SUAMI RANDOM

SUAMI RANDOM
BAB 82 - SEHARI TANPAMU


__ADS_3

Ayna makan malam dengan tidak semangat. Ia hanya mengaduk-aduk makanannya saja. Menatap ke arah sampingnya dengan tatapan sendu.


Belum sampai satu hari Alex pergi, Ayna sudah seperti orang yang kehilangan arah dan tujuan. Biasanya setiap malam mereka selalu makan malam berdua, sambil mengobrol panjang.


Tapi, malam ini Alex tak berada di sisinya. Rasanya sepi... Ia merindukan tawa bahkan gombalan pria itu.


'Mas Alex, sudah makan belum ya?' Batin Ayna khawatir dengan sang suami tercinta.


Mama menggeleng melihat menantunya yang tampak murung. Dari tadi pagi, ia melihat Ayna yang uring-uringan tak jelas.


"Ay... Kamu mau makan atau tidak? Jangan diaduk-aduk terus."


Ayna tersadar dari lamunannya mendengar ucapan Mama. "Ma-makan, Ma." Jawab Ayna lalu segera menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.


"Alex itu pergi cuma 3 hari. Kamu jangan galau gitu dong. 3 hari itu cuma sebentar."


Papa jadi tertawa mendengar ocehan Mama.


"3 hari sebentar ya, Ma?" Tanya Papa meledek sang Mama.


"Pernah waktu awal nikah. Papa cuma tugas luar sehari, Mamamu inilah. Tiap detik tiap menit nelepon mulu." Papa memberitahu Ayna.


"Ma-mana ada Mama begitu, Pa." Sanggah Mama cepat, sambil melirik ke arah menantunya. Papa membuka kartu, buat malu Mama jadinya.


"Mamamu itu dulu parah-"


"Papa..." Pekik Mama cepat seraya menyuapkan sesendok makanan. "Jangan dengerin Papamu."


Beberapa saat berlalu, Ayna berbaring di tempat tidur. Ia menatap sampingnya. Dan tersenyum mengingat saat-saat Alex ada di sisinya.


'Mas Alex... Aku rindu kamu.'


Ayna merasakan kerinduan yang mendalam pada sang suami. Dalam beberapa bulan ini, mereka selalu bersama. Dan ketika tak melihatnya, seperti kehilangan sesuatu yang berharga.


Ayna mengambil bantal Alex dan memeluknya erat. Menghirup aroma sang suami yang tertinggal di bantal.


'Apa aku telepon saja?'


Ayna meraih ponsel di nakas. Ia cemberut melihat chat-nya yang terkirim dari pagi, tapi belum Alex baca. Apa Alex begitu sangat sibuk, hingga tak ada waktu melihat ponsel dan membalas chat-nya.


Sementara di tempat lain yang jauh dari Ayna berada sekarang. Terlihat Alex sedang menyisir rambutnya yang setengah basah, ia baru selesai mandi.


'Aku harus telepon cintaku. Apa Ayna sudah tidur?'


Alex mempercepat menyisir rambutnya, ia akan menelepon Ayna. Setelah sampai ke negara ini, ia tak sempat memberi kabar pada Ayna. Pekerjaan sudah menunggunya.


'Panjang umur.'


"Iya, sayang..." Alex segera menjawab telepon sang istri.


"Mas Alex..." Ucap Ayna manja dari seberang sana.


Alex terdiam sesaat, mendengar suara Ayna membuat hatinya berdebar.


"Kenapa chat-ku nggak dibalas sih, Mas?" Tanya Ayna sangat khawatir.

__ADS_1


"Ma-maaf, sayang. Tadi aku sangat sibuk, jadi nggak sempat menghubungimu." Jelas Alex merasa bersalah.


"Jadi sekarang sudah nggak sibuk?" Tanya Ayna sambil mengkerucutkan bibirnya.


"Sudah nggak, sayang. Tadi aku cepat-cepat menyelesaikan pekerjaanku, agar malamnya bisa ngobrol sama kamu." Jujur Alex.


"Banyak cerita. Kalau nggak aku yang menelepon, pasti Mas nggak akan menelepon juga aku juga, kan." Ayna jadi kesal.


Alex jadi tersenyum mendengar nada bicara Ayna yang kesal. "Pasti bibir kamu sekarang sudah maju beberapa senti itu, aku jadi mau lihat."


"Nggak ada ya Mas, bibir aku maju-maju begitu." Sanggah Ayna mengkondisikan wajahnya.


Alex mengalihkan panggilan suara menjadi video call. Ia tersenyum senang melihat wajah cantik sang istri memenuhi layar ponselnya.


