SUAMI RANDOM

SUAMI RANDOM
BAB 78 - NASEHAT ORANG TUA


__ADS_3

Pulang dari kantor. Arga memilih kembali ke rumah orang tuanya. Tinggal di apartemen itu juga percuma. Ayna sudah tidak tinggal di sana.


Baru juga memasuki rumah, matanya menatap sinis seseorang yang sudah duduk manis di ruang tamu. Seorang wanita yang sepertinya sengaja menunggu dirinya.


Wanita itu tersenyum manis sambil melambaikan tangan. "Hai... Arga." Ujar wanita itu dengan senyum lebar.


Melihat wanita itu saja Arga sangat malas dan tak ada keinginan untuk meresponnya. Ia lebih baik menuju kamarnya saja.


"Hei Arga... Aku kemari hanya ingin berpamitan denganmu." Ucap Aca segera. "Jangan menghindar dariku! Apa yang kau takutkan?!"


Langkah Arga terhenti mendengar ucapan itu. Aca mau berpamitan? Mau ke mana wanita itu?


Tak lama, Arga terpaksa duduk di ruang tamu bersama Aca. Ia akan mendengarkan apa yang akan disampaikan wanita itu, yang katanya akan berpamitan.


"... Jadi aku akan berada di sana selama 2 tahun." Ucap Aca setelah menceritakan tentang tawaran kerja, yang diberikan perusahaan besar itu padanya.


"Tapi aku nanti juga nggak sendirian di sana. Dari sini aku punya teman yang akan di tempatkan di sana juga." Aca memberitahu.


Arga mendengarkan ucapan Aca dengan wajah malas. Mau wanita itu dicampakkan ke mana, ia sama sekali tidak peduli.


"Aku akan ke sana bersama Mona. Apa kau tahu siapa dia?" Tanya Aca menatap serius Arga.


Arga masih memasang wajah malas. Bagi Arga ucapan Aca tak ada faedahnya. Dan ekspresi Arga yang seperti itu, membuat Aca sedikit kesal.


"Mona itu... wanita yang pernah ditaksir Alex sebelum bertemu dengan Ayna." Jelas Aca sejenak.


Mata Arga mulai merespon ucapan wanita itu. Seolah sedang bertanya kenapa.


"Menurut gosip yang beredar, Alex mencintai wanita bernama Mona. Tapi... Mona itu sangat bodoh, bisa-bisanya menolak pria wow seperti Alex. Sekarang ia menyesal dan ingin kembali padanya." Aca menggelengkan kepala, saat menceritakan Mona.


"Karena ditolak itu, makanya saat itu Alex bersedia menikah dengan Ayna. Bukankah, pria itu juga terpaksa?" Aca menatap Arga, ia sengaja memprovokator.


Arga mulai membenarkan pada yang Aca katakan. Dalam rekaman video itu, Aynalah yang meminta pria itu menikahinya.


"Mungkin awalnya terpaksa. Tapi sepertinya pria itu sangat mencintai Ayna." Tambah Aca kembali. Wanita itu tersenyum samar, melihat raut wajah Arga yang tampak kesal.

__ADS_1


"Kami tak bisa sedikitpun mengusik Ayna. Dan sekarang Alex sengaja merencanakan ini semua, agar aku dan Mona menjauh dari bayang-bayang Ayna ataupun dirinya." Aca sudah yakin, ini memang rencana Alex.


Arga pernah mendengar, Aca dan Mona yang hampir di penjara oleh pria penikung itu, karena kasus penyebaran video. Dan kini pria itu mencampakkan kedua wanita itu sampai ke luar negeri.


Arga jadi mendengus kesal. Dari situasi Aca sekarang, sepertinya sebentar lagi dirinya yang akan dicampakkan pria itu juga.


"Ayna sangat beruntung, bukan. Lepas darimu dan ia malah mendapatkan pria tajir dan berkuasa-"


"Diam kau!!!" Potong Arga yang kesal mendengar ucapan membandingkan dari mantan istrinya itu. Walaupun apa yang dikatakan Aca, memanglah benar adanya.


"Kenapa kau marah, Arga? Apa yang kukatakan benar. Kau lihatlah sekarang. Alex begitu mudah mencampakkan kami sampai ke luar negeri. Sementara di kota ini saja, cabang perusahaannya begitu banyak." Jelas Aca yang sebenarnya cukup kesal.


