
"Mau kemana kamu Tom?" tanya Mama Tania, yang masih berada di ruang tengah, menunggu sang suami yang belum pulang sambil menonton film opa opa korea kesukaan para wanita itu.
"Mau mengurus gadis nakal Mam" ujar Tomy dengan wajah kesal, tanpa menoleh kepada sang Mami.
"Makanya di nikahi, bukan di gantung saja kaya jemuran, jamuran aja klau di gantung lama lama ada yang ngabil, apa lagi Lisa, sudah cantik, pintar, ramah, baik hati, sopan paket lengkap gitu pasti banyak yang menyukainya, klau ada laki laki lain yang mau sama Lisa. Mami mah senang senang aja, kasian umurnya ngak muda lagi, biarin saja lah dia bahagia sama laki laki lain, dari pada ngak di kasih kepastian sama laki laki, yang katanya cinta, tapi ngak di nikah nikahin, Mami dukung Lisa" ujar Mami Tania yang dari dulu sudah meminta Tomy untuk menikahi Lisa.
"MAMI..." pekik Tomy yang syok dengan ucapan Mami nya itu, enak saja Maminya berucap tanpa beban, di sangat mencintai Lisa, dan selalu memantau kemana pun Lisa pergi, dan Maminya dengan tega membiarkan Lisa di ambil laki laki lain, haa... membuat Tomy semakin kesal saja."
"APA... Teriak teriak ini bukan hutan" ujar Mami tidak perduli dengan kekesalan sang anak.
"Tolong urus pernikahan aku dan Lisa secepatnya Mam, klau bisa besok pagi juga lebih bagus" ujar Tomy pada akhirnya, mana mau dia kehilangan Lisa.
"Mami ngak mau, urus saja sendiri, Mami hanya takut kau tidak mencintainya, karena emosi kau membawa dia dalam kehidupan kamu, dan membuat perempuan cantik itu akan hidup menderita sama kamu, lebih baik dia menikah dengan laki laki yang bisa membahagiakan dia dunia akhirat" ujar Mami Tania, seolah olah tidak perduli.
"Mam.... Tolong lah, jangan membuatku semakin gila Mam, belum lagi perempuan nakal itu sekarang lagi senang senang di luar sana, tolong aku Mam" ujar Tomy mengacak acak rambutnya frustasi.
"Haa... Pergilah pergi sana, jangan bikin Mami ikutan pusing dengan tingkah kamu Tom, Mami mau nonton opa opa Mami, jangan ganggu Mami, sana pergi" usir Mami Tania, mengacuh kan anaknya yang sedang frustasi itu.
"Baiklah, rupanya tidak ada jalan lain, gadis itu semakin nakal, dan Mami ngak mau bantu aku, lihat saja apa yang akan aku lakukan, aku sudah tidak punya jalan lagi, aku akan gunakan jalan pintas" ujar Tomy dan berlalu dari dalam rumah, menuju mobilnya, untuk mencari gadis nakalnya.
"Walah... Gawat ini, haduuuhhhh... saya harus buru buru mengabari jeng Rita, astaga, anak sama bapak sama saja kelakuannya" ujar Mami Tania yang kelabakan mencari hpnya entah dimana dia tarok.
__ADS_1
"Mam, kamu kenapa? hmmm..." tanya Papi Indra yang sudah berdiri dekat Mami Tania yang sibuk mencari hpnya.
"Ahh... Papi sudah pulang. Tolong banti Mami cari hp Mami. Pap" ujar Mami Tania, yang kembali sibuk mencari hpnya, dia tidak mencium sang suami seperti biasanya.
"Itu. Apa yang di atas meja, kenapa Mami seperti orang panik begitu?" ujar Papi Indra.
"Mami takut anak mu, melakukan hal di luar nalar seperti kamu, dan merusak anak gadis orang. Dia cemburu sama Lisa, gara gara Lisa mendiaminya sudah dua hari, malah dia melihat Lisa lagi senang senang bersama teman temannya. Mami ngak bisa bayangin apa yang dia lakukan sama Lisa. Mami ngak mau malu sama jeng Rita" ujar Mami Tania panik.
