
Alex menurunkan Ayna di pinggir jalan yang tak jauh dari kantor. Padahal pria itu ingin menurunkan Ayna di depan kantor, lalu mereka akan masuk bersama.
Tapi Ayna menolak, ia akan masuk sendiri ke kantor. Wanita itu juga mewanti-wanti agar selama di kantor, jika mereka berpapasan Alex harus berpura-pura tidak mengenalnya.
Ayna sengaja begitu, agar ia tahu bagaimana rekan kerja wanita terhadap suaminya itu.
Pria itu hanya mengangguk dan mengiyakan ucapan Ayna. Terserahlah mau istrinya itu bagaimana. Yang penting ia adalah pria tampan yang setia.
Dan lagi Alex menggeleng melihat Ayna yang menghembuskan nafas berkali-kali.
"Mas, aku masuk ya." Pamit Ayna seraya mencium tangan Alex. Setelah melakukan itu, ia pun akan membuka pintu. Tapi tangannya ditahan Alex.
"Ke-" Ayna mau tertawa melihat bibir Alex yang maju beberapa senti. Ia pun menkecup sejenak bibir Alex. Lalu keluar dari dalam mobil.
Beberapa saat kemudian, Ayna sudah bersama beberapa karyawan baru lainnya di sebuah ruangan.
"Ayna Renata." Ucap Jo yang baru masuk, membuat semua mata yang berada di ruangan itu menatapnya.
"Sa-saya." Ayna menunjuk tangannya.
"Kamu ikut saya." Pinta Jo.
Ayna menurut dan mengikuti Jo.
'Alex... Alex... menyusahkan saja. Lebih baik kau kurung saja istrimu.' Jo mendumel dalam hati.
"Pak Jo, kita mau ke mana?" Tanya Ayna yang sulit menyamakan langkah kakinya dengan Jo. Pria itu langkahnya sangat cepat dan lebar.
"Pak CEO ingin bertemu kamu." Ucap Jo dengan wajah datar.
"Kenapa?" Tanya Ayna mulai bingung. Apa ia melakukan kesalahan. Tapi ia saja tidak pernah mengenal CEO perusahaan ini.
"Nanti kamu juga akan tahu."
"Oh iya pak Jo, Mas Alex bekerja di lantai berapa?" Tanya Ayna yang penasaran.
Ayna tersenyum kecut, Jo tak mau memberitahunya. Nanti ia akan mencari tahu sendiri, Alex bekerja di lantai berapa.
Mereka sampai di sebuah ruangan. Jo mengetuk pintu.
"Silahkan masuk." Jo mempersilahkan.
"Pak Jo nggak masuk juga?" Tanya Ayna yang mulai gugup. Ia akan ditinggalkan berdua dengan pria yang tidak di kenalnya.
Ayna menghembus nafasnya dan membenarkan penampilannya sejenak. Apa yang Ayna lakukan tak lepas dari penglihatan Jo.
'Apa dia tak tahu di dalam itu siapa?'
"Permisi pak. Saya Ayna Renata. Ta-tadi kata pak Jo. Anda mencari saya." Ayna menunduk sambil meremas tangannya sendiri menutupi kegugupannya.
Hening...
Tak ada terdengar balasan apapun.
'Apa aku ngomong sendiri, ya?' Ayna mengangkat kepala dan terkejut melihat pria yang tersenyum sambil menyanggah dagunya.
"Mas-Mas Alex... kenapa?" Ayna bingung kenapa suaminya bisa ada di sini.
__ADS_1
"Menurutmu?" Alex malah kembali bertanya.
Mata Ayna menyusuri papan nama di meja. Ia menutup mulutnya tak percaya. Alex Putra Wijaya adalah CEO di perusahaan ini dan itu adalah suaminya.
"Ja-ja-jadi Mas Alex.." Ayna tampak shock. Awalnya ia mengira Alex hanya sekedar memiliki jabatan tinggi di perusahaan itu, tapi ini terlalu tinggi dan di luar ekspektasinya.
"Kenapa Mas Alex tak pernah memberitahuku?" Ayna menghampiri Alex.
"Kamu kan mggak pernah tanya. Kita juga nggak pernah ngobrol panjang. Kita hanya mengobrol lewat desaahan." Alex menarik tangan Ayna. Membuat Ayna terduduk di pangkuan Alex.
"Mas..." Ayna mencoba bangkit. Tapi kalah cepat, tangan pria itu sudah melingkar di pinggang Ayna.
"Mas, lepas. Aku kemari mau bekerja, lho." Ayna mengingatkan.
"Aku tak mengizinkanmu bekerja, sayang. Sekarang kamu sudah tahu siapa aku. Apa kata orang jika istriku bekerja? Kamu hanya perlu duduk manis menungguku di apartemen."
"Mas... Mana bisa begitu!" Ayna kembali merengek, lagi-lagi Alex tak mengizinkannya bekerja. Pria ini ternyata plin plan.
