
HARAP BIJAK DALAM MEMBACA!!!
\=\=\=\=\=\=\=
Malam pun tiba. Orang tua Alex telah sampai di rumah keluarga Ayna. Ayah dan Bunda menyambut besan dadakan mereka. Lalu makan malam bersama.
"Silahkan dinikmati, Pak, Bu. Jamuan sederhana kami." Ayah mempersilahkan.
"Terima kasih banyak. Maaf, kami jadi merepotkan." Jawab Papanya Alex dengan sungkan.
Papa dan Mama menikmati hidangan yang di sajikan besannya dengan lahap. Masakan Bunda sangat enak.
Pandangan para orang tua terfokus melihat ke arah 2 sejoli yang juga makan malam bersama mereka.
"Kamu makan berselemak." Ucap Alex pelan, mengambil nasi yang lengket di mulut Ayna.
"Mas, juga tahu. Jorok!" Ayna juga membersihkan mulut Alex dengan tangannya.
"Jorokkan kamu."
"Mas Alex lah."
Keduanya saling tertawa pelan dan tersenyum. Tanpa mereka sadari ada 4 pasang mata yang memperhatikan kelakuan mereka, yang seolah dunia milik berdua.
"Hmm..."
Suara deheman itu menyadarkan keduanya. Mereka segera menjaga jarak dan kikuk melihat para orang tua yang sedang memperhatikan.
"Masakan Bunda, sangat enak." Ucap Alex sambil tertawa sumbang untuk mencairkan suasana.
"I-iya. Papa dan Mama mau tambah lagi?" Ayna juga ikut menimpali menutupi rasa malu dan gugup. Mereka seperti anak SMA yang sedang dimabuk cinta.
Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang tamu.
"Sebelumnya kami pihak keluarga Ayna meminta maaf atas pernikahan dadakan yang melibatkan Alex, saat itu." Ucap Ayah merasa tak enak hati atas pernikahan mereka.
"Itu tidak masalah Pak, Bu. Kami memaklumi kejadian saat itu. Mungkin begitu jalannya mereka berdua berjodoh." Papa memaklumi yang telah terjadi.
"Saya awalnya sempat ragu dengan pernikahan mereka. Tapi..." Mama melirik anaknya yang dari tadi mengumbar senyum pada Ayna.
"Tapi saya percaya, Alex pasti akan menjadi suami yang baik untuk Ayna. Begitupun dengan Ayna." Mama telah merestui keduanya. Alex dan Ayna saling mencintai.
Obrolan mereka pun mengalir hangat. Hingga mereka menetapkan acara Ngundo mantu yang akan diselenggarakan sekitar 2 bulanan lagi.
Dari pihak Ayna, seluruh keluarga besar sudah tahu bahwa putri mereka sudah menikah dan menikah dengan pria pengganti.
__ADS_1
Tapi tidak dengan keluarga besar Alex. Tak ada yang tahu bahwa Alex, putranya itu sudah menikah. Dengan diadakan acara itu. Ayna akan diperkenalkan sebagai istri Alex secara resmi pada keluarga besar, tetangga, kenalan dan para karyawan di kantor.
Hari mulai malam, kedua orang tua Alex pun berpamitan. Ayah dan Bunda mengantar sampai depan teras. Alex dan Ayna juga ikut mengantar.
Ayah dan Bunda sangat bersyukur, kedua orang tua Alex sangat baik dan ramah. Mereka bisa menerima putrinya.
"Baik-baik kamu sama istrimu." Ucap Mama memeluk putranya.
"Siap Bos." Jawab Alex cepat.
"Ayna, kamu sabar-sabar sama Alex ya. Kalau dia menyakitimu, katakan sama Mama. Akan Mama beri pelajaran anak itu." Mama memeluk menantunya itu, sambil matanya melirik Alex. Putranya itu malah menyengir saja.
Setelah orang tua Alex pulang, kini Alex dan Ayna yang berpamitan. Alex sempat meminta maaf pada orang tua Ayna, jika mereka tidak menginap. Ia takut Arga pasti akan datang untuk menemui istrinya lagi. Dengan mereka pulang, Arga tak bisa menemui Ayna lagi. Istrinya akan terhindar dari Arga dan godaan pria itu nantinya.
Orang tua Ayna mengangguk setuju. Arga bisa tahu Ayna hari ini datang, pasti karena pria itu telah memantau rumah mereka selama ini.
