Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 39


__ADS_3

Selesai mengadakan meeting, Refandi mengajak sang istri shoping di mall tersebut, dia ingin memanjakan sang istri hari ini, sudah beberapa minggu ini dia tidak ada waktu untuk mengajak sang istri berjalan jalan keluar sekedar makan makan, karena kerjaannya sedang ada masalah yang dia akibat kan oleh orang kepercayaanng yang menyelewangkan uang perusahaan.


Malika wanita cantik itu, tidak pernah menuntut apa apa kepada sang suami, dia begitu pengertian, selalu berada di samping sang suami, sesekali saja dia akan menolak ikut klau badannya lagi kurang vit.


"Kita mau kemana mas?" tanya Malika sambil merangkul tangan sang suami.


"Cari pakaian buat kamu sayang" ujar Refandi seketika langkah Malika berhenti.


"Kenapa berhenti!" ujar Refandi.


"Ngak usah beli baju mulu kak, baju ku sudah terlalu banyak, sayang ngak terpakai, itu namanya mubazir" ujar Malika yang tidak mau membeli baju lagi, itu hanya buang buang uang saja, padahal suaminya itu sedang ada masalah, masih sempat sempatnya memikirkan untuk foya foya.


Refandi tersenyum bangga kepada sang istri, tidak ada perempuan yang akan menolak saat di ajak shoping, namun istrinya ini lain dari yang lain, sungguh dia sangat beruntung mempunyai istri cantik yang pengertian itu.


"Lalu, kamu mau apa sayang?" tanya Refandi lembut.


"Bagaiman kita main main di pasar malam aja" aja Malika kepada sang suami.


Memang istrinya ini unik, di ajak ketempat mewah, malah mintanya ke tempat sederhana.

__ADS_1


"Baiklah, tapi ini masih siang, kamu sudah lama tidak memanjakan diri di salon kan, sekarang kita kesalon dulu, mas juga mau ganti pakaian, ya kali ke pasar malam pakai jas" ujar Refandi.


Mau tidak mau Malika mengikuti perintah sang suami.


"Baik lah..." ujar Malika, dia berbelok ke sebuah salon terkenal dan kebetulan juga ada sang mertua di sana, namun Malika belum mengetahuinya.


"Kamu masuk lah, mas. Mau ke toko baju dulu, cari salinan" ujar Refandi, Malika hany menganggukan kepala dan masuk ke dalam sana, untuk melakukan perawatan dia berada bersebelahan dengan ruangan sang mertua, yang hanya terhalang sebuah tirai, jadi Malika dapat mendengar semua obrolan sang mertua.


"Jeng, giman ke adaan Refandi bukannya dia lumpuh ya" ujar teman sang mertua.


"Iya, jeng" ujar mertuanya.


"Hmmm... ada hikmah di balik kecelakaan ini" ujar sang mertua berbaik sangka.


"Iya sih, cuma kan anak jeng jadi lumpuh, dan sekarang di turunin jabatanya, malah yang aku dengar, abangnya tidak terlalu pintar mengelola perusahaan, istrinya selalu sok kuasa, apa ngak takut itu perusahaan akan hancur di tangan abangnya" ujar si ibu.


Mami mertua hanya bisa mendesah dalam hati, berat sungguh berat beban yang dia hadapi saat ini, ke egoisan sang anak dan menantunya lah dia melepaskan Refandi, dia tidak ingin Refandi yang masih lemah di sakiti oleh abangnya, makanya dia dan sang suami mengusir Refandi dari rumah.


"Lalu. Refandi sekarang tinggal dimana, aku dengar kalian mengusirnya dari rumah?" ujar si ibu lagi.

__ADS_1


"Dia sudah menikah dengan wanita yang tepat, menantuku sangat baik, dia bisa menjaga Refandi dan membuat bungsuku kembali bersemangat menjalani hidup, yang aku tau, kata suamiku, anakku itu sudah bisa kembali berjalan, tentu itu tidak lepas dari dukungan menantuku itu" ujar sang mertua berkaca kaca.


"Wahhh... syukurlah Refan sudah kebali bisa berjalan, dan sudah punya pendamping lebih baik dari yang dulu" ujar si Ibu.


Malika tersenyum haru dan berkaca kaca, mendengar ucapan sang mertua, ternyata mertuanya itu mengakui dia sebagai menantu, dan satu lagi yang dia tau, ternyata mertuanya mengusir mereka dari rumah, untuk melindungi sang suami dari saudaranya sendiri.


"Aku baru tau hal ini, ternyata kaya pun tidak enak, malah saling rebutan ke kekuasaan" gumam Malika.


"Jeng, apa kamu menyayangi menantumu?" tanya si ibu.


"Tentu saja aku sangat menyayanginya, walau itu hanya bisa aku pendam di dalam hati, aku tau menantuku itu juga hidup tidak baik baik selama ini, makanya aku bersedia mengeluarkan uang 2M untuk mengambil gadis baik itu.


"Kok, kamu tau dia baik, padahalkan kamu baru kenal?"


"Saya pernah di selamatkan oleh menantu ku itu dulunya sampai sampai dia di pukuli oleh ibu angkatnya, aku mencari tau tentang setelah kejadian itu, menolong pun tak tau alasannya, dan terjadilah kejadian naas menimpa Refand, aku mendekati ibu angkatnya yang matre tersebut. yang awalnya deg degan, takut anak perempuannya yang akan menikah dengan Renfadi, ternyata aku keliru, perempuan yang di berikan adalah menantu ku, aku sangat senang sekali waktu itu namun aku berpura pura santai padahal hati jijingkrakan" ujar Sang mertua dengan terkekeh senang.


"Wahhh... senang banget ya, gadis itu di sayangi oleh mertua" ujar si Ibu.


"Senang bagaimana, justru dia tidak tau aku ini sangat menyayangi nya, justru aku selalu berlaku angkuh saat itu" ujar sang mertua dengan mata menerawang ke masa lalu.

__ADS_1


Malika tersenyum puas, mendengar isi hati sang mertua. Ternyata mertuanya menyayangi nya, walau tidak di perlihatkan, itu sudah cukup untuk Malika.


__ADS_2