
"Selamat pagi, sayangku." Alex menkecup pipi Ayna sejenak.
Ayna menatap bingung. Baru juga membuka mata, ia sudah dihujani kecupan sang suami.
"Mas, sudah bangun." Ayna merenggangkan tubuhnya.
"Kamu mau sarapan apa?" Tanya Alex.
Ayna jadi mengulum senyum. "Apa Mas bisa memasak nasi goreng?"
Alex segera menggeleng. "Aku tidak bisa. Hanya bisa merebus mie."
"Jadi buat apa tanya aku mau sarapan apa?" Cibir Ayna.
"Biar buat kamu senyum lho, sayang." Alex mencubiti pipi sang istri.
"Mas, ponselku mana ya? ada lihat?" Tanya Ayna mengedarkan pandangannya.
"Hari ini, kamu nggak boleh pegang hp. Pegang-pegang aku saja." Nyengir Alex.
"Mas Alex, pagi-pagi sudah genit. Sini-sini biar aku pegang." Ayna bangkit dan mencubiti Alex.
"Sayang..." Alex menahan tangan Ayna.
"Di pegang... bukan dicubit. Kamu kalau cubit sakit lho." Alex mengelus perut yang dicubiti Ayna.
"Jadi di pegang gini?" Ayna memegang kaki Alex.
"Iya gitu. Agak ditekan-tekan, Ay."
"Itu namanya minta pijat, Mas."
###
Alex mengambil cuti beberapa hari untuk menghabiskan waktu bersama Ayna. Anggaplah seperti berbulan madu.
Alex menepuk jidatnya melihat Ayna berjalan ke kolam renang. Dengan baju rumah.
"Kenapa nggak pakai baju renang yang aku kasih?" Padahal Alex sudah membayangkan tonjolan depan belakang lekuk tubuh sang istri.
"Baju renangnya terlalu terbuka. Aku malu memakai itu, Mas."
"Malu kenapa?"
"Kalau ada yang lihat gimana?"
"Aku sudah menyuruh para pekerja untuk tak berada di sekitar kolam renang. Ganti sana." Paksa Ayna.
Ayna menggeleng." Ini saja ya, Mas Alex."
Alex menggeleng.
"Nggak jadi berenang, nih?" Ayna akan memilih ke kamar saja.
"Memang kamu bisa berenang?"
Ayna malah tertawa.
Alex nyebur ke kolam, Ayna kagum melihat kecepatan suaminya melintasi kolam.
"Ayo..." Alex mengulurkan tangannya.
"Mas, aku takut. Kalau aku tenggelam bagaimana?" Ayna berkali-kali menghembus nafas, saat Alex menuntunnya masuk ke kolam.
"Kita akan tenggelam bersama."
__ADS_1
Ayna menepuk pundak Alex. "Gimana sih, Mas. Seharusnya bilang, kamu tidak mungkin tenggelam karena ada aku di sisimu."
Ayna mendengus, Alex tak romantis.
"Kita akan tenggelam bersama dalam lautan cinta." Goda Alex. Pria itu mendorong kepala Ayna ke dalam air kolam.
"Mas Alex... " Ayna kesal, kepalanya basah sudah.
"Ayo, kita belajar." Alex membawa Ayna ke tengah kolam.
"Mas, ini dalam." Air kolam sudah sebahu Ayna.
"Dalam gimana? masih juga seperut?"
Dalam air Ayna masih bisa mencubiti Alex. Tinggi mereka sudah berbeda.
Alex mengajari Ayna berenang. Ayna tidak bisa mengikuti intruksi Alex. Dari tadi wanita itu seperti memasang gaya batu.
"Mas Alex, jangan cari kesempatan." Ayna menyikut tangan Alex yang memeluknya dari belakang.
"Aku mau peluk kamu." Alex mengeratkan tangannya.
"Besok kita mau ke mana?" Tanya Alex.
"Aku sudah nggak apa kok, Mas." Ayna tahu, Alex pasti sedang menghibur dirinya.
"Sudah, kamu nggak usah peduli soal video itu. Aku akan menyelesaikannya."
Ayna membalikkan tubuhnya.
"Mas Alex..." Ayna merasa sangat beruntung memiliki pria itu.
"Sayang, bagaimana kalau kita buat satu video koleksi pribadi?" Alex melihat Ayna.
"Bukan video seperti itu." Sanggah Alex cepat.
"Jadi?" Ayna memicingkan matanya.