"Mas Alex sudah makan?" Tanya Ayna menatap sendu wajah pria yang begitu dirindukannya.


Alex mengangguk cepat. "Sudah tadi. Kamu sudah makan?"


"Sudah, Mas." Jawab Ayna.


Sesaat tak ada percakapan keduanya, mereka saling menatap dengan perasaan rindu menggebu di hati masing-masing.


"Aku merindukanmu." Ucap kompak keduanya. Mereka lalu tertawa bersama.


"Sayang..." Panggil Alex.


"Iya, Mas."


"Sepertinya selama di sini aku akan sangat sibuk. Jadi kamu maklumi aku ya. Jika aku lama balas chat atau nggak menjawab panggilanmu." Jelas Alex segera. Ia tak mau Ayna berpikiran yang tidak-tidak tentangnya.


"Hmm... baik, Mas."


"Iya, Mas. Nanti saat Mas Alex pulang, aku akan masak yang spesial untuk sayangku."


"Kok masak sih, Ay?" Alex seperti menolak jika hanya dihidangkan masakan spesial.


"Ja-jadi?" Tanya Ayna gugup.


"Aku nggak mau makan. Aku cuma mau kamu. Bagiku hanya kamu yang paling spesial."


Wajah Ayna jadi merona. "Mas Alex, jangan menggombal."


Tawa Alex pun terdengar. Bisanya Ayna mengatakan ia sedang menggombal. Padahal ia sangat jujur. Baginya Ayna orang yang paling spesial dalam hidupnya.


"Kamu mau dibawai oleh-oleh apa?" Alex mengalihkan pembicaraan mereka.


Ayna mulai berpikir. Makanan khas, baju, aksesoris. Sudah banyak yang terlintas dalam pikirannya.


"Aku mau..." Ayna sengaja menjeda ucapannya.


"Kamu mau apa?" Alex menunggu jawaban Ayna. Ia akan membawakan Ayna ole-ole yang banyak.


"Aku mau... Kamu, Mas."


Alex tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Jika saja Ayna ada di sampingnya, mungkin ia sudah menerkam wanita itu.

__ADS_1


"Apa kamu mau aku pulang sekarang?" Tanya Alex berharap.


Ayna menggeleng. "Jangan, Mas. Selesaikan dulu pekerjaan Mas di sana. Setelah selesai baru pulang. Mas Alex kan punya tanggung jawab di sana." Ayna membujuk. Melihat wajah Alex, Ayna takut jika tiba-tiba saja suaminya besok muncul dan meninggalkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.


"Baiklah. Aku akan selesaikan semua di sini. Aku kan harus mengumpulkan banyak uang untuk kamu dan anak-anak kita nantinya. Kamu sabar ya, menunggu Mas Alexmu tercinta ini pulang."


Ayna tak bisa menjawab. Ucapan Alex membuat hatinya berdebar-debar. Rasa cinta dan kasih pada Alex, semakin bertambah saja.


"Kamu jangan khawatir, Mas Alexmu yang tampan ini, di sini hanya untuk bekerja. Dan kamu juga jangan nakal di sana."


"Nakal? Siapa yang nakal?"


"Aku bilang jangan nakal lho, sayang. Jangan nakal."


"Mas Alex juga. Matanya jangan jelalatan lihat cewek."


"Nggaklah sayang. Bagaimana aku bisa melihat wanita lain, jika di mataku hanya ada kamu."


"Mas Alex... Ih gombal mulu." Ayna merasa ia sekarang terlalu baper. Gombalan zaman dulu seperti itu saja, sudah membuat hatinya bahagia.


Tak terasa waktu 3 jam sudah berlalu begitu saja. Alex dan Ayna masih dalam obrolan video call.


"Sayang, ini sudah malam. Kamu tidur ya."


Ayna melirik jam dinding, sudah pukul 11 malam. Yang berarti di tempat Alex berada sudah pukul 1 dini hari. Perbedaan waktu sekitar 2 jam.


"Iya, Mas. Besok Mas Alex harus bekerja lagi."


"Kamu nanti tidur mimpiin aku."


"Mana bisa request mimpi, Mas." Ayna menggeleng. Alex ada-ada saja.


"Aku saja selalu request mimpiin kamu. Dan benar aku mimpi kamu."


"Ya sudah, Mas. Ayo kita tidur."


"Love you Ayna sayang."


"Love you Mas Alex."


Alex melambaikan tangan, Ayna juga membalas lambaian tangan.


"Sayang, kamu tutup."


"Nggak, Mas Alex saja."


"Kamu saja lho."


"Mas saja."


"Kamu."


"Mas Alex..."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2