SUAMI RANDOM

SUAMI RANDOM
BAB 73 - AYNA LAMA PULANG


__ADS_3

Alex turun dari mobil setelah memparkirkan di bagasi rumah. Pria itu baru pulang dari kantor sambil menginting bungkusan. Ia membawa buah tangan untuk Ayna tercinta.


"Sayang..." Panggil Alex begitu masuk ke dalam rumah.


"Sayangku, Ayna..." Panggil Alex kembali, tapi tak mendapat sahutan.


"Aku bawa makanan lho." Wajah Alex berubah kecut, istrinya tak menyambut dirinya pulang bekerja.


"Apa dia di kamar?" Gumam Alex melihat ke lantai 2.


"Maaf Pak, Nyonya sama ibu belum pulang." Seorang pekerja menghampiri.


"Kemana mereka?" Tanya Alex.


"Menghadiri arisan."


Alex lupa, tadi Ayna sudah meminta izin untuk pergi arisan dengan Mamanya. Mungkin sebentar lagi mereka akan pulang.


"Tolong simpan makanan ini." Alex memberikan bungkusan pada pekerja.


Pekerja itu mengangguk dan menerima bungkusan, lalu berlalu pergi.


'Aku mandi saja dulu.' Alex pun melangkah menuju kamarnya di lantai 2.


Sejam sudah berlalu. Alex sudah mandi dan sedang berbaring di tempat tidur. Sudah begitu sore, tapi istrinya belum pulang juga.


Alex meraih pinsel dan menghubungi Ayna.


"Sayang, sudah di mana?" Tanya Alex begitu panggilannya tersambung.


...


"Masih arisan?" Alex kembali bertanya.


...


"Jadi kapan kalian pulang?" Alex ingat Ayna meminta izin pergi dari tadi pagi. Masa arisan sampai selama itu.


...


"Astaga." Alex menepuk jidatnya. "Bilang sama Mama cepat pulang, jangan merumpi saja."


...


"Sayang, aku belum makan." Nada bicara Alex berubah manja. "Aku pulang dari kantor, nggak lihat kamu."


...


"Lebay gimana, Ay? Aku rindu sama kamu. Cepat pulang ya." Alex mulai merengek seperti anak kecil.


...


"Aku tunggu, sayangku. Muach." Alex memberikan kecupan jarak jauhnya.


Alex melemparkan ponsel setelah panggilan berakhir. Ia pun memejamkan matanya. Lebih baik tidur sebentar sambil menunggu sang istri pulang.


Beberapa saat berlalu, Alex tersentak dari tidurnya. Ia menguap sambil melihat jam dinding.

__ADS_1


'Jam 10.' Alex segera bangun dan berlari keluar kamar. Ia segera mencari Ayna.


Sampai di bawah, ia tak menemukan sang istri. Hanya ada Papa yang sedang menonton tv.


"Mama mana, Pa?" Tanya Alex.


"Belum pulang. Katanya pergi arisan." Jawab Papa santai.


"Pa, ini sudah jam 10. Kenapa mereka belum pulang?" Alex khawatir. Ia pun menelepon Ayna.


"Sebentar lagi pulang itu. Masih di jalan kata Mama." Sambung Papa yang matanya masih ke layar kaca.


"Di jalan mana, Pa? Masa sudah jam 10 lewat mereka nggak pulang-pulang." Alex kesal, nomor Ayna tidak aktif.


"Aku akan menjemput mereka." Alex kembali ke kamar untuk mengambil kunci mobil. Ia akan mendatangi rumah arisan teman Mama saja.


"Pa, aku pergi jemput mereka. Jika nanti mereka sudah pulang, Papa hubungi aku ya." Pesan Alex sebelum pergi.


"Kenapa nggak kamu telepon Mama saja, atau supir."


"Oh iya." Alex pun mengangguk dan menekan ponsel mencari kontak Mamanya.


"Itu, sepertinya mereka pulang." Ucap Papa mendengar suara kenderaan.


Alex menutup ponselnya dan segera berlari ke teras rumah.


"Sayang..." Alex segera memeluk Ayna, begitu melihat sang istri. Baru beberapa jam nggak melihat Ayna, ia sudah merasa sangat kehilangan.


"Mas Alex..." Ayna mendorong pelan dada Alex. Ada banyak orang dan suaminya malah memeluknya.


"Biasalah, namanya juga arisan." Jawab Mama cepat.