Tak lama mobil pun melaju meninggalkan rumah orang tua Ayna.
"Kalau ngantuk tidur saja, sayang." Ucap Alex.
"Nggak apa nih?" Ingin menemani Alex menyetir, tapi mata Ayna tak sanggup terbuka.
" Iya, kamu tidur saja. Nanti kalau sudah sampai aku bangunkan."
Ayna pun menurunkan kursinya, memposisi tubuhnya.
Alex tersenyum, Ayna sudah mendengkur halus. Baru juga bersandar, istrinya itu sudah terlelap saja.
Sekitar 20 menit, sampailah mereka. Alex membangunkan sang istri.
Ayna berjalan sambil memeluk lengan Alex. Ia benar-benar sangat mengantuk dan tak sanggup berjalan.
Melihat itu, Alex berinisiatif menggendong Ayna di punggungnya.
"Mas, turuni aku..." Ayna menolak dengan setengah sadar.
Alex tak peduli, ia menggendong Ayna ke apartemennya. Pria itu tak peduli tatapan orang-orang yang dilewatinya. Mereka tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Tapi tidak dengan pria di balik tembok. Ia meremas tangannya sendiri, hingga urat-urat tangan itu jelas terlihat.
Sepanjang jalan tadi, mobil Arga mengikuti mobil Alex. Karena Arga menjaga jarak, Alex tak tahu jika ada yang sudah mengikuti mereka.
'Mereka tinggal di sini? sekaya apa suami dadakannya itu?'
Arga tahu, apartemen ini termasuk apartemen mewah kawasan elit di tengah kota. Ia tersenyum sinis. Pantas Ayna tak mau kembali padanya, ternyata karena suami dadakannya itu sangat kaya.
__ADS_1
'Dasar wanita matre!'
Arga ingin mengejar mereka, tapi security itu menjaga ketat di pintu masuk. Tak bisa sembarangan orang masuk ke sana. Harus mempunyai kartu akses.
Arga pun segera pergi meninggalkan tempat itu. Tapi besok ia akan tetap menemui Ayna. Pasti ada saatnya Ayna keluar dari sana.
Tak lama Arga sampai ke rumah membawa amarahnya. Ia menutup pintu dengan kuat, hingga mengagetkan Aca yang sudah tidur di kamar.
"Kamu dari mana?" Tanya Aca masuk ke kamar Arga. Ia melihat pria itu memasukkan pakaian ke dalam koper.
"Arga, kamu mau kemana?" Aca memegang lengan Arga dan dengan kasar pria itu mendorongnya.
"Jangan pernah menyentuhku. Dasar perempuan jallang." Maki Arga dengan aura wajah yang menakutkan.
"Arga... aku ini istri kamu. Kita sudah menikah dan sebentar lagi kita akan mempunyai anak." Pekik Aca yang sudah terduduk di lantai. Ia memegangi perutnya, takut terjadi sesuatu pada kehamilannya.
"Istri? siapa yang mau menikah denganmu?" Arga mencampakkan hanger pakaian ke tempat tidur.
"Apa kau lupa kalau aku terpaksa menikahmu."
"Arga, aku sedang hamil anakmu." Teriak Aca.
"Anakku? Aca, kau itu bukan wanita suci. Kau sengaja menggodaku lalu menjebakku, agar anak ini mempunyai bapak."
"Aku tidak menggodamu. Kita melakukannya atas dasar mau sama mau."
"Diam kau." Arga mentoyor-toyor kepala Aca.
"Sekali lagi kau muncul di hadapanku, aku akan menghabisimu tanpa si-sa." Ucap Arga tepat di telinga Aca.
Wajah Aca pucat melihat senyum Arga yang sangat menakutkan. Senyuman itu seperti seorang psikopat.
Arga melajukan mobil dengan kencang. Mendahului kenderaan lain dengan ugal-ugalan. Perbuatannya bukan hanya membahayakan nyawanya, bahkan membahayakan nyawa orang lain.
Cittt...
Arga menginjak rem mendadak, membuat kenderaan di belakangnya hampir menabrak. Untung kenderaan itu bisa segera menghindar.
"Ayna... Ayna..." Arga memanggil nama wanita yang dicintainya.
"Kenapa kau begitu tega padaku?" Arga memukuli setir mobil itu, melampiaskan seluruh amarah yang sudah di ubun-ubun.
.
.
__ADS_1
.