Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 36


__ADS_3

"Gila! lu Refan, gue pikir, tadi itu beneran. Lu masih belum move on sama itu demit, ternyata cuma prank" ujara Sandi dengan nafas leganya.


"Aku juga mikir gitu tadi, klau benaran nih ya, aku bawa kabur Malika, enak saja perempuan cantik, pintar, baik, hati, pandai memasak, dan ikhlas menjadi istri kau, tanpa neko neko mau kau sakiti, lebih baik aku umpetin sekalian aku nikahi, walau pun dia janda, sekali pun dia janda beranak lima, aku akan tetap mau" ujar Tomy menggebu gebu.


Tentu saja mendengar ucapan Tomy itu, membuat kuping Refandi keluar asap dan kepalanya keluar tanduk.


Melihat perubahan Refandi itu, Tomi lansung mengangkat tangannya, dan membentuk jari huruf V sambil cengengesan.


"Hehehe... Sorry..." kekeh Tomy, membuat teman temanya ikut terkekeh, rupanya anak pengusaha itu, tetap saja takut sama Refandi.


"Sudah, sudah. Jangan ribut mulu, lihat tuh, Malika sampai bingung gitu" lerai Lisa.


"Sudah biasa kak, mereka seperti itu, jadi. Sudah ngak aneh lagi bagi aku, di rumah klau ngak ribut stik ps, ta ribut ulah makanan" tutur Malika yang tau tabiat tiga laki laki itu.


"Sayang, jangan suka buka aib suami dong, kan bisa jatuh pamor Mas" rajuk Refandi dengan manjanya.


"Astaga, Refannn. Gue geli lihat tingkah jijay lu!" kesal Clara.


"Tau, masa si kulkas bisa bucin parah gini sama bocil" kekeh Lisa.


Untuk dua cowok yang ada di sana, sudah tidak aneh lagi kelakuan Refandi seperti itu.


Veronica terkaget kaget melihat tingkah Refandi, apa klau sudah cinta mati, semua orang bisa berubah jadi alay, pikir Veronica yang tidak pernah sekalipun melihat Refandi merengek kepada perempuan.


Sedang kan, si Maya. Dia begitu emosi melihat Refandi bermanja manja kepada Malika, hatinya sakit, dia tidak rela Refandi di miliki oleh orang lain. Refandi hanya milik dia, tambang uang dia, saking cemburunya, dengan sengaja mendekati meja Malika membawa gelas yang berisi air minum berwarna ke arah Malika.


Malika yang sadar ada bahaya mengintai, trik seperti itu sudah bisa di baca oleh Malika.

__ADS_1


Tak...


Tak...


Tak...


Maya berjalan dengan anggun mendekat kemeja itu, dan berpura pura tersenyum cantik, dan isi gelas sengaja di miringkan oleh dia, agar dengan mudah mengenai Malika.


Byurrr....


Prang....


Aagggkkkk....


Pekik Maya, niat hati ingin mengerjai Malika, namun sayang seribu sayang, namun apa yang terjadi, senjata makan tuan.


"Ooppsss.... Sorry aku ngak sengaja loh mbak, kok ada mbak sih di belakang ku?, tadi kan mbak ada di sana, aku ngak tau, maaf ya mbak baju mbak jadi basah dan itu riasan mbak jadi berantakan!" ujar Malika pura pura merasa bersalah, dan tampang tampa dosanya.


Dia membantu mengelap wajah Maya, namun bukan niat baik, malah semakin membuat make up Maya berantakan dan al hasil semua orang terpikal melihat kelakuan istri Refandi itu.


"Aagggkkk.... Sialan! apa yang kau lakukan!!" bentak Maya dengan wajah penuh amarah.


"Aku bantuin mbak doang kok, buat ngeringin wajah mbak, ngak ngapa apain kok" ujar Malika dengan tampang polos.


"Dasar sialan kau!! kau sengaja ya bikin aku basah kuyup kaya gini!!" pekik Maya.


"Mana ada mbak, mbaknya aja yang tiba tiba datang di belakang aku, aku mana tau" ujar Malika pura pura bersalah.

__ADS_1


Maya kesal dan ingin menjambak Malika, namun Lisa lebih dulu menangkis tangan Maya dan tangan sebelahnya menghadapkan kaca ke wajah Maya.


"Aagggkkk.... Wajah gue!!" kepikik Maya yang syok melihat make up nya sudah belepotan.


"Pergi sana! urusin dulu tuh, muka kamu, jangan sampai kau di kata ondel ondel sama anak anak, lihat noh, mereka lagi tertawa melihat kamu" ujar Lisa terkekeh.


"Awas kau wanita sialan!" ujar Maya sebelum meninggalkan tempat itu, masih sempat sempatnya mengancam Malika.


"Kamu ini. Usil juga ya sayang..." ujar Refandi terkekeh melihat tingkah Malika, bukan dia tidak tau, pergerakan Maya, dia sudah siap siap melindungi istrinya denga tubuhnya tadi, tapi siapa sangka sang istri lebih dahulu membalikan keadaan, awalnya dia kaget, namun berikutnya malah menikmati drama yang di buat oleh sang istri, tanpa ikut campur sama sekali, dia malah bangga istrinya bisa melawan si Mayat hidup itu.


"Adiknya kakak memang the best" kekeh Tomy mengacungkan dua jempolnya.


"Nah gitu. Jangan mau di tindas" ujar Lisa.


"Kamu keren dek" ujar Clara.


"Mas ngak marah?" tanya Malika takut takut.


"Kenapa harus marah?" tanya Refandi mengelus kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Kan mantan terindah Mas, aku kerjai" ujar Malika dengan polosnya.


"Ncek, mana ada mantan terindah, klau terindah ngak jadi mantan" sebel Refandi dengan pertanyaan konyol sang istri.


Malika terkekeh melihat wajah sewot sang suami.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2