Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 108


__ADS_3

"Lilis...!!! dasar la cur si alan kau ya, sudah saya paksa anak saya menikah sama kamu. Ini yang kamu lalukan sama saya, berani beraninya kamu selingkuh sampai hamil anak orang lain, si alan kau Lis, pergi dari rumah saya, saya akan menyuruh anak saya menceraikan kamu..!" pekik Bu Ratmi syok mendengar ucapan Lilis dengan seorang laki laki yang dia tidak kenal, dia tidak sengaja melewati jalan itu dan tidak sengaja juga bertemu dengan menantu yang dia sayang, ternyata menantunya itu tidak lebih dari sampah.


"Ibu, ibu jangan salahkan aku saja, ibu juga salahkan anak ibu, kenapa dia ngak pernah menyentuhku, wajar aku mencari kehangatan dengan pria lain, aku juga butuh itu *** bu." pekik Lilis tidak terima hanya dia yang di salahkan.


"Saya menyesal sudah menikahkan kamu sama kamu Lis, saya menyesal telah jahat sama menantu dan cucu saya, ini balasan yang kamu berikan pada saya." pekik Bu Ratmi.


"Haiii... Nenek tua, jangan merasa tersakiti anda, selama ini anda juga puas memakan uang saya, itu impas kok sama apa yang anak anda dapat, bahkan saya cuma di kasih status doang, tapi ngak di sentuh, sakit tau, jadi jangan salahkan saya selingkuh." amuk Lilis juga tak kalah garang.


"Haa.... syukurlah, anak saya ngak menyentuh kamu, jangan jangan emang kerjaan kamu seperti ini selama ini, anak saya hanya tameng untuk kamu!" sinis Bu Ratmi.


"Ada apa ini bu, kenapa ibu ribut ribut sama menantu kesayangan ibu." ujar Indah.


"Mana abang mu, suruh dia pulang, ibu mau dia cerai sama J***** ini, ngak sudi ibu melihat dia lagi." pekik Bu Ratmi.


"Hahaha... Akhirnya ibu bisa lihatkan, wanita macam apa yang ibu paksa menikah sama anak ibu, nyesal ngak tuh." cibir Indah, lalu dia berlari mencari abangnya, sudah saatnya abangnya itu mendapatkan kebahagian.


Lilis panik, karena mau di ceraikan oleh Kardi, karena dia bingung mau meminta pertanggung jawaban siapa, dia lupa dengan laki laki mana dia sampai kecolongan hamil, dan tidak ada siapa bapaknya.


"Bu, ibu jangan gini dong, setidaknya biarkan mas Kardi menjadi suami saya sampai anak saya lahir bu, saya tambah uang jajan ibu." bujuk Lilis.


"Ngak sudi saya, lebih baik kamu keluar dari rumah saya, apes nanti rumah saya, karena melihara j***** di rumah saya." ujar bu Ratmi.


"Akk.... sial, gimana ini, gue kan ngak mau ketahuan sama ibu ibu di sini, dan gimana caranya gue nemuin laki laki yang mau ngajak *** *** bisa curiga bini mereka." gerutu Lilis.

__ADS_1


"Kenapa Bu? nyari aku." tanya Kardi


"Istrimu..."


"Ngak mas, ibu bohong, jangan dengerin ucapan ibu mas." sela Lilis buru buru. Kardi hanya tersenyum miring mendengar ucapan Lilis, dia pikir Kardi ngak tau apa yang dia perbuat di belakangnya.


"Ngak usah ngeles kamu Lis, tanpa Ibu kasih tau pun aku sudah tau apa yang kau lakukan di belakangku, bahkan jauh sebelum kita menikah, aku sudah tau sepak terjang kau di luaran sana, makanya aku ngak mau menyentuh kau la cur, kau ini aku ini orang bodoh." sinis Kardi, membuat Lilis melotot tidak percaya klau apa yang dia lakukan sudah Kardi ketahui.


"Mas...."


"Mulai hari ini, jam ini, detik ini, saya Kardi sutanto menalak tiga Lilis mardani, mulai saat ini engkau haram bagiku." ujar Kardi lantang.


"Ngak mas, aku ngak mau, setidak tidaknya, tunggu dulu sampai anak ini lahir, biar aku ngak malu malu banget." pekik Lilis.


"Hahaha... Kau pikir saya sudi, sudah cukup saya terjerat dengan kau, sudah lama sekali saya ingin menendang kau dari rumah ini, tapi aku masih menunggu momen Ibu saya tau siapa kau sebenarnya, yang sudah dia perjuangkan, ternyata lobang bolong yang sudah busuk, sudah keseringan di masukin segala macam ular, dan belut." hina Kardi. puas sekali rasanya dia hari ini.


Buk....


"Ngak usah marah marah, pergi sana! itu baju baju loe, sudah gue beresin." Indah melempar tas bakalan Lilis keluar rumah.


"Indah....!" pekik Lilis kaget, melihat semua barang barangnya di lempar oleh Indah bagai barang rongsokan, padahal barang barang itu, bagi orang kampung sungguh sangat mewah.


"Apa..... sudah, ngak usah bentak bentak, gue udah bermurah hati bantuin loe." cibir Indah.

__ADS_1


"Sana pergi! kami ngak sudi melihat kau di sini lagi, hus... hus.... hus.... sana." ujar Ana.


"keluar lah kau Lis, sudah ngak ada tempat bagi kau di rumah ini." usir Kardi.


"Kalian! lihat saja nanti, akan aku balas semua perbuatan kalian ini!" geram Lilis.


"Balas ya tinggal balas, dasar pe rek, la cur, ja lang." cibir Indah.


"Di, maafin ibu," sesal Bu Ratmi.


"Haah... sudah lah bu, hidup ku sudah hancur seperti yang ibu inginkan, ngak usah minta maaf, sudah terlambat untuk semuanya." ujar Kardi dengan menahan dada yang sesak, karena mengingat dua hari lagi mantan istrinya sudah menjadi milik orang lain, sesak sungguh sesak rasanya dada Kardi, cuma dia berusaha berlapang dada menerima semua itu.


"Kamu boleh kembali sama Siti, dan anak mu Di." ujar Bu Ratmi dengan suara parau penuh sesal.


"Terlambat bu, dia sudah bahagia saat ini, lusa adalah hari pernikahannya dengan laki laki yang jauh lebih baik dari aku." pekik Kardi frustasi, se ikhlas ikhlasnya dirinya melepas mantan istrinya itu, pasti tetap merasakan sakit yang luar biasa, karena nama wanita itu masih bertahta di dalam hatinya.


Indah menepuk bahu abang satu satunya itu, dia tau abangnya sangat rapuh saat ini, namun bagaimana lagi, dia selama ini yang tidak tegas terhadap sang ibu, dan akhirnya harus kehilangan wanita yang sangat dia cintai.


"Sabar bang, suatu saat nanti abang pasti mendapatkan kebahagian lagi." ucap Ana tulus.


"Wanita abang sudah benar benar pergi dek, sudah bersama tangan yang tepat, kini abang tinggal sendiri." isak Kardi pilu.


Indah lansung memeluk abangnya, sungguh dia tidak tahan melihat abangnya kembali hancur.

__ADS_1


Bu Ratmi membatu di tempat, baru dia sadari dia telah menghancurkan anaknya sampai seperti ini.


Bersbung....


__ADS_2