"Video panas kita." Wajah Alexsudah mesum.
Byur
Byur
Byur
Ayna pun mencipratkan air kolam ke Alex.
"Kepala Mas Alex, harus dicuci sampai bersih."
"Kamu ya." Alex pun membalas cipratan pada Ayna.
"Alex.. Ayna... ternyata kalian di sini." Mama tiba-tiba muncul.
"Mama jangan ganggu." Usir Alex.
"Itu orang tua Ayna datang. Kalian ini, ponselnya nggak ada yang bisa dihubungi." Omel Mama.
Alex baru ingat, ponselnya dan ponsel Ayna sudah ia simpan.
###
"Ayna... tolong maafkan anak ibu, ya." Ucap seorang Ibu yang datang bersama Ayah dan Bunda.
Ayna masih tak mengerti, ada apa ini.
__ADS_1
"Kalau sudah begini, minta-minta maaf. Apa anak ibu tak tahu gimana dampaknya pada menantuku?" Mama mengomeli ibu-ibu itu. Tak peduli pada besan atau suaminya yang ada di sana.
"I-ini kenapa?" Ayna benar-benar tak mengerti.
"Anak ibu ini yang merekam dan menyebarkan video itu." Ucap Ayah memberitahu.
"Ayna, tolong cabut gugatannya." Ibu itu memohon sambil memangis. "Anak saya bisa mendekap di penjara."
"Tidak semudah itu Bu. Anak ibu melanggar hukum, karena telah merekam dan menyebarkan tanpa izin yang bersangkutan. Jadi biarkan saja dihukum sesuai norma yang berlaku." Ucap Alex tegas.
"Mas..." Ayna tak sampai hati melihat tangisan ibu itu. "Ayo kita ke kantor polisi. Kita harus selesaikan."
Tak lama mereka sampai di kantor polisi. Ayna jadi takut melihat beberapa orang yang mendatanginya untuk meminta maaf.
Mereka orang-orang yang menerima dan membagikan video-video tersebut. Entah, apa untungnya bagi mereka.
Alex dibantu beberapa polisi membawa Ayna ke ruangan lain.
"Ini pak. Nama-nama penyebar video itu." polisi menyerahkan selembar kertas. "Sebagian masih dalam pemanggilan."
Alex cukup kecewa, dari sekian banyak nama ia tak menemukan nama orang itu, alias Arga.
Ayna menatap sendu, ia melihat 2 nama. Satu Aca dan yang lain Mona. Mereka paling banyak menyebarkan videonya itu.
Alex bersikeras tetap menuntut semua orang yang telah membagikan video istrinya. Tangan mereka begitu cepat membagikan pada yang lain, tanpa memperdulikan bagaimana perasaan orang dalam video tersebut. Istrinya saat itu sedang putus asa dan malah dianggap seperti hiburan.
Bukankah mereka bisa dituntut dalam kasus perbuatan tidak menyenangkan?
"Ayna..." Rani datang dan segera menghampiri Ayna.
"Aku nggak ada menyebarkan itu. Sumpah, kau harus percaya padaku." Rani dipanggil ke kantor polisi. Namanya juga terlibat dalam menyebaran video tanpa izin.
"Saat itu aku mendapatkan kiriman video itu. Dan... Mona yang mengirimnya dari ponselku." Rani baru mengingat saat itu.
"Mas..." Ayna memeluk lengan Alex. Ia tak mau memperpanjang kasus ini. Anggap saja mungkin saat itu mereka tidak bisa membedakan mana yang boleh dan tidak boleh disebar luaskan.
"Mereka hanya akan diberi peringatan. Tapi tidak untuk perekam dan kedua nama ini." Alex menunjukkan dua nama.
Kedua nama itu yang dengan sengaja menyebarkan luaskan video itu. Harus ditindak lanjuti. Termasuk si perekam video.
"Lepaskan... kenapa aku ditangkap?" Pekik seoranv wanita tak terima digeret polisi.
Polisi datang membawa 2 wanita penyebar video itu.
'Kenapa dia bersinar?' Batin Aca melihat Alex secara langsung.
"Alex." Mona tampak gugup.
"Aku akan mengirim pengacara untuk membekam mereka dipenjara." Ucap Alex bangkit seraya menggenggam tangan Ayna.
"Alex, aku minta maaf. Aku salah." Ucap Mona menyesal.
"Bukannya seharusnya kau meminta maaf pada istriku?"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1