Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 42


__ADS_3

"Tom, gimana pencarian sepupu kamu?' tanya ada mami Talia dengan wajah sendunya, dia sangat merindukan keponakan kesayanganku itu, saat kecelakaan itu, memang tidak ada keponakannya di mobil sudah di bawa seseorang ke rumah sakit, setelah mereka cari ke rumah sakit setempat tidak ada keponakannya itu.


"Sabar Mi. Aku sudah berusaha mencarinya, tapi belum ada titik temunya dari suruhanku" ujar Tomy memeluk sang Mami, semenjak kehilangan kakak kandungnya sang mami jarang tersenyum di tambah keponakan yang amat sangat dia cintai ikut menghilang tanpa jejak.


Mami Tania dari dulu sangat ingin mempunyai anak perempuan, namun semua yang lahir adalah laki laki, saat keponakannya terlahir perempuan dia sangat menyayangi nya, dia begitu bahagia, sengaja memohon membeli rumah di samping rumah sang kakak, agar bisa setiap saat bermain dengan keponakannya, maklum mami Talia tidak bisa lagi melahirkan anak.


Begitupun sang kakak, hanya mempunyai anak tunggal perempuan satu satunya, namun sekarang tidak tau rimbanya.


"Mami merindukan Lika hiks... hiks..." pecah sudah tangis sang mami, mengingat keponakan kesayangannya.


"Sudah sayang, sudah. Suatu saat kita pasti bisa ketemu dengannya" ujar Papi Indra.


"Hmmm... Angguk sang Mami dalam pelukan Tomy.


"Seandainya waktu itu kakak tidak pergi ke tempat itu, pasti mereka masih hidup sampai sekarang" ujar Mama Tania.


"Sudah takdir mereka sayang, jangan di ingat ingat lagi, nanti kambuh sakitnya" ujar Papi Indra begitu lembut menegur sang istri.

__ADS_1


"Bang, di kampus gue ada anak baru cantik banget deh bang, gue naksir, ehh... tau taunya dia sudah nikah, padahal masih kecil tau, klau ngak salah dia di jual sama ibu angkatnya, tadi ibu angkatnya datang ke kampus marah marah." ujar sang adik.


Deg....


"Malika..." ujar Tomy tanpa sadar.


"Abang kenal?" tanya Tama Adik Tomy yang kaget mendengar nama yang di sebut sang kakak, memang nama perempuan pujaannya itu bernama Malika.


"Iya, dia istri Refan, dia memang di jual sama ibu angkatnya" kesal Tomy.


"Apa....! Malika....!" tanya sang ibu.


"Mi, Mami tenang dulu, nama Malika itu ngak satu loh, mi. Banyak" ujar sang suami.


"Iya sih..." ujarnya kembali lemah.


"Tapi aku merasa dekat sama dia Mi. Coba deh lihat ini" ujar Tomy memberikan foto Malika kepada sang Mami.

__ADS_1


Deg....


"D-dia ponakan Mami. Dia Malika Pi, ayo Pi jemput dia pi, dia Malika pi huu.... hu.... Kakak anak kalian kami temukan hiks... hiks... pecah sudah tangis Mami Tania, dia yakin itu keponakan dia, Malika anak kecil yang suka dia bawa bawa kemana mana, yang suka di dandaninya saat kecil.


"Sabar Mi, sabar, belum tentu dia Malika kecil kita" ujar sang suami yang kewalahan meladeni sang istri.


"Mami yakin dia Malika kecil Pi, Mami bisa rasakan klau dia Malika kita huu.... huu...." ujar Sang Mami di sela sela tangisnya.


"Bukanya Malika punya tanding di mana ya?" ingat Papi indra, seingatnya Malika punya tanda di tubuhnya tapi dia lupa letaknya di mana.


"Mami ingat, dia punya tanda di paha kiri nya ada tahi lalat besar seperti tompel" semangat sang Mami.


Sementara anak anak mereka kaget, dan juga bahagia, gadis kecil itu sudah di temukan, dan mami mereka pasti akan kembali ceria, semoga kembalinya Malika sakit Mami mereka juga ikutan sembuh, terlalu banyak memikirkan sang keponakan sang Mami sering drop dan sering masuk rumah sakit.


"Papi... Anter Mami menemui Malika, gadis kecil Mami. Pi, hiks... hiks..." ujar Mami Tania


"Semoga kau benar benar adik sepupuku yang manja Lika" gumam Tomy dalam hati.

__ADS_1


"Yaaahhh.... yang gue kagumin adek sendiri, tapi bagus dong ya, sekarang gue bisa interaksi sama dia, secarakan adik cantik itu jarang mau ngobrol sama laki laki, aahhh... adikku yang manis" ujar Tama senyum senyum tak jelas.


__ADS_2