
"Stop.... Stop.... sebenarnya siapa yang mau di nikahan ini! saya juga capek kali, pengen istirahat, dan ingin kelonan sama istri saya" omel penghulu yang dari tadi di suruh menunggu, dan berakhir dengan drama keluarga itu.
"Sayang, pak. Saya yang mau nikah sama calon istri saya ini" ujar Tomy beru buru menarik tangan Lisa menghadap penghulu.
"Heh... Seprul siapa yang ingzinin kamu nikah sama anak saya, kapan kamu lamar anak say, dan mana cincin nikahnya, kau pikir anakku apaan, di tambah lagi" Pak Gunawan melihat pakaian sang anak dari atas sampai kebawah, dia menggelengkan kepala. "Kau mau menikahi anakku dengan pakai seperti ini, dasar Ceo medit, koret, bisa bisanya anakku hanya menikah dengan pakaian terbuka kaya gini, dan dandanan acak kadul gini!" omel Pak Gunawan
"Maaf papa mertua, saya belum ada persiapan, lagian ini juga salah kalian, kenapa bawa bawa penghulu ke sini, aku memang berniat kerumah, papa mertua besok kok, tapi kalian datang membawa penghulu ke sini" ujar Tomy sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
"Huufff.... Nak, kamu yakin mau menerima laki laki egois itu?" tanya Pak Gunawan melihat sang putri.
"Klau kau tidak yakin, ngak masalah kok, ada yang mau melamar kamu juga kok" sambung Pak Gunawan lagi.
"Apa apaan. Enak saja, Lisa cuma bakal jadi istri saya papa mertua, tidak ada yang boleh memilikinya" dengus Tomy tidak terima.
"Sudah sudah, kasian pak penghulu sudah lelah nungguin kalian, sekarang Lisa masuk kamar sana, ganti pakaianmu, dan kamu Tomy masuk kamar sebelah dan juga ganti pakaian kalian" titah Mami Tania.
Dan tentu saja Tomy jadi bernafas lega, Mami nya ini memang selalu dapat di andalkan.
Tomy menarik tangan Lisa, dan membawa lisa ke dalam kamar yang sudah di beri tahu sang Mami.
"Masuk lah, ganti pakaian mu, aku juga akan mengganti pakaian ku" ujar Tomy dengan tatapan lembutnya, dan mengelus kepala Lisa dengan penuh cinta.
"Ncek. Buru... Ganti baju kalian, apa pak penghulunya di suruh pulang saja" omel Pak Gunawan dengan garang, padahal dalam hati bersirak riang, karena berhasil menjebak calon menantunya itu, klau ngak begini caranya anaknya ngak akan nikah nikah di buat Tomy.
"Iya..." ujar Tomy dan lansung mendorong Lisa masuk ke dalam kamar yang biasa mereka tempati saat berada di apartemen itu, walau sering tidur bersama, Tomy tidak pernah meminta hal yang lebih selain peluk dan cium kepada Lisa, karena itu Lisa mempertahankan Tomy sebagai kekasihnya, dulu pernah, Lisa mempunyai kekasih dan memaksa mereka melakukan hubungan terlarang, Lisa menolak, hampir saja Lisa di perkosa, beruntung ada Tomy yang menolongnya saat itu, hingga dia selamat.
Semenjak itu hubungan mereka menjadi dekat dan lama lama menjadi sepasang kekasih hampir 7th lamanya.
"Silahkan mbak?!" MUA yang sengaja di datangakan oleh keluarga Tomy.
__ADS_1
Tentu saja Lisa sedikit kaget, namun kembali merilekskan kembali wajahnya.
Lisa duduk dengan tenang dan di rias dengan tidak terlalu tebal, karena memang wajah Lisa sudah Cantik hanya di boleh tipis tipis saja sudah bikin pangling.
"Waahhh.... Mbak cantik benget, ngak usah di dempul tebal sudah cantik" puji MUA tersebut.
"Mbak bisa aja" ujar Lisa malu malu
"Ya Allah, anak Mama cantik sekali" puji Mama Lisa menatap anaknya berkaca kaca.