"Mam, mami tenang ya, itu ngak akn terjadi, mami ngak usah panik, ini semua kami yang rencanain, termasuk dengan gunawan dan Rita, biar menyadarkan anak kamu itu, kasian anak orang ngak di nikahi, tapi ngak mau di lepaskan, kan dodol maunya apa coba" ujar Papi Indra, ternyata ini semua ulah suaminya dan sahabat mereka.
"Haa... Kalian bikin Mami jantungan tau ngak" kesal Mami Tania.
"Hehehe... Maaf Mi, papi lupa" ujar Papi Indra menarik sang istri kedalam pelukannya.
"Mami tenang saja, kami sudah mengurusnya jauh jauh hari, jadi ngak perlu di kawatirkan, bahkan nikah malam ini juga ngak masalah" ujar Papi Indra santai.
puk...
"Kenapa Mami di kelilingi laki laki gila seperti kalian sih" kesal Mami Tania. Yang mengingat bagaimana mereka menikah, jalannya hampir sama dengan sang anak, lebih parah malah, gara gara cemburu buta, Papi Indra membobol sang Mami lebih duluan, baru memikahinya, hal yang serupa pun terjadi sama Rita dan Gunawan, laki laki posesif tapi ngak mau nikahin, karena punya ambisi yang harus mereka kejar, saat sang kekasih ada yang mendekati dia gila sendiri dan melakukan hal hal tak senonoh.
"Maka dari itu Gunawan juga tidak mau itu Terjadi sama anaknya, dan kami akan menikahkan mereka dengan cara kami sendiri, kemaren kemaren Gunawan mengalah, karena Malika belum di temukan, sekarang Malika sudah di temukan, apa lagi alasan anak itu, nunggu usahanya yang dia rintis maju. keburu beruban rambut anak gadis orang" kekeh Papi Indra.
__ADS_1
"Haa.... terserah kalian lah, Mami nurut aja, asal Lisa tidak di apa apain duluan" ujar sang Mami.
"Ya sudah Mami siap sipa, kita akan mengahadiri pernikahan mereka" kekeh Papi Indra.
"Haaa... memang harus malam gini, persiapan belum ada Pi" kaget Mami Tania.
"Mami tenang saja, Papi sudah urus semuanya" ujar Papi Indra mengecup dahi sang istri yang sangat dia cintai itu, walau dulu dia memaksa cinta Mami Tania, mami Tania selalu menolak dan Papi indra yang tidak menerima penolakan lansung menodai Mami Tania, dan beruntungnya Papi Indra selalu bisa membuat Mami Tania bahagia, tidak pernah menyakitinya, menyelingkuhi diri Mami Tania, sampai Mami Tania sakit sakitan memikirkan keponakannya pun, Papi Indra tetap setia merawat Mami Tania.
"Makasih Papi, Mami makin cinta sama Papi" ujar Mami Tania, memeluk suaminya penuh kasih sayang dan mengecup dagu sang suami.
"Papi lebih mencintai Mami sayang" ujar Papi Indra.
"Hmmm... hmmm.... jangan mesra mesraan di depan jomblo, bikin iri saja, mana ngak ingat umur sama tempat" ujar Tama sedikit kesal, dan sekaligus bahagia, dia tidak pernah melihat orang tuanya bertengkar, dan selalu rukun dan Papi selalu setia kepada sang Mami, walau Maminya sempat sakit sakitan bertahun tahun, papi indra tidak pernah meninggalkan sang Mami, walau banyak godaan di luar sana, Papi Indra tetap setia kepada sang Mami.
"Ncek, kau mengganggu saja" dengus Papi Indra.
"Cari pacar sana!" cibir Mami Tania.
"Mi. aku hanya ingin punya pasangan seperti Mami dan Malika, satu lagi kak Lisa, aku hanya ingin punya tipe seperti kalian, tapi sekarang sangat susah mencarinya" keluh Tama.
"Itu sih DL" ujar Mami dan Papi kompak, dan berlalu ke kamar mereka.
__ADS_1
"Haiisss... kenapa punya orang tua yang suka menistakan anak sih" gerutu Tama menatap kepergian orang tuanya.
Bersambung.....