Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 52


__ADS_3

"Ayo ikut aku" ujar Tomy menarik tangan Lisa, sungguh dia di buat panas hati melihat Lisa di kelilingi oleh banyak teman laki laki, dan dia tau salah satu laki laki itu sangat menyukai Lisa, melihat penampilan Lisa yang sedikit **** itu, membuat darah Tomy mendidih, dia tidak rela Lisa mempertontonkan tubuhnya di depan laki laki lain.


"Apaan sih! lepasin ngak, aku masih mau main" kesal Lisa, yang di ganggu oleh Tomy, dia masih sebal dengan kedatangan Tomy itu, ngapain coba datang ke tempat dia lagi nongkrong, sudah lama sekali dia tidak menghabiskan waktu bersama teman temannya, kini malah di ganggu sama Tomy.


"Pulang!" tegas Tomy dengan wajah garangnya.


"Wooo.... Santai bro, biarin aja Lisa di sini sama kita kita, lagian loe siapa sih, bukan kekasih atau suami lisa kan?" ujar teman Lisa menahan tangan Tomy yang sedang menarik tangan Lisa.


"Jangan ikut campur loe! dia tunangan gue, calon istri gue!" marah Tomy.


"Masa sih, perasaan Lisa belum punya tunangan atau calon suami, soalnya keluarga besar kami belum dengar tuh" ujar sepupu Lisa dengan tenang.


"Tuh, kan. Jangan ngadi ngadi deh bro, suka boleh posesif jangan, selama janur kuning belum melekung jadi ngak masalah lah Lisa mau sama siapa aja, soalnya belum ada status ini, pacar ngak ada, nikah juga belum, masih sendiri ini, jadi kita bersaing sama sama aja, yang suka sama Lisa bukan loe doang kok, kita kita juga suk sama Lisa, Kita bersaing secara sehat, ngak kaya loe, yang merasa sudah memiliki Lisa, padahal bukan siapa siapa Lisa kan" ujar teman Lisa.


Bug....


Satu pukulan lansung mendarat di pipi Ajis.


Aaggg....


Pekik Lisa syok melihat Tomy memukul Ajis.


"Sial... Apa apaan sih loe brengsek!" maki Ajis yang ingin menyerang Tomy, namun naas Lisa menghalangi serangan Ajis.


Bug....


Akk....


"Lisaaaa...." pekik Ajis dan Tomy kaget karena Lisa kena pukulan dari Tomy.

__ADS_1


"Maaf Lis..." ujar Ajis penuh sesal, bukan niatnya memukul Lisa.


"Lisa Panggil Tomy, penuh sesal telah membuat pujaan hatinya kena pukulan dari Ajis.


"Bajingan kau, sialan... sini maju" murka Tomy melihat pipi Lisa memar dan juga sudut bibirnya juga berdarah.


"Stop.... stop... kalian kaya bocah tau ngak, belum puas apa melihat gue kaya gini!" kesal Lisa, meninggalkan tempat itu, yang sudah di kerumuni orang banyak.


"Lisa... Sayang..." panggil Tomy mengejar Lisa yang pergi dari cafe tersebut.


"Sayang, maafkan aku" ujar Tomy memeluk Lisa dari belakang, namun Lisa memberontak, tidak mau di peluk oleh Tomy, namun apa lah daya, tenaga Lisa tentu saja kalah dengan tenaga Tomy.


"Lepas, lepasin aku!" ketus Lisa.


"Tidak akan, aku sangat mencintai kamu sayang. Iya maafkan aku, aku salah, aku egois belum juga menikahi kamu, bukan maksudku sayang" ujar Tomy pelan.


Dammm.....


Kembali naik lah tanduk Tomy, tanpa aba aba dia lansung menggendong Lisa, sampai sampai Lisa memekik dan memberontak minta di lepaskan, tidak di perdulikan oleh Tomy.


Tomy lansung memasukan Lisa ke dalam mobil dan mengukung Lisa di sana.


"Dengar! tidak ada laki laki lain yang boleh memiliki kamu, kamu hanya milikku Lisa, ingat itu, kamu hanya milik aku!" ujar Tomy menatap nyalang ke arah Lisa, dan giginya menggerutuk gara gara menahan emosi.


Lisa sampai ketakutan melihat Tomy yang seperti itu.


"Ikut aku. Kamu harus tau seberapa gilanya aku klau sudah marah Lisa, jangan pernah pancing pancing kemarahan aku!" ujar Tomy menutup pintu mobil, dianya bukan keluar dari mobil untuk ke arah kemudi, malah dengan sengaja, naik ke pangkuan tubuh mungil Lisa dan me lu mat bibir lisa dengan rakus, sebelum dia pindah ke bagian kemudi, dia menyalurkan kemarahannya lewat ci um an panas nya itu, membuat Lisa hampir kehilangan nafas.


"Mmm...." Lisa menepuk nepuk dada Tomy dan juga menggit bibir Tomy agar ci um an mereka terlepas. Tomy melepaskan ci um an mereka setelah mendapat pemberontakan sang kekasih dan merasa asin di bibirnya, ada darah di bibir Tomy karena bibirnya di gigit kencang oleh Lisa.

__ADS_1


Setelah ci um an itu lepas, Lisa menarik nafas dalam dalam, mencari oksigen agar bisa bernafas, dan memalingkan wajahnya ke arah luar mobil, malas dia menatap Wajah laki laki yang sangat dia cintai itu, klau sudah marah pasti akan melakukan segala cara, entah kenapa Lisa tidak bisa lepas dari laki laki itu, dia sangat mencintainya dari dulu, sudah berulang kali Lisa berusaha melupakan Tomy namun dia tidak bisa, usahanya selalu gagal, dia sudah pergi bersembunyi dimana pun tetap Tomy bisa menemukannya, dan dia juga tidak bisa menolak lagi dan lagi dia kembali kepada Tomy, itu lah kelemahan Lisa, cinta membuatnya buta.


Tomy sangat tau, kekasihnya itu sangat marah kepadanya, namun dia tidak akan melepaskan kekasihnya itu, apa pun itu, dia akan tetap memaksa Lisa berada di sisinya.


Cup....


"I LOVE YOU SO MUCH" mengelus pipi sang kekasih yang sudah basah dengan air mata.


Tomy turun dari paha sang kekasih, pindah ke bagian pengemudi dan menjalankan mobil dengan perlahan meninggalkan tempat itu.


"Antar aku pulang" ketus Lisa.


"Tidak, kita ke apartemen" ujar Tomy tegas.


Membuat Lisa hanya bisa menghela nafas panjang, kenapa kekasihnya itu keras kepala sekali.


Selama perjalanan hanya ada ke sunyian tidak ada yang mau bicara di antara mereka.


"Ayo turun sayang" ujar Tomy membuka pintu mobil, Lisa hanya diam dan tidak bergerak sedikit pun.


Tomy sampai menghela nafas panjang, dan menggendong Lisa ke dalam apartemen mereka.


Lisa hanya diam tanpa memberontak juga percuma, hanya dapat capek doang.


Ceklek....


"Kalian..." kaget Tomy melihat banyak orang di dalam apartemennya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2