
"Sudah rapi sayang?" tanya Tomy kepada sang istri, niatnya hari ini mau pergi kerumah mertuanya, mengambil beberapa barang penting sang istri, mereka berniat untuk tinggal di apartemen ini sementara waktu, karena Tomy tidak mau di ganggu oleh orang lain, maklum pengantin baru.
"Sudah dong" sahut Lisa dan berjalan ke arah sang suami yang menunggu sambil menyender di pintu kamar mereka.
Cup.....
"Cantiknya istri aku ini" puji Tomy sambil memeluk sang istri, begitu dia bersyukur bisa menikahi gadis cantik ini, walau secara dadakan dan di paksa, namun tidak masalah bagi Tomy, ternyata punya istri itu lebih enak, dan lebih nikmat, apa pun yang dia lakukan kepada sang istri sudah boleh dan halal, tidak saat masih pacaran, selalu menahan diri untuk melakukan sesuatu kepada sang istri.
"Huu... memang sudah cantik dari sananya, tapi sayang, cantiknya, suka di anggurin sama orang, sudah mau di jodohin sama orang lain, baru senewen." cibir Lisa menyindir sang suami.
"Yang penting kan ngak jadi di jodohin sama orang lain, tetap jadi milik aku." kekeh Tomy memeluk erat sang istri, dia tau istrinya itu masih kesal sama dirinya, namun bagaimana lagi.
"Ayo kita jalan, nanti kamu berubah pikiran lagi" omel Lisa, karena dari pagi dia sudah mengajak suaminya itu pulang kerumah orang tuanya, tetap saja Tomy diam, lebih memilih nina inu di kasur bersama sang istri, dan pada akhirnya Lisa mengeluarkan ancaman yang mujarab, dan di takuti oleh para laki laki yang sudah berumah tangga.
"Iya, iya ayo. Tuan Putri." ajak Tomy menggandeng sang istri keluar kamar, bisa bahaya kalau lama lama di dalam sana.
"Sial... Sial.... Sial..... hu.... uu..... uu.... Kenapa Tomy bisa menikah dengan cewek sialan itu, padahal sudah segala macam cara gue halangin, agar Tomy selalu mengundur pernikahannya, supaya perempuan gatal itu menyerah, dan gue yang bakal jadi pendamping Tomy. Namun apa yang terjadi dia malah menikah tanpa sepengetahuan gue huuu..... uuu... gue ngak terima!" raung wanita yang tidak lain masih sahabatan dengan Tomy dan Lisa.
"Ncek....ncek.... kau pikir dengan kau selalu menepel dengan Tomy, berarti Tomy suka sama kamu, dan mau menjadikan kamu pendamping hidupnya, kasihan sekali kamu Nona, mimpi mu itu terlalu tinggi, dan pada akhirnya kamu terjatuh, sakit ngak." cibir Sandi di depan pintu ruangan wanita itu, dengan tatapan sinisnya, bukan dia tidak tau selama ini Melisa selalu mempengaruhi Tomy yang bodoh itu, dengan mengiming imingi keuntungan besar dalam usaha yang sedang mereka jalani bersama, membuat Tomy sedikit sibuk dengan usahanya itu, bukan bearti dia menyukai wanita itu, namun dia tergiur dengan keuntungan yang ada di depan mata, lumayan untuk membangun rumah impian bersama Lisa, dan Tomy yang bodoh itu tidak menyadari klau wanita itu adalah ular berbisa, yang secara tidak lansung ingin memisahkan hubungannya dengan kekasih hatinya.
"Sialan kau Sandi, jangan bilang kau ikut andil dalam pernikahan mereka!" pekik Malisa tidak terima.
"Tentu saja aku akan melakukan yang terbaik untuk teman ku itu, kau pikir aku sudi kau bersanding dengan temanku, beruntungnya Papa Lisa dan Papi Tomy orangnya jeli melihat ada ular yang sedang menempel pada anaknya, dengan cepat lansung menyikirkannya tanpa menyentuh sedikit pun, dengan cara membuat si ular mati perlahan tanpa di kasih racun sudah sakit duluan" kekeh Sandi dengan mulut pedesnya.
"Kau... Agggkkk....." pekik Melisa dengan frustasi.
"Ada apa ini teriak teriak, kaya di rumah sakit jiwa saja" ujar Papi Indra yang datang ke kantor sang anak.
__ADS_1
"Ehh... Om, eh Pak" kaget Sandi karena mendengar suara Papi Indra di belakangnya.
Melisa lansung buru buru merapikan penampilannya, agar selalu terlihat wanita berkelas, dan di sukai oleh Papi Indra.
"Hallo Om, tumben datang ke ruangan saya, seperti ada yang mau di bicarakan?" ucap Melisa di buat selembut mungkin, walau hatinya sedang kacau balau saat ini, demi menjaga reputasinya dari laki laki yang akan menjadi calon mertuanya, dalam hayalan Melisa.
"Tidak ada apa apa, San. Duduk sini" panggil Papi Indra.
"Baik Pak, di kantor memang Sandi memanggil bapak kepada Papi Indra.