"Apa kau sudah selesai berpamitan? Pergilah." Arga pun bangkit dan melangkah akan menuju kamarnya.


"Jika kau masih berniat kembali pada Ayna. Sebaiknya urungkan niatmu segera. Aku tak tahu apa yang akan pria itu lakukan padamu. Bisa saja kau tiba-tiba hilang tanpa jejak." Aca mengingatkan sejenak.


Aca melangkah akan keluar pintu, dan menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan.


"Aku ingatkan. Bagi Alex, kau itu bagaikan upil, Arga." Dengan nada mengejek Aca mengeraskan suaranya. Ia pun segera pergi dari rumah itu.


###


Arga mengangguk dan duduk di sofa ruang tamu.


"Arga... Jawab pertanyaan Mama. Apa kamu masih mengharapkan Ayna?" Tanyanya dengan tatapan mata sendu.


Arga memilih diam dan menundukkan kepala saja. Jika ia menjawab Iya, pasti Mama akan memarahinya.


"Arga... Mama minta kamu jangan menjadi pengganggu dalam rumah tangga Ayna." Mama mulai menasehati Arga. Ayna sudah menikah dengan pria lain.


"Ma, aku bukan penganggu. Pria itu yang menikung Ayna dariku." Arga terpaksa menjawab. Ia tidak terima disebut penganggu.


Mama menghela nafas panjang. "Nak, Ayna sudah menikah sekarang. Jadi biarkan saja Ayna menjalani pernikahannya." Mama menasehati Arga. Tadi Aca sempat menceritakan semua tentang Arga. Ya, tentang Arga yang masih mengharapkan Ayna kembali.


"Ayna menikah karena terpaksa, Ma. Ia tidak mencintai pria itu. Ayna masih mencintaiku, Ma." Arga masih dengan pemikirannya. Menjalin hubungan 5 tahun dengannya, takkan hilang begitu saja hanya karena pernikahan beberapa bulan ini. Ayna takkan mungkin melupakannya begitu saja. Pasti masih ada tertinggal perasaan wanita itu padanya.

__ADS_1


"Arga, apa kamu lupa bahwa kamu yang telah menyakiti Ayna?"


"Tapi... Ma. Saat itu aku khilaf dan sangat menyesali perbuatanku. Aku hanya ingin Ayna kembali bersamaku. Aku tahu Ayna tidak bahagia dengan pernikahannya." Arga kembali menundukkan kepala.


"Hanya Ayna yang tahu tentang pernikahannya. Arga... Lupakanlah Ayna. Mama hanya ingin kamu hidup sebagaimana mestinya, Nak." Selama beberapa bulan ini, hidup Arga seperti tanpa arah dan tujuan.


"Kamu ingat lagi, saat itu kamu akan menikah dengan Ayna, tapi kamu yang menghancurkan pernikahan kalian. Lalu kamu menikah dengan Aca, untuk bertanggung jawab pada bayi yang ada dalam kandungannya. Tapi saat Aca keguguran, kamu pun segera menceraikannya." Jelas Mama panjang kali lebar.


Arga terdiam, bagaimana pun dia yang membuka jalan Alex masuk dalam kehidupan Ayna. Karena perselingkuhannya dengan Aca. Jika saat itu ia setia dan tak tergoda dengan aca, mana mungkin ada Alex dan pasti Ayna ada di sisinya sekarang.


"Ma..." Arga menatap sang Mama dengan mata berkaca-kaca.


"Arga... kamu tidak boleh egois, Nak. Biarkan Ayna hidup tenang dengan pernikahannya sekarang. Dan kamu harus tentukanlah masa depanmu dari sekarang. Jangan hidup dalam bayang-bayang mereka." Mama mencoba menyadarkan pemikiran Arga.


"Menurut Mama, kamu lebih baik cari wanita lain, lalu menikah. Mamamu ini ingin seorang cucu. Mama sudah makin tua, Nak."


Arga hanya melihat Mama dengan ekspresi yang sulit diartikan.


###


Arga melangkah lebar menuju ruangannya.


"Pak Arga." Ucap seorang pria.


Mendengar namanya disebut, Arga menghentikan langkah dan membalikkan tubuhnya. Untuk melihat siapa yang memanggil dirinya.


Mata Arga menatap tajam pada pria yang juga menatapnya tajam.


'Mau apa pria penikung ini di sini?'


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2