Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 40


__ADS_3

Refandi pergi ke butiq untuk mencari pakaian ganti untuknya dan juga sang istr dia berniat memakai baju caplean sama sang istri


Mata Refandi tertuju dengan kaos putih dan celana jeans yang cocok untuknya, dan sang istri dan sepasang switer caple juga, memang cuaca sedikit tidak memungkin kan, namun demi menyenangkan sang istri dia akan melakukannya.


"Tolong bungkus yang ini mbak" titah Refandj dingin, ya. Senyum canda dan tawanya hanya untuk istri tercinta saja, dia jarang tersenyum kepada orang orang di luar sana, masa bodo di bilang sombong, angkuh atau apalah itu.


"Baik Tuan" ujar Pelayan laki laki di sana dengan sopan, dia lebih memilih di layani oleh laki laki dari pada perempuan yang selalu tebar pesona membuat dia tidak nyaman.


"Pakaian laki laki, saya mau ganti lansung" ujar Refandi.


"Baik Tuan, silahkan. Totalnya dua juta lima ratus ribu. Tuan." ujar pelayan.


"Saya bayar pakai kartu" Refandi memberikan kartu black cardnya, membuat para wanita yang curi curi pandang sama Refandi lansung melotot melihat kartu itu, mereka tau banget kartu itu, walau tidak banyak yang memakainya, namun mereka sangat tau penggunaannya, kartu sakti tanpa batas, membuat para pelayan wanita semakin takjub melihat Refandi.


"Ini Tuan, sudah selesai. Terimakasih, jangan lupa mampir kembali" ujar pelayan itu dengan ramah.


Refandi hanya mengangguk pelan saja, dan berlalu ke kamar ganti, guna mengganti pakaiannya.


"Aahhh... Tampannya gue" ujar Refandi kepada diri sendiri, namun setelahnya dia terkekeh sendiri sudah memuji diri sendiri, dia sudah lama tidak memakai pakaian casual seperti ini, untuk keluar rumah, dan kali ini dia memakai kembali, Refandi berfikir akan sering sering memakai pakaian seperti ini apa bila pergi keluar bersama sang istri tercinta.


Puas mematuk diri di dalam kamar ganti itu, refandi lansung keluar dari sana, namun ada yang aneh, dia kembali mematuk diri, ahhh... Lupa satu hal, sepatunya salah, tidak cocok dengan pakaiannya, sepertinya dia harus mencari sepatu di toko sepatu, yang tidak jauh dari sana.

__ADS_1


Refandi memasuki toko sepatu, dengan segala tentengannya, namun dia tidak pernah merasa repot, membawa pakaian sang istri, dia justru senang dengan aktifitasnya itu, dulu mana mau dia membawa belanjaan sang mantan, berbanding terbalik dengan Malika, istri tercintannya itu, bahkan mengunjungi tempat yang belum pernah dia pijak selama ini, dia sangat antusias sampai sampai membeli pakaian lansung. Malika memang racun bagi Refandi.


"Selamat datang" di toko kami, ada yang bisa kami bantu?" ujar pelayan di sana.


"Tolong carikan saya sepatu kets caple" ujar Refandi dengan gaya dinginnya.


"Baiklah, mari ikut kami" ujar pelayan waninta, yang mulai kecentilan itu.


"Saya mau sama mas itu saja" tunjuk Refandi tanpa basa basi.


"Baik Tuan, ujar pelayan laki laki itu lansung, dan membawa Refandi ke rak yang memajangkan berbagai macam model dan merk sepatu caple di sana.


"Saya mau yang itu" ujar Refandi menunjuk sepatu caple yang mencuri hatinya.


Refandi membawa tentengannya ke luar dari dalam mall tersebut, dan berjalan ke arah salon tempat sang istri yang lagi memanjakan diri itu.


Perutnya mulai keroncongan, namun dia ingat sang istri juga belum makan, jadi dia berbelok arah, menuju stand burger yang lumayan terkenal itu, Refandi lansung memesan dua bungkus burger, dan dua cup minuman untuknya dan sang istri, sebagai pengganjal perut sebelum mencari makan berat.


Saat Refandi sampai, sang istri pun selesai dengan urusannya, sudah duduk manis menunggu nya.


"Mas..." panggil Malika yang sudah terlihat cantik berkali kali lipat itu.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu cantik banget" puji Refandi dan mendaratkan kecupan di jidat, ke dua pipi kiri dan kanan sang istri, tidak lupa bibir merah semerah cery itu juga kena kiss manis dari suami tercinta.


"Mas, malu ihhh..." ujar Malika bersemu merah. karena banyak yang melihat kelakuan mereka.


"Biarin aja sih, mas cium istri mas kok, emang apa perduli mereka" ujar Refandi santai, dan memberikan kantong belanjaan kepada sang istri.


"Ini apa mas?" tanya Malika bingung.


"Ganti gih. kita pakai baju caple" ujar Refandi dan tersenyum manis, menatap sang istri penuh cinta.


Malika hanya mengangguk dan mengambil pakaian itu dan membawanya ke dalam ruangan, untuk berganti pakaian.


Di sudut sana ada sepasang mata berkaca kaca melihat anaknya, dia bahagia anaknya sudah kembali normal berjalan dan juga sudah kembali tersenyum walau senyum yang dia perlihatkan hanya untuk sang istri, itu tidak masalah bagi Bi Inge.


"Syukurlah nak, kamu sudah bisa kembali berjalan. Maafkan Mami" ujar Bu Inge, menatap sendu sang anak.


"Klau kangen, kenapa tidak di samperin" ujar teman Bu Inge.


Dia hanya menggeleng dan berucap " belum saatnya"


Sementara sepasang suami istri itu, sudah pergi meninggalkan salon tersebut, dengan bergandeng tangan, dan terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2