"Tidak sayang." Alex tersenyum melihat bibir yang menkerucut panjang.
"Mas Alex, jahat." Ayna pun membuang wajahnya.
"Ay, jangan ngambek gitu. Aku nggak mau kamu kecapekan. Cukup kamu capeknya karena melayaniku." Alex tetap tak akan mengizinkan Ayna.
Tadinya Alex akan membiarkan Ayna bekerja sampai istrinya itu mengandung benih cintanya. Tapi melihat mata karyawan pria yang menatap Ayna masuk kantor tadi pagi, membuat Alex berpikir dua kali. Istrinya itu sangat cantik, ia tak rela mata pria lain menatap Ayna.
"Sayang..." Bisik Alex pelan tepat di telinganya. Tangan Alex terulur mengelus paha putih dan mulus itu.
"Mas..." Wajah Ayna memerah merasakan tangan Alex yang mulai menjelajah roknya.
"Mas, ini di kantor." Ayna menarik tangan Alex. Pria itu makin lama makin mesum dan tak tahu tempat.
"Mas Alex..." Ayna merangkup wajah tampan Alex. Nafasnya mereka saling memburu.
"I-itu Mas-"
"Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu." Ungkap Alex dengan tatapan lembut.
Mereka kembali berciuman, menyalurkan perasaan di dada.
"A-Alex... apa yang kau lakukan?" Pekik seseorang yang tiba-tiba saja masuk ruangan itu.
Penyatuan bibir mereka terhenti saat mendengar suara itu. Alex menatap tajam wanita yang sudah mengganggu paginya.
"Alex... apa maksud semua ini?" Tanya Mona dengan air mata yang berlinang.
'Mona?' Batin Ayna, terkejut melihat Mona.
Mona menatap tajam Ayna. Ia meremas tangannya sendiri melihat pakaian Ayna yang berantakan. Pasti anak baru ini sudah menggoda Alex.
"Kau!!!" Mona menghampiri Ayna, tangannya akan melayang ke wajah Ayna. Dan dengan cepat Alex menahannya.
"Mau apa kamu?" Alex menepis tangan Mona asal. Ia tak peduli itu menyakiti Mona atau tidak.
"Alex..." Mona terkejut akan perbuatan Alex padanya.
"Aku sudah katakan akan memberimu kesempatan. Tapi kenapa kamu begini, Lex? kenapa kamu tergoda dengan wanita ini." Mona menatap Ayna dengan aura permusuhan.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan? kenapa kau menggoda pacarku?" Mona menarik rambut Ayna, Alex pun segera merelainya.
"Mona, apa yang kamu lakukan?" Alex menaikkan intonasi suaranya.
"Aku mau memberi pelajaran wanita penggoda tak punya malu ini. Berani-beraninya dia menggodamu." Mona kembali akan menerkam Ayna, tapi Alex tak akan membiarkannya.
"Hentikan." Bentak Alex pada Mona. Ia tak terima ucapan Mona pada istrinya.
"Kamu siapa? apa hakmu mengatakan istriku wanita penggoda tak punya malu?" Tanya Alex dengan tatapan sinis.
"Is-istri?" Mona kaget. Apa Alex benar-benar sudah menikah. Kapan pria itu menikah?
"Keluar dari ruanganku, sekarang!!!" Alex menyuruh Mona untuk keluar.
"Ta-tapi Alex, kamu.."
"Aku bilang keluar." Alex membentak Mona.
Melihat Alex marah seperti itu, Ayna jadi ciut. Pria itu ternyata sangat menyeramkan.
"Alex... kau jahat. Kamu bilang mencintaiku. Disaat aku mulai menerimamu, kenapa kamu begitu tega menyakitiku?" Mona memukul-mukul tubuh Alex, wanita itu sudah berlinang air mata.
'Apa maksudnya ini?' Ayna bingung melihat mereka.
"Hentikan!!!" Alex menahan tangan Mona.
"Apa kamu marah saat itu? aku sudah katakan aku ke rumah orang tuaku." Jelas Mona.
"Apa kamu memang benar ke rumah orang tuamu?"
"A-apa maksudmu?"
"Seharusnya kamu yang lebih tahu." Ucap Alex menunjum Mona.
"Silahkan, keluar dari ruanganku."
Mona melihat Alex yang menatapnya dengan tatapan benci. Ia mengusap air mata dan segera keluar dari ruangan itu.
"Mas..." Panggil Ayna takut-takut.
"Maaf, sayang." Alex segera memeluk Ayna.
"Mas, siapa Mona? apa aku merebutmu darinya?"
.
.
.
Terima kasih banyak buat like, komen dan votenya. Terasa seperti minum es kepala di siang bolong.
suegeeer!!!
Maaf ya, jika banyak kekurangannya🙏
Tetap ikuti terus kisah kasih Alex dan Ayna ya. 🤗
__ADS_1
Love you all😍