Suami Cacat Ku

Suami Cacat Ku
Bab 67


__ADS_3

"Mi...." seru Refandi, saat terbangun dari tidurnya, ada mama dan papanya sayang ke rumah sakit.


Iya Refandi di larikan ke rumah sakit, tiba tiba dia tidak sadarkan diri, saat keluar dari kamar mandi.


"Kok kamu bisa begini sih nak." ucap Kami Inge, sebenarnya dia sangat kecewa sama sang anak, ulah dirinya sang menantu pergi entah kemana, namun mau bagaimana lagi, tidak mungkin juga dia memaki maki sang anak saat ini, melihat tubuhnya yang kurus tak terus saja sudah membuat hati sang ibu teriris.


"Aku sudah salah. Istri ku pergi, aku sudah ingkar janji, aku mengecewakan istriku Mi, aku ini suami yang bodoh, aku benar benar tidak berguna, di kasi istri baik ngak neko neko, ngak banyak menuntut, aku yang ngak tau diri Mi, dia pergi bersama anakku hiks... hiks..." racau Refandi seperti anak kecil, yang kehilangan mainanya.


"Pi... Bantu aku pi, temukan istri ku Pi, aku ngak sanggup kehilangan istriku pi, aku ngak mau Pi, bantu aku Pi." pinta Tomy yang menghilangkan egonya kepada orang tuanya itu.


Ternyata ada ke untunganya juga Malika pergi dari Refandi, akhirnya Refandi dan orang tuanya bisa berbaikan.


"Tenang lah. Papi juga sedang mencarinya, kamu harus bangkit, jangan kaya gini, klau kau seperti ini, gimana mau cari istri dan calon anak mu." ucap sang Papi.

__ADS_1


Sungguh Papi nya, ikut sedih melihat sang anak, di tinggal tunangannya dulu Refandi tidak sehancur ini, namun kali ini lihat lah, bahkan anaknya sangat kacau, kurus, wajah tak teterus, jambang yang panjang, tatapan mata kosong, sungguh keadaan Refandi sangat memilukan.


"Kenapa perasaan aku ngak enak ya?, kok ke pikiran Mas Refan, apa dia baik baik saja di sana, tanpa ada aku?, ah... pastinya dia baik baik aja, mana mungkin dia mikirin aku, hidupnya kan cuma untuk dirinya sendiri, dan juga pekerjaanya, apa lah aku baginya, hanya butiran debu yang tidak terlihat." gumam Malika, seorang diri sambil mengelus perut buncit nya.


"Apa kau merindukan suami mu? apa kau ingin pulang?" tanya Miranda tiba tiba sudah berdiri di belakang Malika, dia dari tadi memperhatikan gerak gerik Malika, dia tau wanita itu sangat merindukan sang suami, namun rasa sakit dan kecewanya kepada sang suami lebih besar dari pada rasa rindunya.


"Ehhh... kenapa kau mengangetkan ku." omel Malika, karena di buat kaget dengan kedatangan sang sahabat rasa saudara itu.


"Hehe... Maaf..." cengenges Miranda.


"Ncek... aku memang merindukannya, tapi aku juga ngak ingin pulang kesana, aku sudah betah di sini, aku ngak ke sepian, klau di sana, aku bagai burung dalam sangkar." oceh Malika, memanyunkan bibirnya.


"Baiklah, baiklah, aku tidak akan memaksa mu. kau bole tinggal di sini, sesuka hatimu, asal itu membuat kau bahagia, aku ngak ingin melihat sahabatku ini hidup menderita lagi. sudah cukup selama ini kau menjadi orang baik namun di sia siakan, tidak di keluarga angkat mu, tidak di keluarga kandungnya, dan tidak dengan suamimu, kau di angkat setinggi tingginya, dan setelah itu di jatuhkan tanpa perasaan, aku ngak suka mlihat sahabatku menderita lagi, hidup lah bahagia dengan caramu, tanpa memikirkan orang lain, yang pada nyatanya mereka hanya memanfaatkan kau yang tulus ini." ucap Miranda memeluk sahabatnya dengan sayang.

__ADS_1


"Aaakkk.... sabahatku paling pengertian." ujar Malika sambil memeluk sang sahabatnya itu.


Nek imah menatap sendu kepada ke dua wanita tangguh itu.


Bagaimana tidak, ke duanya sama sama yatim piatu, punya hidup hampir mirip, walau beda Malika sudah bersuami, namun tetap saja berdiri di kakinya sendiri. Cuman Miranda sedikit beruntung, karena dia mendapat perhatian dari sang nenek dan juga saudara saudara sang ibu, beda hal dengan Malika, yang memang kurang kasih sayang.


Nek Imah sangat tau perasaan Malika, wanita hamil itu, hanya butuh kasih sayang dan perhatian, dia bukan gadis serakah, bukan lah gadis yang gila harta, cukup berikan dia cinta dan kasih sayang, itu sudah cukup untuk Malika.


Bersambung....


Haii.... sayang sayang ku. Maaf ya kemaren ngak up, karena otak ku ngebleng, dari dini hari aku sudah di rumah sakit, dan jam dua siang anakku masuk ruang operasi, keluar keluar sudah lewat magrib, otak ku ngak bisa di ajak kompromi, fokusku hanya kepada anakku, ini juga ngak bisa tidur, anakku masih merengek karena mual ngak bisa mun*ah.


Terimakasih sudah setia menunggu aku up, dan terimakasih sudah selalu mendukung karyaku yang masih anak bawang ini.

__ADS_1


LOVE 💓💓💓 untuk kalian semua....


__ADS_2