"Mama, pasti ngerumpi. Makanya lama pulang." Tuduh Alex yang sudah tahu, Mama jika sudah berkumpul dengan gengnya akan lupa pulang.


Ayna mencubit lengan Alex.


"Mama itu memperkenalkan menantu Mama yang cantik. Jadi wajar jika lama. Iya kan, Ay."


Ayna menggangguk mengiyakan.


"Mas Alex sudah makan?" Tanya Ayna.


"Belum, aku nunggui kamu." Jawab Alex lemah.


"Ngapain kamu nunggui istrimu, kalau lapar ya makan saja. Ayna kan tadi sudah meminta izin pergi, seharusnya kamu mengerti. Kalau setiap dia pergi, kamu nunggu dia pulang baru makan. Ujung-ujungnya istrimu nggak akan pernah mau pergi lagi. Ia akan mendekam di rumah terus." Mama merepet panjang. Menurutnya Alex terlalu manja jadi suami.


"Mama..." Alex jadi kesal, walaupun dalam hatinya ia mengiyakan ucapan sang Mama. Saat istrinya nanti izin pergi, Ayna pasti tidak akan tenang dan ingin cepat-cepat pulang.


"Apa? Makan kamu sana sendiri kalau lapar. Biar Ayna ke kamar untuk membersihkan diri dan segera tidur."


Alex mendengus, ia memang tak pernah menang dengan wanita paling kejam di rumah ini.


"Makanya seperti Papa saja, menunggu di rumah. Kalau sampai jam 12 malam nggak pulang, kita lapor ke kantor polisi." Papa menepuk pundak Alex pelan.


###


Ayna sudah berganti pakaian, ia menemani sang suami makan malam.

__ADS_1


"Kamu nggak makan?" Tanya Alex melihat Ayna tak menyentuh mie goreng yang dibelinya saat pulang bekerja.


Ayna tadi sudah makan dengan Mama sebelum pulang. Ia juga tidak selera dengan mie goreng itu. Mienya sudah mengembang.


"Tadi pulang kerja aku beli buat kamu."


"Aku makan, Mas." Ayna tak enak hati, ia pun mengambil mie dan melahapnya.


Mulutnya mengunyah dengan mata yang mulai sayup. Seharian arisan sama Mama, sangat melelahkan.


"Mienya pasti sangat enak waktu masih panas. Ini saja sudah dingin, rasanya luma-" Alex tak jadi bicara, ia melihat Ayna yang mematuk-matuk menahan kantuk.


"Enak, Mas." Jawab Ayna membuka matanya.


Alex menjauhkan piring Ayna. Ia juga menyodorkan istrinya minum.


"Kalau kamu sudah ngantuk, naik sana." Alex tak tega melihat Ayna yang mengantuk, tapi masih mau menemaninya makan.


"Tapi, Mas. Aku tunggu sampai selesai makan. Nanti bangunkan aku." Ucap Ayna segera menidurkan kepala di atas meja.


Alex mengelus kepala Ayna dengan sayang. Lalu ia kembali makan, menghabiskan mie goreng itu. Jika dibuang akan mubajir.


Setelah selesai makan, Alex ingin membangunkan Ayna. Tapi melihat wanita itu begitu nyenyak tidur, ia jadi tak sampai hati membangunkannya.


Alex memilih menggendong Ayna, menuju kamar mereka.


Setelah masuk kamar, ia meletakkan di tempat tidur. Lalu menyelimuti tubuh Ayna. Dan tak lupa memberikan kecupan di keningnya.


"Mas Alex..." Tangan Ayna mencari-cari orang di sampingnya.


"Ada apa? Kamu haus?" Tanya Alex.


"Tidur sini. Aku mau peluk." Jawab Ayna setengah sadar.


Alex tersenyum dan naik ke tempat tidur.


Begitu berbaring, sang istri langsung mendekap dan kembali melanjutkan mimpinya.


'Tidurlah malam ini, sayang.'


Alex menepuk-nepuk pundak Ayna pelan, sambil bersenandung. Ia terlihat seperti sedang menidurkan anaknya.


Alex terdiam melihat Ayna, tersenyum dalam tidurnya.


Istrinya itu memajukan bibirnya dengan wajah begitu merona.


"Punya Mas Alex besar, ya." Ayna terkekeh dalam pejamnya.


Alex jadi tercengang mendengar itu. Apa yang sedang istrinya mimpikan. Sesaat wajah Alex berubah jadi senyum.


'Pasti kamu mimpi lagi iya-iya sama aku, kan. Dasar Ayna me-sum.'


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2