kadang kadang netizen itu selalu mengambil kesimpulan sendiri, dan tidak bertanya kepada ke dua belah pihak, dan hanya menyerang pihak lain, secara di negeri konoha ini sedang marak dengan kisah perselingkuhan.


Maya merasa puas, karena aksi balas dengannya berjalan lancar, dia yakin Malika akan malu, dan takut di serang oleh para ibu, namun sayang seribu sayang, Malika gadis cantik itu tidak akan membiarkan Maya keluar dengan aman dari mall itu.


"Hahaha.... Benarkah saya ini pelakor, apa anda yakin saya ini pelakor" tanya Malika dengan tertawa sumbang.


"Ibu ibu, kalian jangan menghakimi orang lain. sebelum kalian tau titik permasalahannya, jangan sampai anda sendiri akan rugi, kalian bisa di penjara dengan tuduhan pencaran nama baik" ujar Malika lantang.


Seketika ibu ibu itu diam, dan tentu saja mereka juga takut di penjara.


"Jangan takut Bu, dia itu memang pelakor, dia mengambil calon suami saya!" ujar Maya yang belum mau mengalah.


"Bukannya anda yang meninggalkan kekasih anda tante, saat tau calon suami anda itu kecelakaan dan mengakibatkan dia lumpuh, dan karena itu anda pergi meninggalkan dia, yang sedang terpuruk, dan parahnya lagi anda selingkuh dengan rekan kerja calon suami anda, dan satu lagi yang harus anda ingat tante, saya menikah dengan suami saya, setelah beberapa tahun suami saya berpisah dari anda, karena anda sendiri yang membatalkan pertunangan kalian, karena anda tidak sudi mempunyai suami cacat" ujar Malika.


"Dasar, mau enaknya saja"


Tuding ibu ibu itu.


"Loe...." ujar Maya kehabisan kata kata.


"Dan anda ingin kembali sama suami saya, karena suami saya sudah kembali berjalan normal, dan anda sendiri saat ini lagi kekurangan uang, karena selingkuhan anda sedang bangkrut bukan?" ujar Malika lantang.


Deg....


"Sial darimana bocah ini tau semua ini" gumam Maya mulai panik.

__ADS_1


"Huuu...... Dasar perempuan ngak punya hati"


"Wajah cantik hati picik"


Banyak kata kata pedas yang di lontarkan oleh orang orang kepada Maya, membuat Maya ketakutan, dia berusaha keluar dari toko tersebut.


"Mbak, jangan kabur, tolong bayar dulu pakaian yang anda ambil tadi" ujar Pelayan toko tersebut.


"Saya tidak jadi beli" ujar Maya.


"Ngak bisa gitu mbak, mbak tadi yang maksa mengambil dress terebut dari mbak cantik ini, sekarang silahkan anda bayar terlebih dahulu." tegas pelayan tersebut.


"Bayar dong mbak"


"Ngak punya uang ya"


"Makanya klau ngak punya uang, jangan sok sok an beli baju, pake ngerampas lagi" tuding ibu ibu itu, membuat Maya semakin kesal.


Mau tidak mau dia membeli pakaian yang dia rebut dari Malika tadi.


Refandi terkekeh melihat, vidio yang di kirimkan oleh para bodyguar nya yang selalu mengikuti Malika dari jarak jauh, dia begitu senang, sang istri berhasil melawan Maya.


"Kenapa kau ketawa ketawa sendiri" ujar Tomy melihat ipar sekaligus sahabatnya itu, dari tadi tertawa tawa sendiri.


"Nih, lihat" ujar Refandi yang masih tertawa.


Dan pada akhirnya Tomy pun ikut tertawa, dan memuji adik sepupu kesayangannya itu, yang selalu berhasil memukul mundur musuh musuhnya, tanpa bantuan orang lain.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2