
Pagi menjelang, Malika masih guling guling cantik di atas kasur, sungguh badannya sangat lelah semalaman Refandi benar benar menggempurnya habis habisan, sampai subuh.
Namun itu tidak masalah buat Refandi yang sudah mandi dan rapi, niatnya ingin membuatkan sarapan buat sang istri. Walau dengan menu sederhana, dia membiarkan saja sang istri yang berguling guling cantik di kasur, tanpa ingin mengganggu sama sekali. dia tau sang istri seperti itu gara gara ulahnya yang tidak bisa menahan diri, klau sudah melihat kemolekan tubuh sang istri mana lah tahan si burung pipitnya itu.
Refandi membuat roti bakar dan susu coklat panas untuk sang istri.
Dia memasak penuh ke hati hatian, maklum seumur hidup baru kali ini dia memasak makanan, selama ini ada bibi atau delivery order yang memanjakan perutnya, masuk ke dalam dapur saja baru semenjak menikah dengan sang istri, menemani istri cantiknya itu memasak.
"Waduhhh... kenapa bisa gosong sih" gerutu Refandi melihat roti yang dia masak sudah berubah bentuk, bukan lagi kuning ke emasan sudah berubah bentuk coklat ke hitaman.
Malika terkekeh melihat masakan sang suami, dia berdiri sedikit lebih jauh dari sang suami, membiarkan apa yang di lakukan sang suami, Malika sudah mandi dan rapi.
"Ahhh... Buang saja lah. Ini bukan kenyang malah bikin perut istriku sakit" gumam Refandi yang sudah bersiap siap membuang roti bakar itu ke dalam tong sampah.
"Jangan di buang!" ujar Malika dari belakang.
"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Refandi kaget, dan reflek menutup roti bakar gosong di belakang tubuh nya.
"Hmmm... Sudah, sudah cantik malah" ujar Malika, yang matanya mencuri curi pandang k arah punggung sang suami.
Membuat Refandi salah tingkah, dia tidak mau istrinya melihat masakanya yang gagal.
"Mas, apa yang di umpetin di belakang itu?" tanya Malika.
"Ngak ada." jawab Refandi cepat.
"Masa sih, sini coba aku lihat" ujar Malika.
"Jangan di lihat sayang, mas malu" ujar Refandi penuh sesal.
"Ngak apa kok, ayo... sini, aku mau lihat" ujar Malika memaksa sang suami.
Mau tidak mau, Refandi memperilhatkan roti bakar yang hampir gosong itu.
__ADS_1
"Waaahh... Roti bakar!" girang Malika.
"Buang, sayang, jangan di makan, itu pasti tidak enak, nanti kamu sakit perut" ujar Refandi berusaha merampas roti bakar yang ada di tangan sang istri.
"Ini tidak buruk, mas bikin ini buat aku kan? ini masakan pertama suamiku, aku ingin memakannya" ujar Malika.
"Tap...."
Hap....
Belum selesai Refandi berucap, roti bakar gosong itu sudah masuk ke dalam mulut sang istri, membuat Refandi menelan ludah kasar, dia tau masakan itu tidak enak, pasti pahit.
"Muntahin sayang. Jangan di telan" ujar Refandi panik.
Glek....
Namun sayang, roti itu sudah lansung masuk tenggorokan sang istri dengan mulus.
"Ini enak, walau sedikit gosong, tapi mas bikin penuh cinta, jadi. Rasanya ada rasa coklatnya, kan klau cinta, tai kucing pun rasa coklat" kekeh Malika, " tapi ngak masalah, yang penting mas masak buat aku. jadi aku sangat menghargai usaha mas, aku terharu, mas tidak bisa masak, tapi mas berusaha memasak demi aku, aku senang mas, aku bahagia" ujar Malika tersenyum lebar.
Refandi tidak menyangka istri cantiknya itu akan memakan hingga tandas masakan dia yang gagal total itu, sungguh dia semakin cinta sama sang istri. Lagi dan lagi Refandi membandingkan sang istri dengan sang mantan.
Dulu. Pernah Refandi di suruh mantannya membeli minuman, cuma salah beli saja, mantannya itu marah marah sepanjang jalan, dan membuang minuman yang Refandi beli itu.
"Sayang, kenapa kamu selalu membuat mas, tidak bisa lepas dari mu. Kau membelenggu mas, dengan segala sifat sederhana mu ini" ujar Refandi, menangkup wajah sang istri dan menatapnya penuh cinta.
"Aku tidak melakukan apa apa" acuh Malika.
Dia beranjak dari duduknya dan membersihkan segala ke kacauan yang sudah Refandi perbuat, dengan cekatan, tidak ada omelan yang keluar dari mulut Malika.
Setelah Rapi dia membuat sarapan untuk sang suami. Refandi masih setia mengikuti istrinya itu dari belakang, dia memeluk pemilik hatinya itu tanpa mau melepaskan pelukannya sedikit pun.
"Selesai..." ujar Malika, membawa sepiring roti bakar dan dua buah telur rebus, kebiasaan sang suami.
__ADS_1
"Ayo mas makan" titah Malika.
Namun Refandi tidak menjawab dia terus saja memeluk istrinya itu.
"Ayo mas, ihh..." omel Malika.
"Suapin" manja Refandi.
Dengan penuh kesabaran, Malika menyuapi suami manjanya itu, klau sudah minta di suamipin. Malika tidak mau menyuapi, Refandi tidak akan mau makan, mau tidak mau Malika menyuapi suami manjanya itu
Ting...
Tong...
Bunyi bel apartemen Refandi tersebut
"Siapa sih, ganggu aja" gerutu Refandi membuka pintu apartemen, dengan sedikit kesal, dia sedang enak enakan bermanja manja riang dengan sang istri.
"Haiii... Ngapain kau pagi pagi ke sini? ganggu tau ngak" omel Refandi kepada tamu tak di undangnya itu.
"Mana Malika" tanya Tomy tanpa menghiraukan ocehan Refandi, dia melangkah mencari adik sepupu yang sangat dia yakini.
"Lika..." Panggil Tomi.
"Ehhh... Kak Tomy, ada apa pag.."
Hap...
Tomy lansung memeluk tubuh Malika dengan sangat erat.
"Yaaa.... Sialan, apa yang kau lakukan!!" pekik Refandi kesal sang istri di peluk sahabatnya itu.
Bersambung...
__ADS_1