
Akhirnya pernikahan dadakan penuh drama Tomy dan Lisa berjalan dengan lancar.
"Ya sudah sayang, acaranya sudah selesai" ujar Pak Gunawan.
"Iya. Ayo kita pulang, sudah malam, pengen istirahat juga ini badan" ujar Papi Indra.
"Ayo nak, kita pulang." ajak Pak Gunawan menarik tangan Lisa.
"Loh... loh... apa apaan ini. Lisa sekarang sudah jadi istri ku. Kenapa di bawa pulang papa mertua?" kaget Tomy, istri yang baru saja dia nikahi mau di ajak pulang oleh pak Gunawan.
"Loh. Kan kamu baru nikahin anak saya, belum di buatkan resepsi, jadi anak saya saya bawa pulang dulu" ujar Pak Gunawan dengan entengnya.
"Ngak bisa gitu dong. Lisa sudah jadi milik saya, tanggung jawab saya, jadi dia harus tinggal sama saya, dan masalah resepsi saya serahin semua sama Mami" ujar Tomy lansung menarik sang istri dan menggendongnya dan membawa sang istri secepat kilat ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar itu dengan rapat, dia takut sang istri di bawa kabur oleh mertuanya itu, enak saja, sudah menikah masih di pisahkan, sudah lama dia menahan sesuatu di bawah sana, sekarang sudah ada yang halal kenapa masih di suruh menahan, oohhh... tidak bisa.
"Yaa.... Menantu kurang ajar. Apa apaan kau ini, balikin anak saya" pekik Pak Gunawan kesal, karena sang anak bisa di rampas oleh menantunya itu durjananya itu.
"Sudah lah Pa. Kamu ini, masih saja mengerjai mereka" kesal sang istri menepuk bahu sang suami, yang tidak habis pikir dengan suaminya itu, padahal suaminya itu lebih parah dari sang menantu dulunya, yang harus membobol gawangnya secara paksa, karena menolak laki laki itu, dan dia lebih salut dengan sang menantu, berkali kali Lisa di sekap oleh menantunya itu, namun Tomy bisa menjaga harga diri Lisa tanpa merampas apa yang boleh dia ambil. Dia hanya ingin Lisa menatap kepada dirinya, tanpa mengizinkan laki laki lain hadir di kehidupan sang anak, makanya mama Lisa tidak mempermasalahkan saat Tomy membawa sang anak, dia percaya sama Tomy.
__ADS_1
"Tau. Kau ini. masih saja menganggu mereka, katanya kau ingin cepat cepat punya cucu, tapi kau mau memisahkan mereka, dasar edan!" omel Papi Indra.
"Aduhhh... Jeng, itu anak sekate kate deh. Masa pestanya di serahin sama saya sih, mana saya ngak terlalu tau pesta impian menantu saya" ujar Mami Tania frustasi.
"Sudah. Mami tenang saja, kami sudah mengurusnya semua, pesta akan di adakan satu minggu lagi" ujar Papi Indra dan di anggukin oleh Pak Gunawan.
"Kalian benar benar sudah merencanakan semua ini?" pekik dua perempuan patuh baya itu.
Sementara yang lain sudah pada pulang, apa lagi Malika, yang tidak di izinkan lama lama di luar oleh Refandi, dia takut sang istri kecapean.
"Tentu saja kami harus melakukannya, sudah gregetan sekali kami melihat si Tomy itu, klau ngak begini bisa perawan tua Lisa di buat anak itu." kesal Papi Indra.
"Kamu mau mandi duluan?" tanya Tomy gugup melihat sang istri yang juga sedang menunduk malu.
"Mmm... I-iya, tapi. aku ngak bisa buka kancing bajunya" ujar Lisa, yang memang pengait baju yang Lisa pakai, berada di belakang.
"Sini aku bantu" ujar Tomy berjalan mendekat ke arah sang isti yang duduk di pinggir ranjang.
__ADS_1
Tomy memutar tubuh sang istri, agar membelakangin dirinya.
Satu persatu, pengaitnya di buka oleh Tomy, dan menampakan punggung mulus sang istri.
Glek....
Susah payah Tomy menelan salivanya, gara gara melihat punggung mulus itu, dan jangan di tanya jantung Lisa pun berdetak lebih kencang.
Tanpa sadar tangan Tomy melepas baju Lisa kelantai dan tanganngan terus menelusuri tubuh sang istri, karena tidak mendapat penolakan oleh sang istri, tangan Tomy terus merayap ke dada sekal sang istri.
"Aahh... Tom " de Sa h Lisa menyebut nama Tomy dengan suara yang lirih.
"Hmmm..." sahut Tomy yang semakin menggila dengan tubuh polos istrinya itu.
"Dasar anak anak sialan, masih ada orang tua di sini, mereka malah tidak tau diri main bola di dalam sana, haiiisss.... mencemari telinga saja" gerutu Pak Gunawan, mendengar ah uh ah uh, dari kamar pengantin itu.
Bu Rika dan Tante Tania sudah merah merona pipi mereka, mendengar suara suara laknat dari dalam kamar sana, dan tanpa komando mereka menarik tangan pasangan masing masing untuk keluar dari apartemen itu.
__ADS_1
Bersambung...