"Sudah sampai mana proyek kerjasama kamu dengan Tomy?" tanya Papi Indra tanpa basa basi.
"Emm... S-susah tahap pembangunan Om" ujar Melisa dengan senyum semanis mungkin.
"Oohh... Begitu, angguk Papi Indra, lalu memberikan File ke Melisa.
"Apa Ini Om?" ujar Melisa penasaran dengan File tersebut.
Sandi terkikik geli dalam hati melihat wajah merah Melisa itu, dia tau Melisa gadis bermuka dua itu sedang menahan kesal, karena perempuan itu paling tidak suka dengan orang yang berkata kasar kepadanya.
"Loh, maksudnya apa ini Om?" ujar Melisa tidak terima dengan isi File tersebut.
"Kamu bisa bacakan, klau proyek itu sudah di serahkan oleh Tomy kepada saya dan juga Gunawan, jadi kamu akan berurusan dengan saya, bukan lagi dengan Tomy." tegas Pak Indra.
"Mana bisa begitu Om, itu namanya melanggar perjanjian dan Tomy belum membicarakan ini sama saya, kenapa mengambil keputusan di sebelah pihak saja. saya merasa tidak di hargai" dumel Melisa, tidak terima klau Tomy keluar dari proyek itu, karena dia yang mengikat Tomy dengan proyek itu, banyak rencana licik yang ingin dia lakukan kepada Tomy, namun sayang. Niat itu tidak berjalan sesuai keinginan Melisa.
"Masalahnya dimana. Proyek ini tetap berjalan seperti semestinya, dan tidak di batalkan, cuma pengalihan orang yang bertanggung jawab saja, di dalam perjanjian itu, juga tidak ada di cantumkan, bahwa harus Tomy yang harus menghandel pekerjaan ini, kamu suka mengadi ngadi ya." cibir Papi Indra.
__ADS_1
"Klau begini saya akan menarik saham saya, saya tidak terima di permainkan, saya tidak mau bekerjasama lagi, biar saja proyek ini gagal, dan Tomy akan menanggung kerugian seorang diri, dan dia akan di demo banyak orang." ujar Melisa menakuti Papi Indra, agar Papi Indra mau proyek ini kembali di serahkan dengan Tomy.
"Kamu memgancam saya!" berang Papi Indra.
"Tidak, saya hanya menyampaikan keinginan saya, klau mau proyek ini berjalan dengan lancar, maka saya ingin bekerjasama dengan Tomy saja, karena dia masih muda, dan banyak gagasan gagasan baru yang akan dia buat di proyek ini." kilah Melisa.
"Tidak usah. Kamu mundur saja, ambil kembali modal kamu, proyek ini akan kami ambil alih, tanpa bantuan kamu." ujar Pak Gunawan tiba tiba nongol di balik pintu.
Deg...
"Sial, kenapa para laki laki bau tanah ini selalu menggagalkan rencana gue sih." kesal Melisa.
"Baiklah, saya akan mengambil modal saya. Saya tidak sudi bekerjasama dengan orang yang tidak konsisten, dengan seenak jidat memberi kuasa kepada orang lain tentang proyek ini." marah Melisa.
"Haii... Nona melisa yang cantik kaya gula jawa, tapi sayang jahat seperti ular sawah, yang menghalalkan segala cara, untuk menjerat pacar teman sendiri, ncek... ncek... memalukan." cibir pak Gunawan.
Tentu saja ejekan Pak Gunawan, membuat Melisa sakit hati.
"Baiklah, Saya minta kembali kan modal saya yang sudah masuk ke dalam proyek ini, paling lambat dua hari dari sekarang." tegas Melisa, yang benar benar tidak mau melanjutkan proyeknya, klau bukan dengan Tomy dia bekerjasama, dan dengan mengacam seperti ini, semoga saja Pak Indra dan Pak Gunawan membiarkan Tomy kembali bekerjasama bersamanya. Karena modal yang di gelontorkan Melisa sangat lah besar, dan dia yakin Pak Gunawan dan Pak Indra tidak akan mampu mengembalikan modalnya.
Melisa tersenyum kemenangan, saat melihat Pak Indra dan Pak Gunawan saling pandang. Dia yakin ke dua laki laki itu tidak akan mampu mengembalikan modal proyek itu.
"Baik lah, klau itu yang kamu mau, jangan kan dua hari, dua jam lagi kami akan mengembalikan modal yang sudah kamu tanam di proyek ini, jangan takut. Kami akan membayar sekalian dengan dendanya, walau ini bukan kesalahan kami. Tapi kamu tenang saja." santai Pak Gunawan.
Duarrr.....
Bagai petir menyambar di siang bolong, dia fikir akan menang melawan dua laki laki tua itu, tapi malah dia yang kalah, pupus sudah harapan Melisa untuk bersanding dengan Tomy, yang sudah dia incar dari dulu, tidak ada lagi tersisa ruang untuk nya mendekati Tomy lagi, karena semua akses untuknya sudah di tutup, dengan batalnya kerjasama proyek yang sedang dia jalankan bersama Tomy saat ini.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote nya ya, biar outhor makin rajin up 😁😁😁😘😘😘