"Mama..." panggil Lisa memeluk sang mama.
"Jangan menangis, nanti riasanya berantakan, kasian mbaknya" ujar Mama Lisa mengusap bahu sang anak.
"Ganti baju gih..." ujar Mama Rita memberikan baju akad ke tangan sang anak. Lisa menurut dan mengganti bajunya di sana tanpa malu, karena di dalam hanya ada mereka para wanita.
Di kamar sebelah, jantung Tomy berdegup sangat kencang, dia berulang kali meng hafal kertas yang di kasih Tama sama dia, kertas yang bertulis ijab kabul dia dan Lisa.
"Haaaiii... kau menyumpahi ku, tidak bisa ijab kabul, sini kau anak sialan!" kesal Tomy melempar sepatunya ke arah Tama, namun sayang, sepatu itu hanya mengenai pintu, karena orang yang mau dia lempar sudah keluar dari kamar tersebut dengan cekikikan.
Lisa di temani oleh Mamanya, dan Malika di kamar tempat dia berias tadi, sambil menunggu Tomy mengucapkan ijab kabul.
"Kakak cantik banget" puji Malika.
"Kamu lebih cantik sayang" ujar Lisa memegang lembut tangan calon adik iparnya itu.
"Maaf ya, gara gara aku, kakak jadi telat nikah sama Kak Tomy" sesal Malika.
"Haii... Itu bukan salah kamu kok, Tomynya aja yang rada rada, buktinya kamu sudah ketemu pun belum juga mau nikahin kakak, giliran di kerjai sama papa dan Papi baru kelimpungan" kekeh Lisa.
__ADS_1
"Jadi kakak tau semua ini!" kaget Malika.
"Hmmm... Semua sudah di rencanain sama Papi sama papa" ujar Lisa.
"Astaga, itu dua aki aki beneran deh bikin jantung ngak aman. Mama juga ngak tau loh tadinya, tau taunya saat Tania telpon mama" dengus Mama Rika sedikit sewot.
"Mama lupa siapa dua laki laki itu, yang suka bikin hal aneh aneh, dab sekarang nurun sama anak dan menantunya kekeh Lisa.
Obrolan mereka terhenti saat mendengar kata sah, dari suara orang di luar sana, yang menggema sampai ke dalam kamar itu.
Membuat Lisa, Mama Rita dan Malika meneteskan air mata.
"Anak mama sekarang sudah jadi istri orang hiks..." ujar Mama Rika.
"Selamat ya kak, sekarang kita jadi saudara" ujar Malika ikut memeluk Lisa.
"Ayo. Kita keluar sayang" ujar Mama Rita setelah menghapus air matanya.
Mama Rita membimbing sang putri keluar dari kamar dan di ikuti oleh Malika di belakang sambil mengangkat ekor baju pengantin Lisa itu.
"Waahhh.... Mantu Mami Cantik banget" ujar Mami Rania menatap kagum ke arah Lisa yang berjalan pelan karena songket yang dia pakai lumayan sempit.
Tomy tidak kalah terperangah melihat sang istri yang baru saja dia ambil tanggung jawabnya dari sang mertua, istrinya begitu cantik dan elegan, ingin rasanya Tomy mengejar sang istri dan memeluknya dengan sangat erat, namun otaknya masih waras, bisa bisa kepalanya bisa melayang di sleding oleh dua harimau lapar itu, siapa lagi klau bukan Papi Indra dan Papa Gunawan.
"Sudah tanda tangan dan berdo'a dulu baru boleh pandang pandangan" kekeh Pak Penghulu dengan jahilnya menggoda Tomy.
Membuat Tomy tersenyum kikuk, karena dia tidak menyadari sang istri sudah duduk di hadapannya, dia malah asik melamun yang tidak tidak.
"Maaf... " Tomy malu setengah mati.
__ADS_1
Membuat orang di sana jadi terkekeh geli, melihat tingkah Tomy itu.
Bersambung....