Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 38


__ADS_3

"kamu duduk di sini ya, mas mau periksa proposal dulu ya" ujar Refandi menyuruh sang istri duduk di sofa tamu, yang tersedia di ruangannya.


"Hmmm..." Angguk Malika, bukan duduk dia malah pergi ke arah kulkas mini yang berada di ruangan sang suami, untuk mencari minuman.


Refandi membiarkan saja apa yang di lalukan sang istri di ruangannya.


"Mas..." panggil Malika.


"Apa sayang" ujar Refandi mengangkat kepalanya, dan melihat sang istri yang terpaku memandang dinding ruang kerja Refandi.


"Kok, banyak foto foto aku di sini mas?" tanya Malika, itu ada foto foto dia masih sekolah, saat bekerja, dan sampai saat ini, terpajang di dinding ruangan Refandi, foto itu Refandi ambil dari hp sang istri, dan dia cetak.


"Ngak apa apa, kan bikin mas semangat buat kerja, klau mas kangen, kan mas tinggal lihat foto kamu sayang" ujar Refandi sambil memeluk sang istri dari belakang.


"Kapan, mas ambil foto foto ku?" tanya Malika penasaran dan membalikan tubuhnya, agar melihat sang suami.

__ADS_1


"Sejak lama, saat mas ganti hp kamu" jujur Refandi.


"Waahhh... ternyata mas sudah jatuh cinta dari awal sama aku" goda Malika.


"Siapa yang ngak akan jatuh cinta sama kamu sayang. Semua laki laki di muka ini pasti menyukai wanita secantik dan sebaik kamu" puji Refandi yang memang itu adanya.


Mana ada laki laki yang bisa menolak pesona sang istri, itu terkadang membuat Refandi ketar ketir melihat laki laki yang selalu cari perhatian sama sang istri, istrinya itu terlalu baik, walau masih bisa menjaga dirinya dari laki laki hidung belang, namun tidak memungkinkan Malika untuk menyukai laki laki sebaya dengannya, itu membuat Refandi ingin sekali mengurung sang istri di rumah, atau ikut kemanapun dia pergi, namun dia tidak ingin egois, istrinya selama ini tidak neko neko, dan tidak pernah mau pergi bersenang senang bersama teman temannya di luar sana, lebih memilih pulang ke rumah dari pada menghabiskan waktu di luar.


Ucapan sang suami membuat Malika tersepu malu, dan menunduk menyembunyikan wajah merah meronanya.


Refandi yang tau, sang istri sedang malu malu itu, membuat dia gemes sekali, tanpa ba bi bu, Refandi mengangkat wajah sang istri dan melakukan kising panas di dalam ruangannya.


"Ehh... Maaf maaf, gue kira ngakak ada Malika" ujar Sandi yang masuk tanpa mengetuk pintu seperti biasanya, membuat sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta itu kaget setengah mati, untung Malika membelakangi pintu ruangan tersebut, jadi sandi tidak melihat dada terbuka Malika.


"Haiiisss... kau menggangu saja, sana keluar" ketus Refandi membekap tubuh istrinya, dia tau sang istri sedang malu setengah mati.

__ADS_1


"Heheh... baik lah" ujar Sandi menggaruk garuk kepala yang tidak gatal. Dia lansung ke luar sambil menutup pintu, sebelumnya sempat melontarkan kata kata.


"Kunci pintu dulu boss, takut ada yang masuk tiba tiba, nonton life streaming pula" kekeh Sandi dan kabur sebelum bosnya itu mengamuk.


"Yaa...." pekik Ferandi, namun sayang teman sialannya itu sudah kabur dari sana.


"Mas, ih. Aku malu" ujar Malika membenarkan pakaiannya.


"Tidak apa apa, dia ngak lihat kok" ujar Refandi menenangkan sang istri.


"Bener dia ngak lihat" ujar Malika meyakinkan.


"Benar sayang" ujar Refandi membantu merapikan rambut sang istri, yang sudah acak acakan, ulah tangan nakalnya.


"Selesai" ujar Refandi dan dia juga merapikan pakaiannya, sebelum melangkah ke meja kerjanya, melanjutkan tugas yang terbengkalai.

__ADS_1


"Malika duduk manis di sofa sambil meminum minuman bersoda dan juga beberapa snack yang memang Refandi sediakan untuk sang istri, klau sang istri berada di kantor dan dia tidak bosan.


Bersambung....


__ADS_2